@Rocks90316@mas_veel Anda bangga karena anda mungkin bukan suku jawa.
Mereka tidak suka karena mereka adalah orang jawa.
Orang jawa tidak suka jika presiden Indonesia bukan dari suku Jawa.
Itu sudah rahasia umum.
Gak perlu munafik
@tishaaputri@mas_veel Pasti kamu orang jawa kan ? Karena orang jawa tidak suka jika salah satu presiden Indonesia membangun daerah diluar pulau jawa...
Mereka akan menciptakan beribu fitnah..
@Naandaa27 Perang takut ! Semua jabatan sipil dimau i , lama lama jadi pekerja serabutan tni ini , gak ada keahlian perangnya , hanya keahlian menakut nakuti sipil dengan lorengnya , kemudian jadi pelindung dan pelaku kejahatan.
@akfatta10569@guruhororer@indepenSumatera Emang sila dalam pancasila diterima orang jawa untuk dilakukan ?
Sila : keadilan sosial aja disaat seorang presiden menerapkannya yang paling sibuk fitnah dan mencipta hoax adalah orang orang jawa , supaya diluar pulau jawa tidak perlu dibangun.
@wifgoblin@guruhororer@indepenSumatera Kekuatan yang dimiliki oleh Indonesia hanyalah kekuatan pembodohan secara terstruktur.
Simpelnya supaya orang jawa bisa berkuasa selama-lamanya dimana -mana maka lakukan transmigrasi dengan alasan pemerataan penduduk.
Dan setelah dirasa merata cek peta kekuatan
Saya sebagai orang pusat "Pula Jawa", kurang sepakat dengan konsepsi "NKRI Harga Mati" dulu kita berawal dari keterpisahan, kemudian menyatu, maka ketika ingin berpisah lagi terlebih dengan alasan "kekecewaan yang mendalam" harusnya boleh. Atau minimal dipertimbangkan dengan referendum.
Negara ini terlalu besar, untuk SDM pemerintahan yang kacau dan orientasinya keruk jual-keruk jual. Hasilnya tidak fokus dan problemnya selalu pemerataan dari zaman Sukarno berdebut.
Saya sendiri masih ingat seorang Menteri asal Papua (Menhub) Freddy Numberi menulis sebuah artikel berjudul "NKRI Harga Hidup". Gagasan ini menjadi antitesis dari slogan-slogan kaku, dan ancaman terhadap kemanusiaan.
Bahwa kemerdekaan itu ialah Hak segala bangsa. 👍
@BangPino__ Banyak sertifikatmu dek gak guna jika kau tolol sama seperti mereka.
Jangan kau sombongkan sertifikatmu itu.
Jangan jadi anak bodoh kau ngikut ajaran bapak mamakmu.