Bagaimana kita bersikap?
Pertama: Ikut dukung gerakan ini dengan kado terbaik gibran jadi presiden
Kedua: biarkan prabowo memimpin sampai mimpinya terwujud, 2030 Indonesia bubar?
guys lu pada tau gk nih
prabowo pulang pulang dari perancis
langsung umumkan kenaikan pajak
untuk pt dan cv sebesar 22% dari omset
gambaran kalo usaha kamu punya
laba bersih 100 juta
maka 22 juta wajib lu setor ke negara
indonesia emang anehh
kaya dengan sumber daya alam
hampir penghasil nomor 1-5
nikel emas timah sawit dlll
tapi penghasilnya 80 % dari hasil
mempajaki rakyatnya sendiri
kasarannya uang hasil pajak
itu di pake buat biayain kunker prabowo
untuk MBG dan Kopdes
dari data terbaru ada 65,5 juta UMKM
di indonesia
maka siap siap bakal ada badai PHK
akibat kenaikan pajak ini
mau gamau owner mikir 2x biar bisa
tetap sustain
🌵 CACTUS JACK × NIKE TOTAL 90
The collab that will break every resale record on the planet.
Swipe through the full capsule and campaign →
Would you cop or pass? Drop your favorite piece below 👇
Menurut saya, dari tiga kali perayaan Persib juara, kali ini yang terburuk.
Bojan ngamuk, Haye ngamuk, Barba ngamuk, Jung ngamuk & Putros hilang hape. Ini semua fatal.
Kesalahan utama adalah pemilihan venue di Asia Afrika, berikutnya tidak ada pengamanan berarti untuk clear area sepanjang jalur konvoi.
Kalau mau contoh klub2 eropa sebenernya bisa. Jalur dibuat steril pake pagar barikade berikut dijaga oleh satuan pengamanan setiap 5 meter, jarak clear area 1-2 meter. Tapi ini nampaknya gak mau atau gak mampu? Entahlah.
Bobotoh juga sebenernya mau diatur kok. Contoh konkrit, pas match terakhir gak ada tuh yg turun ke lapangan seperti tahun sebelumnya. Ini berlangsung organik dari komunitas2 yg aktif bikin himbauan, senior2nya juga turun jagain. Lah pas hari H konvoi, sama sekali gak ada yang ngatur crowd di lapangan. Gimana mau teratur kalo gak ada yang ngatur?
Kritik ketidaknyamanan dari warga akibat konvoi jg sebetulnya valid, yang tidak itu anda-anda yang berlaku klasis & elitis sampai berlaku rasis! Mending menta hampura, bisi kena hukum adat.