@democrazymedia@ebithEBITH Judulnya provokatif. Ini tipe media yg bikin orang awam minim literasi jd kepancing emosi & share beritanya kemana-mana. Cuan pun ngalir. Gak beradab. Pdhl faktanya lokasi solat id tsb sudah keduluan dipinjam pihak lain. Tidak ada diskriminasi. Hati2 gaes.
@Ustadz_Ahong 3. Ya, hewan itu bertasbih, tp suara azan lebih mulia krn mengajak Muslim shalat dan setidaknya maknanya dipahami manusia ketimbang gonggongan meski hakikatnya tasbih.
@Ustadz_Ahong Bantahan
1. Muazin dlm kisah tsb bergelimang dosa&riya'. Apakah sama dgn semua muazin yg ada skrg?
2. Makna kisah tsb adalah bhw manusia seperti itu bisa lebih rendah daripada binatang. Bukan setaranya azan dgn gonggongan anjing.
Apakah tiap org benar shg tak boleh saling menyalahkan? Apakah membenarkan agama lain adalah toleransi? Bgmn cara pandang kita thd toleransi&kebenaran?
Berikut saya sampaikan sdikit uraiannya:
Pluralisme & Toleransi Agama | Muhammad Ridwan - https://t.co/MQ5XqLpIbm via @YouTube
Tapi lain cerita kalau orang2 skeptis ini koar2 di muka khalayak, misalnya di medsos.
Kalau mampu, maka perlu kita luruskan supaya orang2 tidak ikut keliru dan bisa menyimak pandangan yg benar.
Ya, meskipun sebenarnya orang pada umumnya itu tidak akan terlalu mendapatkan manfaat dari menyimak perdebatan.
Kenapa?
Krn kebanyakan mereka tidak dapat membedakan antara pendapat yg benar dan yg keliru alias bingung.
Skeptisisme (al-'inΔdiyyah) adalah penyakit ilmu. Pengidapnya selalu meragukan kebenaran yg telah jelas&mapan. Tak peduli meski seribu bukti dihadirkan atau orang paling otoritatif yg bicara, orang2 skeptis tetap keras kepala enggan percaya, bahkan lancang mendebat & berpendapat.
Di tengah kesimpang-siuran informasi ini, orang2 skeptis banyak bermunculan. Gara2 mereka, banyak terjadi kegaduhan, perdebatan, perselisihan, permusuhan, keresahan, bahkan hingga sebabkan nyawa melayang.
Orang2 skeptis ini termasuk bodoh&sombong (biadab). Bodoh krn mengikuti sesuatu yg tak jelas semisal teori konspirasi, sangkaan2 tak berbukti, mitos2 dsb. Sombong krn merendahkan otoritas & menolak kebenaran.