STRICTLY-IN-CHARACTER: Kurelakan cita hancur di pelupuk, terpanggang getir tak terucap. Sebab dalam dada tumbuh renjana; tak lagi ingin berperang dengan luka.
ㅤㅤ
Entah eksistensi siapa yang menuntun perubahan pada atmosfer itu kemari. Tidak ada siluet pasti yang menuntut atensinya secara langsung, mungkinkah kepingan anomali yang diam-diam merobek sunyi petang ini, sesungguhnya bermula dari langkahmu,
@Disklosur?
ㅤㅤ
ㅤㅤ
Sarira gadis itu lantas bersandar lesu pada punggung kursi rotan. Ia meremas tengkuknya yang mulai berdenyut ngilu usai membungkuk berjam-jam di depan meja bimbingan. Masih saja bibirnya menggumam penuh cibir, tanpa menyadari keheningan di sudut redup itu berubah.
ㅤㅤ
ᅠ
Mata sang pemuda sempat menyapu ruangan secara acak melewati wajah-wajah yang tidak payah disimpannya di dalam memori, hingga pandangannya tersangkut pada sudut yang tidak pernah ia perhatikan sebelumnya.
Rambut legam dan figur familiar itu.
Si Nona Kunti, ada di sana.
ᅠ
𝐌𝐄𝐑𝐄𝐊𝐀 𝐘𝐀𝐍𝐆 𝐇𝐈𝐃𝐔𝐏 𝐃𝐀𝐋𝐀𝐌 𝐂𝐄𝐋𝐀𝐇 𝐓𝐄𝐑𝐒𝐔𝐍𝐘𝐈: Mengira perjalanan itu tak berujung, sebab usia muda begitu pandai samarkan rapuhnya takdir. Kala maut memungut satu nama, dua lainnya tak lagi temukan jalan 'tuk kembali bersua.
@TamagoPost ️️ ️️
️️
Kiranila Niranjani, sebaya. Aku, duh, sejujurnya bisa banget relate sama lirik itu. 😔 semangat buat kita, para pejuang kelulusan!
️️
️️
@TamagoPost ️️ ️️
️️
Younger by two years. Belum ada rencana apa-apa, tapi mungkin berkunjung ke rumah nenek karena mau ketemu my puppy. Kakak sudah ada rencana atau belum?
️️
️️