Guess the country, clue:
1. Rakyat disuruh nyari kerja sendiri
2. Uangnya dipalak atas nama pajak
3. Pemerintahnya korup
4. Rakyatnya dibungkam
5. Sama asing kicep
Musim teror aktivis hak asasi manusia telah kembali.
Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, disiram air keras oleh orang tak dikenal pada 12 Maret 2026 malam. Sebanyak 20 persen permukaan tubuhnya melepuh, termasuk mata kanannya. Para dokter Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo sudah mengobservasi dan membedah matanya untuk menyelamatkan penglihatan Andrie.
Andrie, 28 tahun, baru pulang dari kantor YLBHI rekaman siniar tentang remiliterisasi. Sebagai Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan, Andrie aktif dalam tim pencari fakta mengungkap pelaku kerusuhan demonstrasi Agustus 2025.
Ia memang aktif menolak perluasan militer di ranah sipil dan advokat korban-korban ketidakadilan penguasa, terutama aparatur hukum yang semena-mena terhadap warga negara. Misalnya, ia mengadvokasi kematian Afif Maulana yang diduga akibat kekerasan polisi.
Di Berkala Fajar edisi hari ini kami menurunkan edisi khusus tentang teror kepada aktivis: kronologi detail penyiraman air keras, profil Andrie Yunus dalam rekaman fotografi, mereka yang pernah menjadi korban teror air keras, mengapa air keras jadi alat teror paling lazim, dan perdagangan air keras yang dijual bebas. Hanya di https://t.co/MR22quwcLm
#TempoPlus
Mulai dari tragedi Kanjuruhan, Affan Kurniawan, sampai anak umur 14 tahun pun mereka bunuh.
Seperti dalam buku Reset Indonesia, bagian Negara Hukum, Bukan Bedil, Polri sangat-sangat butuh direformasi agar kejadian seperti ini tak terulang lagi.
Mohon viralkan: Kondisi fisik Alfarisi yang memburuk selama ditahan, bahkan sampai kehilangan berat badan secara drastis & mengalami tekanan psikologis berat, jelas mengindikasikan adanya pelanggaran serius terhadap standar penahanan.
https://t.co/YeDUkhXzEZ