I've been raised from TV to the Internet Addiction Era, for believe that one day I'd be millionaires from being selebtweet/gram or blog/vloger Gods. Fucks!
Israel killed this little Palestinian girl in Gaza today.
They shot her while she was sitting in class inside a tent in Beit Lahia.
She was only 9 years old.
No headlines. No outrage. No condemnation.
Not a peep from the “international community.”
🚨HORRIBLE: A Palestinian child is in critical condition after being shot in the back by an Israeli sniper in Tulkarm, leaving him bleeding on the ground.
Para Pengkhianat di Palestina
Banyak yang bertanya kepada saya: mengapa Mahmoud Abbas, si “Presiden” Palestina, menghina HMS dengan menyebut mereka ‘anjing’? Apa benar, akhir-akhir ini HMS membunuhi warga Gaza? Apa benar, anggota HMS yang bermewah-mewah di Qatar?
Jawabannya: dalam setiap bangsa, selalu saja ada pengkhianat. Ga usah jauh-jauh, cek saja kondisi di negeri kita sendiri. Jadi, ga usah kagetan.
Di Palestina ada banyak partai politik. Dua parpol terbesar adalah Fatah dan HMS. HMS ini parpol, tapi punya divisi bersenjata. HMS berjuang dengan politik (diplomasi, negosiasi, ikut pemilu) dan dengan senjata sekaligus. Tokoh-tokoh politik HMS, sebagiannya tinggal di Qatar.
Kalau mereka tinggal di apartemen mewah, mungkin di antara jawabannya: masa jadi tamunya Emir Qatar yang luar biasa kaya raya [sampai kasih hadiah pesawat 400 juta USD ke Trump], tokoh-tokoh HMS itu dikasih hotel melati??
Adakah tokoh HMS yang memang korup? Sangat mungkin ada. Tapi, menyebut semua pejuang kemerdekaan HMS korup dan bermewah-mewah di Qatar jelas fitnah.
Partai Fatah pun dulu juga punya divisi militer dan angkat senjata, bertempur melawan Rezim Zionis. Tapi sejak Perjanjian Oslo 1993, mereka memilih berhenti angkat senjata.
Dalam pemilu legislatif 2006, Partai HMS menang melampaui Fatah. Peserta pemilu meliputi Tepi Barat, Gaza, Yerusalem timur. Banyak analisis menyebut bahwa kekalahan Fatah karena banyaknya kasus korupsi di partai tsb. Makanya Mahmoud Abbas julid banget sama HMS.
Setelah HMS menang pemilu 2006, Jalur Gaza diblokade Israel hingga hari ini. Tujuan Israel, agar perjuangan ala HMS tidak menyebar ke Tepi Barat.
Survei tahun 2024 terkait persepsi warga Palestina tentang korupsi menunjukkan hasil: 64% warga Tepi Barat memandang bahwa lembaga pemerintah melakukan korupsi; sementara 26% warga Gaza mempersepsi bahwa lembaga pemerintah melakukan korupsi.[1]. Artinya ketidakpercayaan publik Tepi Barat pada Fatah (pemerintah di Tepi Barat) jauh lebih besar daripada ketidakpercayaan publik Gaza pada HMS (pemerintah di Gaza).
Berharap di Palestina ga ada korupsi dan isinya orang-orang suci semua, jelas harapan aneh dan ga masuk akal. Para buzzer Zionis, silakan kalian cek juga data korupsi di negara junjungan kalian [Israel] dan kasus korupsi Netanyahu. Katanya mereka itu “bangsa pilihan dan biji mata Tuhan”? Eh, korupsi juga.
Nah balik lagi ke Gaza. Saya ada pengalaman pribadi. Selama masa genosida (Okt 2023-Okt 2025) saya sudah beberapa kali mengirim donasi ke Gaza. Uangnya dikirim dengan menggunakan aplikasi transfer non-bank. Uang itu diterima oleh rekan kami di Gaza, lalu dia beli bahan makanan, dimasak, dan dibagikan ke para pengungsi.
Pertanyaannya: lho, berarti bahan makanan masih ada di dalam Gaza? Katanya jalur bantuan ditutup? Kok masih banyak yang kelaparan?
Nah, inilah yang dilakukan para pengkhianat. Ada truk-truk gelap yang bisa masuk dari Mesir, lalu bahan makanan dijual di Gaza dengan harga mahal (misalnya, harga 1 kilo tepung 50 USD). Kok mereka bisa masuk, sementara truk-truk bantuan resmi tertahan di Rafah? Ya sangat mudah ditebak: ada oknum Gaza + oknum Mesir + serdadu Zionis yang kongkalingkong.
Atau, ada kelompok-kelompok pengkhianat yang merampas truk-truk bantuan yang masuk secara resmi ke Gaza; mereka bisa melakukannya karena ada perlindungan dari tentara Zionis. Lalu, oleh Israel dan buzzer Zionis, HMS dituduh sebagai pelaku perampas truk tersebut.
Saya kutip dari CNN Indonesia:
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengakui Israel telah membantu hingga mempersenjatai geng kriminal atau kelompok bersenjata di Jalur Gaza, Palestina. Melalui sebuah video yang diunggah Netanyahu di media sosialnya, ia mengakui bahwa langkah tersebut merupakan "hal yang baik" sesuai saran intelijen keamanan untuk melawan HMS di Gaza.[2]
Tak heran, ketika HMS menangkapi geng-geng ini, Panglima Komando Pusat AS (CENTCOM) -yang tidak pernah meminta Israel menghentikan genosida di Gaza – tiba-tiba mengeluarkan statemen meminta HMS untuk menghentikan "pembunuhan warga sipil" di Gaza.[3] Pascagencatan senjata Oktober 2025, HMS melakukan operasi besar-besaran melawan geng-geng pengkhianat ini; ada sejumlah orang dihukum mati.
Banyak lagi kejahatan para pengkhianat itu. Salah satunya: memotong uang bantuan yang masuk sampai 50%. Ini yang saya alami sendiri: dua bulan terakhir, rekan kami di Gaza bercerita bahwa uang yang diterima telah dipotong 50% oleh lembaga-lembaga keuangan non-bank yang beroperasi di Gaza. Jahat banget kan??!
Foto: skrinsyut video polisi Gaza menangkapi pedagang uang dan renternir, dan kesaksian warga Gaza bahwa saat mereka mau mengambil uang kiriman dari luar, ada potongan hingga 55% (artinya, cerita dari rekan kami di Gaza itu terkonfirmasi).
Nah, sikap kita ORANG LUAR gimana? Menurut saya, fokus saja di peta besarnya: mereka ini bangsa yang sedang dijajah. Kita bantu Palestina agar segera merdeka, segera terbebas dari kejahatan Rezim Zionis.
[Status Palestina sebagai negara jajahan sudah fixed ya, cek dokumen-dokumen PBB; yang masih meragu-ragukan status ini, berarti memang ga mau belajar atau memang sengaja memanipulasi fakta.]
Perkara bahwa di internal mereka ada friksi, ada yang berkhianat, ya instrospeksi diri ajalah; cek kondisi di negara kita sendiri kayak apa. Jangan malah membeo buzzer Zion: “Halah, mereka aja ga mau bersatu, korupsi pulak, gimana kita mau bantuin??”
Tetap Free Palestine.
Ref:
[1] https://t.co/NFNUX6dLCM
[2] https://t.co/2UBzIFcrC4
[3] https://t.co/i780Uwr2Hv
🚨🇮🇱 I CAN‘T STAND THIS PROPAGANDA ANYMORE.
Yes, I’m glad that Israeli hostages have been freed. And just as glad that Palestinian prisoners have been released. But a few things need to be made clear:
FIRST: It’s absurd that Israelis are called “hostages” while Palestinians are labeled “prisoners.” That’s propaganda. It’s the same thing: human beings who’ve had their freedom taken away, on both sides.
SECOND: The released Israeli hostages appear well-fed, smiling, not a single kilo lost. Clearly treated well under the circumstances. In contrast, the Palestinian prisoners look like they’ve just walked out of a death camp: emaciated, scarred, aged by years of abuse. Tortured. And no one talks about it.
THIRD: Everywhere I read: “Hamas killed all the women, only men were released.” That’s simply a lie. A malicious one. The women who were still alive had already been released in earlier exchange deals. But facts don’t matter when it’s time to push the next hate-driven narrative for $7000.
FOURTH: Everyone talks about a handful of Israeli hostages, but no one mentions the tens of thousands of Palestinian hostages abducted by Israel. Many of them children. Imprisoned without charges, without trial.
FIFTH: And no one talks about the tens of thousands of civilians killed in Israel’s genocide.
SIXTH: While the ‘ceasefire’ (it’s just a matter of time until Israel breaks it again) is being celebrated, radical Israeli settlers are still violently stealing land in the West Bank; with full impunity. They break international law daily, and no one seems to care.
SEVENTH: Politicians across the world are shamelessly cucking for Israel, offering blind support while refusing to even mention the crimes committed in Gaza, the ongoing apartheid in the West Bank, or the endless aggression toward neighboring countries.
EIGHTH: The same governments and media that claim to stand for human rights, international law, and “never again” are now either silent or fully complicit: funding, arming, and excusing an apartheid regime in real time. When Palestinian lives are dehumanized, erased, and bombed into dust, suddenly all those values vanish
So no, I will not take part in this propaganda. I will not whitewash Israel’s crimes.
And yes, I still stand by my words: A STATE LIKE ISRAEL SHOULD NOT EXIST.
Francesca Albanese exposed the “economy of genocide”:
‘In 20mnths Tel Aviv 🇮🇱 stock exchange grew by 213%’
‘An increase of $220bn’
‘For many companies, genocide=profit’
Profit from murdering 20,000 🇵🇸 children.
It’s true.
And the truth is disgusting.