Zaman bersiap:
1. Harga terus naik, pekerjaan sulit.
2. Krisis lingkungan dan bencana merata.
3. Daerah diperlakukan tak adil.
4. Militerisme merajelela.
5. Pejabat dan kebijakan makin ngawur.
6. Represi dan persekusi terus terjadi.
7. Partai politik membisu tak berfungsi.
8. Sentimen global terus merosot.
9. Skandal politik (kasus ijazah).
10. Elit mulai adu otot secara terbuka.
#ResetIndonesia
Kok jadi begini negara kita. Kok begini liar politik kita. Sepertinya untuk mendapatkan kekuasaan (political power) cara apapun dibenarkan. Tidak peduli baik atau buruk. Bermoral atau tidak bermoral. Saya khawatir kalau akhirnya rakyat merasa takut dan tidak tenteram hidup di negaranya sendiri.
Sebagai warga bangsa yang sangat mencintai negeri ini, seperti juga warga negara Indonesia yang lain, saya bermohon kepada Presiden Prabowo untuk menghidupkan kembali politik yang berkeadaban. Ini panggilan sejarah. Ini amanah rakyat. Semoga Tuhan memberikan kekuatan dan tuntunan kepada Pak Prabowo untuk menjalankan misi mulia ini.
*SBY*
Sudah saatnya Indonesia perlu membentuk Dewan Pakar Mitigasi Bencana yang permanen, terdiri dari para ahli yang sangat kompeten yaitu para Meteorolog, Klimatolog, Oseanolog, Seismolog, Vulkanolog, Hidrolog, Ekolog, Ekonom, dan ahli Kesehatan. Dewan pakar ini sebaiknya independen dan diberikan mandat serta jobdes yang jelas, terukur, dan terencana merumuskan berbagai bentuk kebijakan mitigasi kebencanaan yang mengacu pada protokol mitigasi bencana untuk pengurangan risiko jangka pendek, menengah, panjang, yang telah disusun oleh UNDRR (United Nation Disaster Risk Reduction). @prabowo
Bagi rekan rekan muslim sudah mulai masuk 10 hari terakhir di bulan Ramadhan, di perkuat lagi ibadah ibadah baik yang wajib maupun sunnahnya.
Kalo sempet bangun malam untuk iktikaf jangan lupakan perbanyak istighfar dan membaca do'a
"Allahhumma innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwa fa'fu 'anni"
(HR Tirmidzi no.3513)
Presiden pidato tentang sawit, partai partai pidato tentang koalisi, sementara rakyat saling membantu dan menguatkan sekuat tenaga
Begitulah hal hal terjadi di negeri para bedebah
Banjir di banyak tempat, merenggut nyawa, memiskinkan orang, bahkan menghancurkan hasil pembangunan itu sendiri.
Seharusnya ada perubahan radikal dalam definisi "pembangunan" dan "pertumbuhan ekonomi".
Yang diuntungkan segelintir, yang menderita berjamaah.
#ResetIndonesia
Telah nyata kerusakan di darat dan di laut karena ulah tangan manusia. (QS 30:41)
Catatan reflektif tentang bencana…
Rangkaian badai, tanah longsor, banjir bandang, gunung meletus, hingga satwa yang kelaparan belakangan ini jangan hanya kita pandang sebagai musibah alam, tetapi wajib dipandang sebagai cermin diri.
Badai, hujan lebat, gunung meletus, adalah peristiwa alam yang telah berlangsung jutaan tahun. Namun, kita memperparah dan mengubahnya menjadi bencana ketika kita memperlakukan alam tanpa etika. Tata ruang dilanggar, hutan ditebang habis, pesisir dicemari, habitat satwa dihancurkan.
Ingat kan di masa kampanye lalu kita pernah sama-sama membahas tentang pentingnya tobat ekologis, yaitu mengakui dosa kolektif kita pada bumi, lalu mengubah cara kita hidup dan cara negara mengelola kuasa?
Kita perlu mengakui bahwa kerusakan ini adalah hasil pilihan kolektif, mulai dari kebijakan yang lemah, mengabaikan analisis risiko, pengawasan yang longgar, serta ketidakpedulian ketika aturan dilanggar demi keuntungan jangka pendek yang hanya dinikmati sebagian orang.
Hari ini kita harus jujur bahwa kita terpaksa hidup berdampingan dengan bencana. Terlalu sulit untuk mencegah semuanya. Iklim sudah berubah, bentang alam sudah banyak dilukai. Namun, kita masih bisa mengurangi risikonya, sembari terus berusaha memperbaiki kerusakan alam.
Caranya, dengan tata kelola yang transparan, penegakan hukum yang tegas, gaya hidup yang lebih ramah bumi, keberanian berkata “tidak” pada proyek yang merusak, serta mendidik dan membiasakan mitigasi bencana secara serius bagi seluruh masyarakat.
Ini mungkin unpopular opinion: bumi tidak peduli pada kita, dan bumi tidak butuh kita peduli padanya. Bumi akan terus berputar, dengan atau tanpa manusia. Yang sedang terancam punah bukanlah planetnya, tapi keberlangsungan hidup kita sendiri. Maka kitalah yang butuh peduli pada bumi.
Tobat ekologis, sebuah pengingat dari Paus Fransiskus, adalah upaya yang harus kita jalankan untuk mengembalikan batas. Batas serakah, batas abai, batas melanggar aturan. Demi bumi yang lebih layak dihuni untuk anak dan cucu kita semua. •••
Curacao lolos Piala Dunia. Tp di 2022, timnas asuhan STY bs 2x kalahkan Curacao. Itu artinya sesungguhnya timnas saat itu sdh menuju arah yg benar. Krn terbukti bs kalahkan Curacao, yg berperingkat FIFA lbh baik. Jd klo ada yg bilang kt blm pantas lolos PD itu adl penipu.
Ada 1,5 tahun sebelum piala asia, majir tournament terdekat kita. Pecat pelatih skrg. Terserah mau ambil pelatih baru dari belanda atau wonosobo ya terserah, intinya ambil pelatih yang rasional, realistis dan paham sepakbola asia #PatrickOut
Meskipun Petronas Malaysia mencetak laba 300 triliun Rupiah di 2022, mereka ternyata nggak monopoli penjualan. Ada banyak pom bensin swasta seperti Shell, Petron, Caltex, BHP, Esso, Mobil dan BP.
Uniknya Ron 95 yang disubsidi pemerintah tak hanya Petronas, swasta juga dapat