Lanjutnya..
Maka menjadi seorang manusia yg hakikatnya hamba, adl belajar untuk menikmati sesuatu yg bukan milik kita, sekaligus mempertahankan kesadaran bahwa kita hanya dipinjami..
ALL EYES TO KALIMANTAN, BORNEO.
YANG MASIH ADA EMPATI NYA TOLONG SEJENAK BACA INI, GW NGERASAIN SENDIRI KARNA GW DI KALIMANTAN.
Crazy, gw sangat gatau lagi gimana pemerintah menanganin keadaan indonesia khusus nya kalimantan ini udah darurat udah iklim besar, Media besar udah unjuk rasa ke kita. tapi apa ? yap yang di utamakan lagi dan lagi MBG.
KALIAN LIAT SENDIRI ANGGOTA PEMADAM YANG KURANG ALAT DAN TENAGA ORANGNYA SENDIRI DI KISARAN UMUR 35-40an.
GK KALIMANTAN AJA YANG KENA, NEGARA TETANGGA KITA KENA KHUSUSNYA SINGAPORE DAN MALAYSIA.
imagine AS pas Los Angeles terbakar aja ketar ketir walau kemampuan damkar mereka diatas Indonesia, kalimantan skalanya aja keknya dua kali lipat kebakaran LA, mana alat dan fasilitas seadanya.
adapun dengan ISPA, KASUS ISPA PERHARI INI MENCAPAI 174 RIBU ORANG DAN PALING PARAH 40 RIBU NYA ADALAH BALITA.
Negara macam apa ini punya 49 menteri, 57 wakil menteri, 26 wantimpres tapi ga ada satupun dari mereka yg membahas dan concern dgn kebakaran hutan di Indonesia
Rakyatnya berjuang utk bertahan hidup dgn kondisi yg buruk, tapi presiden beserta jajarannya ignore dan tdk peduli
Haji Isam ditunjuk langsung sama Prabowo untuk menangani penanggulan hutan yang terbakar di Kalimantan. Wallahi, we are finished. Nunjuk juragan sawit dan tambang buat ngurusin Karhutla. Ini mah bukan nyari solusi, tapi nyerahin kunci gudang ke malingnya langsung. Lord, save our lungs.
Miris bgt rasanya tinggal di negara ini. Di situasi yg sedang berduka apa pantas klu merayakan kemerdekaan dgn meriah disaat saudara-saudara kita di NTT, Aceh, Papua, Sumatera sedang mengalami kesulitan. Kenapa harus berpesta & tertawa, JAHAT bgt kalian semua
Orang dewasa punya standar tinggi kalau ketemu anak kecil.
Di mata orang dewasa, anak harus ceria, harus mau respon segala pertanyaan, harus mau salim, harus mengikuti norma sosial dengan perfect.
Anak kecil teriak dikit
"Gak diajarin ortunya ya?"
Anak kecil nangis
"Kok cengeng sih?"
Anak kecil slow to warm up
"Masih kecil udah introvert ya"
Anak kecil ikut ortu nongkrong, bosen, butuh input stimulus lain
"Rewel ya ternyata"
Kata gw mah elu yg rewel. Udah dewasa tapi judgemental banget ke anak-anak. Anak kecil tuh sedang belajar memahami dirinya sekaligus memahami dunia yang semua isinya tuh besar-besar. It gets too overwhelmed sometimes. It's a part of the growth process. Mari kita jadi orang dewasa yg wajar gitu lho.
مما تفضل الله عليَّ به أني قرأت هذا الكتاب وأنا في مطالع الشباب، فانتفعت به طيلة حياتي، وإني لأضم صوتي إلى صوت فضيلة الشيخ المبارك د.عبدالرزاق بن عبدالمحسن البدر، الذي يرى أنه من نعمة الله على الشاب أن يقرأ هذا الكتاب في بواكير حياته.
ومن الجميل أن تجتمع على قراءته #الأسرة كلها.
للحصول عليه:
https://t.co/XPpzQBNJOe
#كتاب #الداء_والدواء #ابن_القيم رحمه الله تعالى
#عطاءات_العلم
Semalam, khatib tarawih ceramah yg bikin gue overthinking..
Gimana kalau selama ini kita tuh cuma lagi pakai headset VR canggih? Dan realita yang kita lihat sekarang hanya sekadar "Simulasi"? 🤯
Dan saat kita mati, VR-nya dilepas, lalu kita terbangun dan menyadari... "Oh, ini toh kehidupan yang SESUNGGUHNYA"
"Kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah senda gurau dan permainan. Sesungguhnya negeri akhirat itulah kehidupan yang sebenarnya, seandainya mereka mengetahui" QS Al Ankabut 64
QS Al Ankabut itu nyebut jelas banget bahwa kehidupan dunia itu cuma GAME, kayak kita itu ada di dalam game RPG (Role-Playing Game) atau Virtual Reality.
Kita seolah-olah adalah player yang lagi login ke dalam game bernama "Dunia". Kita diturunkan ke server ini dengan satu Main Quest yang jelas: Beribadah, jadi manusia yang bermanfaat, dan ngumpulin bekal buat Endgame.
Tapi, instead nyelesain Main Quest, kebanyakan dari kita malah habis-habisan ngerjain Side Questnya. Side Quest-nya emang didesain super menggiurkan. Numpuk harta sampai triliunan, ngejar validasi sosial, gila jabatan, pamer kemewahan.
Kita habis-habisan grinding sampai lupa sama Main Quest-nya. Padahal waktu main (umur) kita di game ini ada limit-nya.
Terus suka kesel kan ngelihat orang jahat, licik, penindas, tapi hidupnya kelihatan "menang" dan enak banget di dunia?
Nah, sadar nggak sih, bisa jadi mereka itu cuma NPC (Non-Player Character) atau obstacle yang emang di-setting buat jadi ujian rintangan buat kita para Player?
Kemenangan orang-orang jahat itu semu. Mereka cuma "kelihatannya" aja menang, tapi ya itu simulasi aja.
Saat timer kita habis (mati), headset VR ini bakal dicopot paksa. Di momen kita "terbangun" di dimensi yang sesungguhnya, semua harta, mobil mewah, dan score duniawi tadi nilainya hangus jadi NOL BESAR.
Sekaya apapun di game, yang dihitung ya pencapaian kita di Main Quest kan? Sia-sia banget kalau waktu yang dikasih malah habis buat ngejar hal-hal fana yang nggak bisa dibawa log out.
Jadi tamparan keras sih buat diri sendiri pas lagi tarawih semalam. Kadang kita terlalu serius mikirin Side Quest sampai lupa kalau ini cuma mampir bentar.
Fokus ke Main Quest, Players. Jangan sampai pas VR-nya dilepas, kita cuma bisa nyesel karena salah prioritas.
Semoga di sisa waktu Ramadhan yang masih singkat ini bisa kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya.
kekayaan Sumatera milik nasional sementara bencananya tidak?
Ah, bahkan kekayaannya hanya milik segelintir orang. Bencananya ditolong rakyat senasional.
Yang seharusnya ngurus bencana lagi sibuk bilang "kami kira tidak akan sebesar ini."
Miris ya, dulu ketika Tsunami Aceh 2004, para gajah kalian nobatkan jadi pahlawan karena membantu evakuasi korban dari puing reruntuhan yang tidak bisa dijamah peralatan waktu itu. Sekarang, penguasa melibas habis rumahnya. Rakyat dibungkam UU KUHAP, gajah dibungkam deforestasi.
Lu liat sendiri kehancurannya! 604 nyawa melayang! Gubernur Aceh sampai menangis bilang ini Tsunami Kedua, 4 kampung hilang entah ke mana! Bupati terpaksa terbitkan surat "TAK MAMPU" karena sistem kalian bangkrut! Kalian tahu apa yang paling memalukan? Di tengah semua kehancuran ini, rakyat kami harus mengemis minta tolong ke Raja Thailand dan Brunei karena bantuan RI tak kunjung datang! Kalian lebih takut rugi gengsi daripada kehilangan nyawa!
Kalian hanya mengirimkan tangisan Eko Patrio, bukan ekskavator yang dibutuhkan!
Sekarang lihat prioritas kalian yang busuk! Kalian cepat sekali kerahkan Polisi untuk menangkap 16 warga Sibolga yang cuma cari makan, tapi headline jelas-jelas bilang: Penjarah Hutan Tak Tersentuh Hukum! Kalian melindungi gudang minimarket, tapi kalian membiarkan pembunuh lingkungan yang menyebabkan longsor ini aman! Dengar pesan dari korban selamat, Reni: "Jangan Tebangi Hutan Kami Lagi!" Kalian berjanji akan membangun kembali rumah, tapi janji itu omong kosong selama kalian masih melindungi cukong yang menjual tanah air kami!
Kalian sudah melihat aib dan bukti busuk ini. Jangan biarkan kemarahan ini jadi sampah yang berserakan di linimasa! Kalian tahu siapa yang patut disalahkan. Kumpulkan barisan! Ajak setiap jiwa yang punya darah panas dan hati nurani yang sama untuk ikut menyaksikan dan menyebarkan kebenaran yang tidak akan disensor ini.
Kalian menjual hutan kami, dan harga mati yang dibayar adalah darah rakyat! Kumpulkan suara. Kalian tahu ke mana harus mencari sumber suara yang tak mau minta maaf ini kan!
Hari ini ada perempuan dipukulin. Tempat medis diancurin. Orang dikejar-kejar. Kan, gak ada 24 jam buat DPRD Kota Malang bersih-bersih. Besok bagus lagi, besok ilang coret-coretan dan kertas-kertas itu, gak ada apa-apanya sama nyawa orang-orang yang dianggep kaya sabung ayam.