Di team "itu" ada:
- Kapten sekaligus member jeketi terpopuler saat ini
- The Last Standing
- Ace OG Gen 11
- Anime idup
- Member top vokal
- Member top MC
- TNI48
- NaNa
- Balerina
- Instruktur senam SDN 48 Jakpus
Dan somehow kalian masih debatin tentang angka....
Yang membuat hancur seseorang itu adalah serakah.
Ga bisa merasa cukup.
Serakah ini mengakar dari semua kalangan.
Mau kerja enak, santai tapi duit gampang banyak.
Enough is enough.
Ra iso berpikir ngono.
2019: Vincent Kompany
2020: David Silva
2021: Sergio Agüero
2022: Fernandinho & Raheem Sterling
2023: İlkay Gündoğan & Riyad Mahrez
2024: Kyle Walker
2025: Kevin De Bruyne
2026: Bernardo Silva, John Stones & Pep
gue mau cerita tentang temen gue.
sebut aja dia R.
dulu gajinya 7 juta.
dan tiap kali kami ngobrol, dia selalu bilang satu kalimat yang sama:
"Val, nanti kalau gaji gw udah 15 juta, baru deh gw bisa nabung. Baru deh hidup gw beres."
gue dengerin. gue angguk-angguk. gue percaya.
tiga tahun kemudian, gajinya beneran naik.
bukan 15 juta.
17 juta.
gue seneng banget waktu dia kabar. gue pikir sekarang hidupnya udah oke. udah bisa nabung. udah beres kayak yang dia bilang dulu.
sampai kemarin dia chat gue.
"Val, lo bisa pinjemin 500 ribu nggak? Buat nutup tagihan."
gue bengong lama di depan layar HP gue.
kita ketemuan.
gue tanya pelan: "lah kok bisa?"
dia diem sebentar.
terus jawab satu kalimat yang sampai sekarang masih muter di kepala gue:
"Gaji gw naik. Tapi gaya hidup gw naik lebih kenceng."
gue kira dia bercanda.
dia buka notes HP-nya dan nunjukkin ke gue.
gaji: 17 juta.
pengeluaran:
kos: 4 juta. makan dan kopi: 3,2 juta. cicilan HP: 1,1 juta. paylater: 2,4 juta. transport: 1,8 juta. langganan aplikasi: 600 ribu. jajan random: 2 juta. transfer keluarga: 1,5 juta.
sisa?
kadang nol.
kadang minus.
gue tanya: "paylater 2,4 juta itu buat apa aja?"
dia diem bentar.
"ya... barang kecil-kecil doang."
kaos 89 ribu. sepatu diskon. skincare. makan promo. top up game. barang lucu dari live shopping. checkout karena takut stok habis.
satu-satu kelihatannya kecil.
tapi pas digabung, jadi satu monster yang nagih tiap bulan.
yang bikin gue serem bukan belanjanya.
tapi kalimat pembenarnya.
"lagi diskon."
"mumpung murah."
"cuma 30 ribu."
"gratis ongkir."
"bulan depan juga ketutup."
dan dia bilang satu hal yang nusuk banget:
"gw bahkan udah nggak bisa bedain lagi. Gw lagi hemat, atau lagi nyari alasan buat keluar duit."
terus dia ngomong sesuatu yang bikin gue diam lama banget:
"Gw nggak miskin karena nggak punya uang. Gw miskin karena uang gw udah punya tujuan sebelum masuk rekening."
tanggal 25 gajian.
tanggal 26 autodebet.
tanggal 27 bayar cicilan.
tanggal 28 bayar paylater.
tanggal 29 baru sadar:
yang kerja sebulan dia. yang menikmati duluan tagihan.
gue tanya: "jadi yang paling bikin nyesel apa?"
dia jawab:
"Gw pikir gw beli barang. Ternyata gw beli kewajiban."
HP baru = cicilan 12 bulan. barang diskon = tagihan bulan depan. makan enak tiap hari = saldo bocor pelan-pelan. kopi harian = lebih dari sejuta sebulan. paylater = gaji masa depan yang udah dipakai hari ini.
"Gw kerja buat bayar keputusan gw yang kemarin."
coba hitung kasar.
kopi 35 ribu x 22 hari kerja = 770 ribu. delivery food dengan selisih ongkir dan markup 25 ribu x 20 kali = 500 ribu. checkout random 75 ribu x 10 kali = 750 ribu. langganan aplikasi yang jarang dibuka = 300 ribu.
total: 2,3 juta.
itu bukan pengeluaran besar. itu bocor kecil yang pura-pura nggak kelihatan.
sekarang temen gue lagi coba bikin aturan sendiri.
kalau barangnya diskon tapi nggak ada di rencana, berarti tetap mahal. kalau beli karena capek, tunggu besok. kalau checkout cuma karena takut kehabisan, tutup aplikasi 10 menit dulu. kalau cicilan bikin gaji bulan depan terasa sempit, jangan ambil.
dan satu pertanyaan yang dia tempel di layar HP-nya sekarang sebelum checkout apapun:
"Gw butuh ini, atau gw cuma pengin ngerasa hidup gw naik kelas?"
dari cerita dia, gue jadi mikir.
mungkin masalah banyak orang bukan nggak bisa cari uang.
tapi nggak pernah diajarin cara mempertahankan uang.
dari kecil kita diajarin: belajar biar kerja, kerja biar punya uang, punya uang biar bisa beli ini itu.
tapi jarang diajarin: kalau uang udah masuk, jangan langsung dikasih jalan keluar semua.
ini bukan soal hidup pelit.
beli kopi boleh. checkout promo boleh. reward diri boleh.
tapi jangan sampai tiap reward kecil numpuk jadi hukuman besar di akhir bulan.
coba jujur ke diri sendiri:
pengeluaran kecil apa yang paling sering bikin saldo lo bocor?
kopi? makan online? paylater? top up? checkout live?
atau "cuma 50 ribu" yang kejadian 20 kali?
40 pelajaran hidup dari Raditya Dika yang bikin gue diem setelah dengernya.
1. Gak apa-apa jadi orang aneh.
2. Jangan gosipin orang!
3. Kita gak sepenting itu buat orang lain.
4. Usahakan minimalis!
5. Kerja ringan kalau dicicil.
6. Kerja ringan kalau barengan.
7. Ide ada kalau dicatat.
8. Belajar dari yang terbaik.
9. Belajar dari yang tidak punya pengalaman.
10. Melamun adalah bagian dari proses kreatif.
11. Waktu ada kalau kita ciptakan.
12. Pakai uang untuk membeli waktu.
13. Jangan lupa bermain-main!
14. Punya hobi baru adalah cara termudah untuk merasa seru lagi.
15. Fokus ciptakan core memory yang indah!
16. Jangan membuat keputusan waktu sedih, marah atau galau!
17. Belajar bilang ‘iya’ ke hal yang kita bilang ‘tidak’.
18. Belajar berani berkata ‘tidak’.
19. Main game adalah cara termudah untuk kabur ke dunia lain.
20. Dikritik berarti punya ruang untuk tumbuh.
21. Jalan kaki min. 30 menit sehari.
22. Selalu tepat waktu!
23. Takut biasanya datang dari ketidaktahuan.
24. Menyesal lebih seram dari rasa takut.
25. Kalau ada yang ganjel, ngomong aja.
26. Semua orang punya keahliannya sendiri.
27. Tahu bahwa kita gak bisa semuanya.
28 Beli barang buat diri sendiri.
29. Belajar sabar.
30. Reputasi datang dari tindakan.
31. Berhenti membandingkan diri sendiri dengan orang lain.
32. Baca buku adalah cara terbaik untuk masuk ke pemikiran orang lain.
33. Dengerin podcast sesuai minat.
34. Selalu belajar dimanapun dan kapanpun!
35. Investasi terbaik adalah pendidikan.
36. Storytelling adalah skill paling berguna.
37. Orang yang gasuka kita, kadang ga ngerti kita.
38. Investasi yang baik adalah investasi yang membosankan (duit)
39. Pastikan perjalanannya sama menyenangkannya sebagaimana tujuannya.
40. Hiduplah dengan cinta!
Ternyata dewasa tuh bukan soal paling sukses tapi paling bisa nerima hidup aja 😔
🚨 Julián Álvarez on why he left Manchester City:
🗣️ “At Manchester City, the competition was unbelievable. You’re fighting every day against world-class players, but as a footballer, you also want to feel important on the pitch consistently.
There were moments where I felt I deserved more game time, especially after big performances, but it’s difficult when you’re in a squad full of stars.
I respect the club, the manager, and everything we achieved together, but I reached a point where I wanted a bigger role and more responsibility.
I didn’t want to spend the best years of my career waiting. I wanted to play, compete every week, feel the pressure, and become one of the main players for my team.
That’s why I made the decision, it wasn’t about running away from competition, it was about wanting more from myself.”
ini pernikahan gue
nemenin suamik nonton anime kesukaannya setiap malem .
awal2 sebelum dapet pemikiran ini, gue tuh sering bgt ribut kecot aja sama suami .
dia pulang kerja capek mau disayang mau ngelakuin hobby nya mau me time, sedangkan gue nunggu dia pulang kerja juga mau disayang dan didenger ceritanya
suami gue umurnya 30th, dia hobby game mobile legend dan nnton anime .
sedangkan gue?? samasekali gasuka 2 hal itu, mau tau pun gada rasanya .
dia pernah bilang "yaudah makanya kamu ikut main ML biar kamu jadi temen main aku" gue coba tapi nyatanya gue beneran gabisa dan bosan.
tapi gue selalu kepo dia main sama siapa aja dan isi chatnya apa. huuu ..
makin hari gue mikir nanti dia lama lama ga betah sama gue karena gue ribet begini, terus ribut gada brentinya .
akhirnya gue coba masuk dunianya, gue coba mengerti nnton anime2 itu, karena dia kalo nnton fokus .
yaudah gue coba ikutin, dan akhirnya gue berhasil. anime pertama yg dia kasih tau gue itu film nya saitama, sampe gue blg "kenapa kalo lanjutan filmnya lama gini sih? ngegantung aja" .
terus dari situ dia nnton naruto, gue blg "emg seseru apasih film itu?" terus dy kasih gue dari eps 1, tapi dia seneng ceritain jalan ceritanya sambil nnton bareng.
meskipun kadang dia ngasih tau gue bbrpa eps longkap2 dan gue ga ngerti ya gue ttp nikmatin kebersamaannya aja,
padahal gue kadang suka lupa pemerannya siapa aja, jutsunya apa, klen mana 😅 tapi dengan cara ini . kita bisa samasama dapet benefit, dy berhasil ngelepasin capek didalem rumah ditemenin istrinya, dan gue???
berhasil minta disayang sambil nnton film kesukaan dia. kadang nnton sambil diusapin, digarukin, diciumin.
kalo laper ditengah film kita suka keluar buat beli cemilan baru lanjut nnton lagi .
sampe kita ketiduran bareng .
besoknya pulang dia kerja gue selalu siap nemenin dia lagi .
ngobrol seputaran " ini kenapa ko jutsunya aneh ya" "dia kenapa ko berubah jadi uler" "dia kenapa jahat" hahaha .
jadi suami gue pulang ontime (kalo gada yg urgent) yg betah dirumah karena dapet partner hobby.
anak gue? anak gue udah kebagian gue temenin nnton film dia itu di waktu sore, sedangkan buat diri gue sendiri? gue me time ketika anak gue tidur siang dan suami gue kerja .
jadi dalam sehari gue melakukan 3 hobby, gue, anak gue, suami gue
cc:threads