Duka 135 nyawa di Stadion Kanjuruhan belum usai, dan tuntutan keadilan dari keluarga korban masih terus bergema. Namun di sisi lain, karier perwira yang terlibat saat itu terus berjalan langgeng.
Masih ingat dengan Kombes Pol Ferli Hidayat yang saat tragedi menjabat sebagai Kapolres Malang dan sempat dicopot? Saat ini dirinya resmi diangkat menjadi Koordinator Staf Pribadi Pimpinan (Koorspripim) Polri.
Justice for 135.
Trofi itu bahan bakar banter paling ampuh di sepak bola.
Bagi banyak pecinta sepak bola di ASEAN, Piala AFF itu ajang prestisius. Entah kenapa kok ada segelintir pihak sebut Piala Ciki. Sejauh apapun Timnas Indonesia melangkah, tapi kalau belum pernah angkat trofi di kawasan ya tetap ajah jadi bahan banter suporter negara tetangga. Contohnya ya seperti ini. Kemarin juga udah ditaunting pake tunjuk patch emas dari Nguyen Hai Long.
Karena ini sifatnya banter jadi kita mau balas seenggaknya pake foto ini ajah deh 😁
Pertandingan sepakbola adalah hiburan bagi banyak orang. Penontonnya beragam, dari bocah sampai mbah-mbah.
Kemasan tayangan dibikin have fun & santai, sepenuhnya jadi hak pihak pemegang siar.
Namun karena audiens tayangan sepakbola yang luas, baiknya diperhatiin juga aturan mainnya. Jangan los dol bebas semaunya.
Nonton sama keluarga lalu denger kalimat yang gak pantes kan ngurangi makna hiburan dari laga sepakbola itu sendiri.
Selamat pagi para penikmat kopi panas yang tetap diseruput meski sudah dingin.
Malam nanti, final Piala Presiden 2026 diselenggarakan di Bali mempertemukan Persib Bandung dan Persebaya Surabaya. Pertarungan antara dua tim tradisional ini dipercaya akan lebih mengedepankan aspek fisik ketimbang teknis lantaran masa rehat yang cuma 48 jam.
Ya, 48 jam. Gak peduli FIFPRO sudah menegaskan bertanding dengan waktu istirahat kurang dari 72 jam menempatkan pemain pada zona kritis yang berisiko tinggi memicu kelelahan ekstrem dan cedera. Toh, dalihnya ini cuma turnamen pramusim, bukan kompetisi resmi seperti liga, sehingga diyakini gak melanggar konsensus FIFA.
Apalagi, panpel Pilpres sudah punya tameng berupa restu (no objection) dari AFC setelah menggunakan kesepakatan bersama tim-tim peserta dan modifikasi aturan 12 pergantian pemain sebagai senjata. Modifikasi ini yang jadi kunci turunnya restu AFC, karena pelatih dinilai punya ruang luas untuk merotasi skuad guna mencegah cedera.
Panpel juga mengklaim turnamen memang dirancang untuk menguji kedalaman skuad, sehingga tim diminta untuk memaksimalkan seluruh pemain pelapis atau pemain mudanya, dan gak mengeksploitasi skuad inti secara penuh (meski yang lebih terasa mengeksploitasi justru jadwal dari panpel).
Celah itu yang dijadikan pelindung dalam menghadapi derasnya kritik. Nah masalahnya, apakah dengan turnamen yang dianggap prestise dan hadiah menggiurkan, Persib dan Persebaya bakal rela menginjak rem dengan merotasi skuad besar-besaran? 🤔
Pernah kerasa enggak.
Kadang, saat kita berhenti terlalu memikirkan apakah sesuatu akan berhasil atau tidak,
Eehh semuanya malah mulai berjalan.
Usaha tiba-tiba mulai bergerak ketika kita tidak lagi terlalu memaksa.
Hubungan dengan orang-orang baik berdatangan justru setelah kita benar-benar berhenti mengejar.
Kesempatan bermunculan ketika kita sudah sampai di titik, “Kalau datang, Alhamdulillah. Kalau belum, ya kita tetap baik-baik saja.”
Beda sama aura menyerah.
Ini hanya berhenti menjadikan satu hasil sebagai syarat untuk bahagia.
Karena saat kita terlalu ingin sesuatu berhasil, biasanya kita jadi terus mengecek, terus menunggu tanda, terus khawatir berlebih.
Dalam hati kita trus menerus berkata, “Tolong berhasil. Please. Kita butuh ini.”
Tanpa sadar, yang paling kuat terasa justru aura rasa kurangnya.
Seolah-olah hidup kita belum lengkap sebelum hal itu datang.
Tapi ketika kita mulai IKHLAS dengan apa pun hasilnya, tiba-tiba ada sesuatu dalam diri kita yang berubah.
Kita jadi lebih tenang.
Enggak terlalu takut kehilangan.
Enggak lagi merasa hidup kita kurang.
Kita mulai merasa, “Kita sudah cukup. Kita tetap berharga. Kita tetap kuat, apa pun hasil yang terjadi.”
Senyum pun terasa sangat mudah.
Dan mungkin, ENERGI seperti itulah yang ditunggu oleh Alam Semesta.
Energi dari versi diri yang paling siap untuk menerimanya berkah dan karuniaNya.
Karena kita tidak lagi mencari sesuatu untuk melengkapi diri.
Kita sudah utuh.
Jadi daripada terlalu sibuk memikirkan kapan semua keinginan itu datang, mungkin kita bisa mulai bertanya:
Kita perlu menjadi pribadi seperti apa agar siap menjalani hidup yang kita inginkan?
Kita fokus bertumbuh menjadi pribadi itu.
Lalu biarkan Alam Semesta membuka jalannya.
Teman-teman akhirnya saya punya Channel Youtube sendiri.
Akan ada 2 Podcast.
- Podcast Family 1001
- Podcast Pulang Praktek
Dan untuk Episode pertama Family 1001
Membahas tentang pola asuh, membangun mental, cara memandang finansial, hingga bagaimana ilmu penerbangan ternyata bisa diterapkan dalam kehidupan keluarga.
Saya perkenalkan Ayahku, Ibuku, dan Adikku.
https://t.co/Ig8CqWOJIP
THE POWER OF NETIZEN INDO 🔥
Klo masalah kulit menguliti org, netizen indo gausa ditanya, energinya kuat bgt wkwk
Data2 krusial nakes sampe alamat rumah, nomor wa & rekening bank bisa kebongkar & jadi konsumsi public
Suara netizen bener2 punya powerr klo semuanya kompak, nakes (termasuk dokter spesialis) yg kmrn hate comment di post alm Yurizal pada ketar ketir abis bikin heboh 1 Indonesia 🔥
Seorang pria meminta maaf setelah mengaku menggunakan akun milik istrinya yang berprofesi sebagai dokter untuk menghujat almarhum Yurizal Tri Chaerawan.
Dalam pernyataannya, Rabu (5/8/2026), ia mengakui lalai menggunakan akun sang istri untuk berkomentar dan meminta maaf kepada Yurizal dan keluarganya.
Bapaknya Nakes juga? Redaksi ketikannya kek nakes? Kalo bukan nakes agak ragu , apa pasang badan belain biniknya ?
Bagaimana menurut netizen X ?
KORUPSI PADA GEDE-GEDEAN , URUS PENDIDIKAN PADA ANGKAT TANGAN‼️
Kabar memprihatinkan sekaligus bikin elus dada datang dari dunia kepramukaan NTT.
Kontingen Pramuka asal Kabupaten Ende berhasil mencatatkan prestasi membanggakan dengan meraih Juara 1 Debat Forum Penggalang tingkat provinsi. Harusnya, kemenangan ini menjadi tiket emas bagi mereka untuk mewakili Provinsi NTT di ajang Debat Forum Penggalang tingkat Nasional.
Sayangnya, akibat keterbatasan anggaran, posisi peserta dari Ende terpaksa harus digantikan oleh kabupaten lain di NTT. Meski pulang dengan rasa bangga atas prestasi yang diraih, keputusan ini menyisakan kekecewaan atas minimnya dukungan finansial bagi anak-anak berprestasi yang membawa nama daerah.
Sangat disayangkan ya, prestasi anak-anak harus terhalang kendala anggaran. Bagaimana pendapat netizen x mengenai kejadian ini?
Saya up omongan Pascol bukan untuk main playing victim & sejenisnya sih.
Apa yang dia bilang itu bukan hal yang pantes dalam siaran bola. Salah besar.
Gak perlu whataboutism di sini. Sesederhana itu biar gak nggelinding ke mana-mana bahasannya.
Norma Zahara, pegawai salah satu rumah sakit di Tasikmalaya akhirnya muncul minta maaf.
Ia bukan dokter, melainkan pegawai database administrator di RSUD dr Soekardjo, Tasikmalaya, Jawa Barat.
Sebelumnya, ia memantik amarah netizen di Threads karena komentarnya yang dinilai melukai keluarga almarhum Yurizal.
Kata-katanya saat itu, menyebut korban orang miskin harta, miskin ilmu, miskin akal tapi pengen diistimewakan.
Tambahan lagi pernyataan bahwa 8 jam sangat-sangat wajar apalagi kalau itu RS rujukan nasional.
"Mungkin sekelas RSHS Bandung atau RSCM Jakarta kan? Boleh gue bilang sesuatu? LO G*B*OK BANYAK BAC*T," yang ditulisnya di Threads melalui akun Nouzzha-Kim.
Dari pengakuannya juga, kini keluarganya pun terdampak dari perilakunya itu.
Apa pembelajaran yang bisa kita dapat dari sini?
Terus mawas diri, berusahalah lebih peka situasi, dan jangan jadikan media sosial untuk niat buruk.
Satu hal yang perlu ditekankan dalam diskursus sensitif di media sosial: empathy first!
Mohamed Salah, kini telah resmi mendarat di Turki untuk menyelesaikan proses kepindahannya ke Trabzonspor setelah berpisah dengan Liverpool. Kedatangan sang "Raja Mesir" menggunakan jet pribadi langsung disambut dengan antusiasme luar biasa oleh ribuan suporter yang siap mengawal babak baru kariernya di Liga Turki.
📷: @Trabzonspor