being religious doesn’t mean you’re a good person. faith without kindness is just performance. beliefs don’t matter if they’re not reflected in empathy, accountability, and how you treat people when no one’s watching. character shows up in actions, not in labels or rituals
Kenapa bodoh sangat pemimpin Indonesia ni? What’s wrong with them accepting aid from other countries no matter how small or big. This is beyond fucked up. I feel sympathy for my Indonesian brothers and sisters in Acheh. My God.
Setuju. Lansia di atas 70 tahun harusnya gak perlu kerja lagi. 70 tahun mah udah waktunya pensiun. Tenaga dan ingatannya udah menurun. Apalagi kalo kerja jadi presiden
Pidato @prabowo soal banjir Sumatera dan pentingnya pendidikan lingkungan tampak lebih mirip didengar sebagai kemunafikan politik yang menutupi akar persoalan. Di satu sisi, ia mengucapkan duka dan menyalahkan pemanasan global serta kerusakan lingkungan, lantas mengajak guru dan murid menjaga hutan dan sungai; di sisi lain, pemerintahannya justru memperkuat model ekonomi ekstraktif lewat percepatan hilirisasi tambang, perluasan proyek energi besar (PLTA, PLTP), dan konsolidasi oligarki sumber daya di hulu DAS yang jadi ruang hidup warga di Aceh, Sumut, dan Sumbar.
Banjir bandang sepekan terakhir, jelas sebagai bukti krisis tata kelola—bukan sekadar cuaca—dan justru lahir dari ledakan izin tambang, kebun, dan proyek energi di kawasan penyangga dan hulu sungai, sebuah jejak kebijakan yang tidak disentuh sama sekali dalam pidato manis Prabowo.
Dengan menggiring narasi ke ranah “kesadaran individu” dan kurikulum sekolah, Prabowo menggeser tanggung jawab dari negara ke guru dan murid, seolah nasib banjir Sumatera ditentukan oleh seberapa rajin anak sekolah menanam pohon, bukan oleh pemerintah yang membagi-bagikan izin dan karpet merah investasi di hulu.
Analisis JATAM (https://t.co/1wTGomO0zc) tentang banjir Sumatera justru memperlihatkan bahwa aktor utama perusak hutan, pengubah aliran sungai, dan penghancur kawasan resapan adalah kebijakan negara yang memanjakan korporasi tambang, kebun, dan energi—kebijakan yang di era Prabowo bukan dihentikan, melainkan dipacu atas nama kedaulatan energi dan pembangunan nasional.
Dalam konteks ini, seruan “melindungi hutan dan sungai” dari mulut presiden yang mengawal ekspansi ekstraksi bukan hanya kontradiktif, tapi menjadi bentuk cuci tangan politik di atas lumpur dan puing rumah warga yang terseret banjir.
Malu ya karna kelen² yg ngakunya ibadah udah bagus, udah paling taat, tapi ternyata ga ngasih dampak apa² ke lingkungan makanya pas ngeliat org lain yg berpengaruh dan kebetulan bukan muslim, kalian "doain" dia buat join sisi kalian spaya kelen ga malu kali kan?
Rocky Gerung ketika walkout dalam sebuah acara dialog Televisi, menyatakan bahwa gagasan yang disusun pemerintah harus menjadi tanggapan atas sejarah dunia.
Alasannya, karena Indonesia
bagian dari sejarah dunia. Apa yang disebut Soekarno sebagai
"memberiken, Pancasila kepada Dunia."
Wujud ini sejatinya berbentuk solidaritas yang kongkret dari Indonesia terhadap situasi dunia. Itulah mengapa peran Indonesia dalam kancah dunia, terutama dalam konferensi terbesar negara terjajah, KAA, tidak diragukan:
Bahwa Indonesia mendukung kemerdekaan dan anti penjajahan. Reputasi itu dijaga betul meskipun harus menaggung resiko seperti dilarang ikut Olimpiade setelah menolak visa Israel.
Tentu saja sangat memalukan jika Indonesia menyatakan akan menjamin keamanan Israel, yang mana masih merupakan negara penjajah, apalagi ditambah dengan janji akan mengakui Israel.
Pernyataan ini juga, ternyata menjadi pidato yang dikutip oleh PM Israel dengan ditambahkan embel-embel "negara muslim terbesar."
Reputasi Indonesia sebagai inisiator KAA, keberpihakannya pada Palestina, hancur berantakan berkeping-keping oleh pidato Presiden RI pada peringatan 80 UNGA tahun 2025 ini.
Apalagi, dengan disebut PM Israel sebagai "negara muslim terbesar" memberi kesan bahwa mayoritas negara Muslim dunia sedang membuka hubungan baik dengan negara yang sedang berlumuran darah, karena melakukan Genosida live streaming selama dua tahun, dan puluhan serangan ke semua tetangganya.
Kehancuran reputasi Indonesia ini diperparah dengan kesopanan Indonesia untuk tidak menyebut Genosida di Gaza.
Nelson Mandela berkali-kali mengaku terinspirasi dari KAA yang di inisiasi Indonesia, berhasil meruntuhkan Apartheid di Afrika Selatan, sementara Indonesia kini bersopan ria dengan rezim apartheid.
Saya merasa malu, sangat malu.
RM25 sehari. Kalau kerja 8 jam, sejam RM3.
Kopi dia harga RM17. Kerja 6 jam baru boleh beli kopi.
Memang patut kena tembak mampus je kerajaan Indonesia mcm sial buat rakyat mcm ni.
"Tapi MBG bagus buat org miskin yang gabisa makan"
Tugas negara ngatasin kemiskinan itu bukan dgn ngasih makan gratis (apalagi beracun), tapi:
- mastiin ketersediaan bahan pokok
- mastiin rakyat bisa afford
Kalo ngasih makanan mateng mending buka katering jgn ngurus negara
kalian masih gk percaya di Indonesia ini banyak yang Tuhannya itu duit? contoh terbaiknya ya ini, semua pejabat yg menanggapi tragedi Affan selalu berfokus ke GANTI RUGI MATERI, bkn penegakkan keadilan.
bahkan mereka tidak ada yg mengutuk perlakuan polisi yg melindas Alm.