Tampaknya yg diperlukan bukan sekedar moderasi beragama, tetapi jg moderasi dlm sikap2 politik. Sebagaimana dogmatisme dlm sikap keagamaan menimbulkan dampak2 kurang baik, begitu jg dalam politik.
Yang sedang2 saja.
KAESANG
Banyak yang menganggap bergabungnya Kaesang ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menunjukkan keretakan Jokowi dan Megawati Soekarnoputri. Mereka melihat hal ini sebagai bentuk pembangkangan Jokowi pada Mega dan PDI Perjuangan. Bahkan tidak sedikit yang berharap PDI Perjuangan memberi sanksi pada Jokowi.
Saya ingin melihat fenomena ini sebagai peristiwa politik normal. Kaesang adalah individu merdeka yang memiliki hak menentukan masa depan politiknya sendiri. Karena itu tidak relevan menimpakan tanggungjawab pada orang lain (termasuk pada ayahnya) atas keputusan politik yang dia ambil. Tak ada atau tak perlu ada dosa turunan dalam politik modern. Tidak masuk akal memberi sanksi pada Jokowi atas keputusan politik Kaesang. Keduanya adalah individu merdeka.
Kita sebenarnya tidak tahu apakah keputusan itu atas perintah Jokowi atau bukan. Yang pasti, Kaesang adalah manusia dewasa yang memiliki keputusannya sendiri. Dia juga sudah punya keluarga sendiri.
Jauh lebih berguna melihat keputusan bergabung ke PSI sebagai strategi politik jangka panjang dari Kaesang. Di partai sebesar PDI Perjuangan, Kaesang hanya akan menjadi kader biasa. Sementara di PSI, dia bisa langsung menjadi bintang.
Mungkin juga ini semacam eksperimen politik bagi Kaesang untuk terlibat membesarkan partai yang baru tumbuh.
Saya menduga Kaesang melihat PSI potensial untuk membesar di masa depan. Partai ini, sejauh ini, berusaha membangun positioning ideologis yang cukup jelas. Mereka juga datang dengan gagasan-gagasan kebijakan baru antara lain ide mengenai layanan kesehatan semesta melalui BPJS gratis. Mereka cukup concern dengan isu-isu kebebasan sipil dengan memberi pembelaan pada banyak sekali kasus diskriminasi. Wakil-wakil mereka di parlemen daerah cukup konsisten mendorong akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan daerah. Mereka cukup aktif memberi respons atas semua isu yang berkembang di masyarakat.
Semua ini bisa dilihat sebagai langkah awal partai politik baru yang serius. Mereka memiliki potensi mengisi ruang kosong yang ditinggalkan partai-partai politik mapan yang terlalu sibuk menjalani ritual berburu kuasa yang tak habis-habis.
Semua itu terasa sangat relevan untuk politik masa depan yang akan diisi kelompok pemilih yang juga semakin kritis. Ke depan, rekam jejak dan tawaran kebijakan rasional akan menjadi pertimbangan utama pemilih mengambil keputusan di bilik suara. Saya percaya itu.
Tentu PSI banyak kekurangan, namun dibanding stok partai yang sekarang ada, PSI punya harapan. Saya menduga Kaesang melihat harapan ini. Dan harapan itu yang lebih banyak mendorongnya memilih berlabuh ke PSI.
Kita lihat perkembangannya.
SAIDIMAN AHMAD
@kaesangp@psi_id@RajaJuliAntoni
Sis & Bro, Refuse Derived Fuel (RDF) adalah satu solusi menuju lingkungan yang lebih bersih dan sehat.
Dari sampah menjadi bahan bakar, RDF bisa mereduksi penimbunan sampah dan emisi karbon dioksida.
Mari kita dorong RDF dalam penanganan sampah di perkotaan!
#KLHK #PSI #PartaiSolidaritasIndonesia #PeduliLingkungan #RefuseDerivedFuel #Sampah #teknologi #ZeroWaste
Dulu, Gus Dur pernah meminta maaf kepada keluarga korban pembantaian 1965-1966. Permintaan maaf itu dilanjutkan dengan mengupayakan berbagai tindakan pemulihan nama baik, rekonstruksi sejarah, dan mengupayakan pencabutan peraturan yang melanggar konstitusi.
Warga mendatangi sebuah rumah.
“Tidak boleh ibadah masal di rumah, harus di tempat ibadah!”
“Tapi kami belum punya.”
“Ayo dibuat.”
“Bagaimana izinnya?”
“Kami yg urus sepenuhnya, mengawal sampai terbit.”
Lalu, tiba-tiba Gusmin terbangun. Ternyata cuma mimpi.
Semoga jadi nyata.
Namanya cinta, segala yang berhubungan dengan objeknya akan menyeret jiwa kedalam kenangan akan yang dicinta itu. Bagi Syaikh Muhammad bin Sa'id Al Bushiri, merasakan hembusan angin dari arah Kadhimah atau melihat kilat berpendar di langit Idlam--
Tabarrukan dengan dua ulama besar, Syaikh Abdul Aziz al-Syahawi dan Kiai Afifuddin Muhajir. kedua ulama ini bisa disebut: faqih wa ushuli hadza al-Zaman. ahli fikih dan ushul fikih era ini. Semoga Allah memanjangkan umur kedua beliau.
Stasiun penuh sejarah. Akhirnya, Stasiun Garut kembali beroperasi setelah non-aktif sekitar 30 tahun. Kami buktikan bangunan tua, bisa tetap menarik. Tak lekang oleh waktu.
@KAI121@KemenBUMN@kemenhub151
Perbudakan modern adalah hal yg tidak bisa lagi kita tolerir..saya khawatir ini bukan satu2 nya tempat seperti ini. Keji& tidak berperikemanusiaan.👇👇👇
Bupati Langkat Punya Penjara Diduga untuk Perbudak Puluhan Pekerja Sawit https://t.co/oSI5kJ87ZD
Hi Sahabat Perempuan dan Anak. Kalau kamu mengalami kekerasan, segera laporkan ke Layanan SAPA 129 atau Whatsapp ke 08111129129. Jangan khawatir layanan ini bersifat rahasia dan tanpa biaya. #daretospeak 💪