Alasan saya bisa kena godaan orang lain lah.
Padahal, saya lebih berbahaya jika dijahatin orang dalam, ketimbang orang luar.
25 tahun loh saya di Surabaya, benar-benar sendiri, tapi Alhamdulillah ga pernah jual diri.
Ga pernah juga dirugikan laki-laki hidung. Belang
Penasaran, sampai kapan saya bisa tahan hidup di sini ya.
Si Rey, yang bertahun-tahun hidup sendiri di kotanya orang.
Berkali-kali ga punya uang, teman-teman yang nyelamatin.
Padahal Masih punya ortu Dan Kakak.
Giliran saya pulang, macam-macam saja yang dipaksakan ke saya
Sudah niat untuk dihadapi semua.
Ternyata pas dengar,
"Rey, jangan pilih-pilih, kamu sudah punya ekor, kalau ada yang mau, ya terima aja!"
Auto keluar naga di kepala.
Wadefaaaaakkkkkkk!
Sehina itukah akoh?
Justru karena saya punya anak, sudah tuwah, harus banget pilih-pilih!
Kesal banget karena dipikir, masalah saya ini, karena saya ngambek-ngambekan.
Dia tidak liat apa gimana perjuangan saya menuntut tanggung jawab si laki itu sampai Polrestabes?
Judulnya Jumat penuh tantangan.
Lagi PMS, sampai kantor liat file kerjaan kemaren dihapus rekan kerja.
Trus berdebat sama rekan kerja sampai panjang.
Trus disuruh bermanis-manis ke papinya anak-anak biar kami baikan.
Jujur part yang akhir ini bikin KESAAAAAAALLLLLLL BANGET!
Akhirnya paham mengapa Temans Masih setia curhat di X
Karena aman ya ternyata π
Saya curhat di Threads, eh si Meta dong disebarin ke IG dan FB.
Ketauan banyak orang deh π€£
Tapi, di sisi lain, saya ga tega cuekin karena she is my family Dan baik banget aslinya.
Tapi di sisi lain,akoh juga sakit Pala dengan semua dramanya π π₯
Nggak enak banget dah jadi orang nggak enakan ini.
Padahal udah pernah merugi serugi-ruginya gegara sifat ini
Diriku cuman pengen curhat, betapa beratnya jika punya depresi family.
Baru aja buka blokiran 2 jam, ya ampooonnn energi akoh habis terkuras lantaran mendengarkan ocehan orang yang mentalnya memang terganggu karena kondisi Dan jalan hidupnya
Ada metode pembelajaran viral loh, yang cocok buat anak usia 3-7 tahun.
Tanpa koneksi internet, jadi kan lebih aman.
Bisa coba gratis loh
Penasaran? Baca : https://t.co/nKzXFLaqVD
#WinkSmartLearning
Lebih parah lagi, saya sebenarnya nggak suka tinggal di Buton, udah lama terbiasa dengan kehidupan di kota besar, bebas open minded, ga peduli dengan perasaan orang lain' sementara orang lain seenaknya sama saya.
Selama saya nggak mengganggi orang, ya ga masalah.
Di sini, beda!
Pengen nyesal mau aja pulang ke Buton, tapi ga guna juga.
Padahal udah paling bener stay di Surabaya terus.
Ngikutin proses hukum di Polrestabes Surabaya demi memaksa ayahnya anak-anak bertanggung jawab.
Setidaknya, mental saya Dan anak-anak aman, barang-barang juga aman
Mending di Surabaya deh, saya bisa urus surat keterangan ga mampu, anak-anak bisa pindah ke sekolah negeri Dan gratis.
Dan yang jelas, mental saya maupun anak-anak aman
Ditambah papinya anak-anak semakin ga bertanggung jawab, karena dia menganggap saya yang membawa anak-anak meninggalkan dia.
Teros saya bengong, ini anak-anak pegimana nasibnya?
Sementara di Buton susah banget cari duit, saya kerja gaji di bawah UMR, ga mencukupi
Lebih nyesek lagi, barang-barang penting yang saya bawa pulang ke Buton, malah habis terbakar karena rumah mama kebakaran.
Habis bis tanpa sisa.
Alhasil semua barang saya ludes, nggak punya uang buat beli, Kakak NPD menyerang saya terus, mama tak punya pendirian
Pulang ke Buton, bikin saya membuang banyak barang di Surabaya, karena ga bisa dibawa, ekspedisi mahal banget.
Alhasil cuman barang penting yang saya bawa.
Masalahnya adalah, di Buton itu, MAHALNYAAAAAA APA-APA, BELI ONLINE JUGA ONGKIR MAHAL BUANGET!