Kami mengundang teman-teman untuk terlibat di Revius Webzine, baik dalam bentuk kontribusi tulisan, kerja sama, maupun magang. Info Lebih lengkap, sila ikuti tautan berikut ini: https://t.co/4lGf29gDlR
"ada kecenderungan bahwa sajak-sajak saat ini lebih berupa sampiran. Setiap selesai dibaca, terasa tak ada yang tinggal dalam ingatan.”
Esai dari Aslan Abidin berikut ini menjadi semacam kritik maupun catatan bagi penulis dan penggemar sastra.
https://t.co/TaFNsJoAPK
Sastra di Kupang sedang bergeliat kencang. Satu per satu penulis muda muncul dari ibukota NTT tersebut. Salah satu yang patut diperhatikan adalah Saddam HP. Kali ini, sajak-sajaknya mengisi kolom puisi revius webzine.
https://t.co/13mfF20acL
Nama Maria Pankratia, bukan nama yang asing di masyarakat literasi Makassar. Tahun 2017, ia tercatat sebagai Emerging Writer di MIWF. Kali ini, Revius memuat satu cerpen-nya tentang seseorang yang mencintai rok.
https://t.co/IJxCD5hHKe
Legitimasi dan legasi, dua dimensi yang menjadi faktor untuk menilai seorang pemimpin.
Satu esai dari @alwy_rachman berikut ini mengurai hal tersebut lebih jauh.
https://t.co/2t7o07cHms
Setelah sepuluh tahun, program serupa hadir dan melihat lebih jauh lagi tentang para pedagang, khususnya perempuan pedagang yang ada di Pasar Terong. Seperti apa hasilnya?
Baca selengkapnya di: https://t.co/kS1DB0gfer
Tahun 2009, Active Society Institute (AcSI) menginisiasi riset dan pendampingan terhadap pedagang di Pasar Terong. Hasilnya terekam dalam buku 'Dunia dalam Kota.'