Assalamualaikum.
Apa kabar?
Alhamdulillah novel teranyarku yg berjudul Love Me Love You yg berkisah perihal kisah cintanya @QArianti terbit di @LenteraApp
Gimana sih caranya kalau mau baca?
Gampang banget!...
#lovemeloveyoutoo
Selama ini aku memang pegang dua ponsel untuk login akun ini. Ponsel A dan B. Nah, di ponsel B aku selalu gagal login akun ini, reset password pun nggak bisa baik lewat aplikasi atau web.
Nyobalah pindah pakai hp A dan melalui website, eh langsung bisa tanpa login...
Israel tiba-tiba minta sidang darurat ke Dewan Keamanan PBB, menuduh Iran pakai cluster munitions senjata yg dilarang.
Tapi dunia juga belum lupa selama bertahun-tahun Israel juga menggunakan bom fosfor putih di Palestina, yang juga merupakan senjata yang dilarang dalam perang.
Guys Prabowo baru saja digugat di PTUN Jakarta.
Bukan oleh partai oposisi. Bukan oleh politisi. Tapi oleh koalisi masyarakat sipil CELIOS, AJI, WALHI, Indonesia for Global Justice, dan beberapa organisasi lainnya.
Gugatannya soal apa?
Perjanjian dagang Indonesia-Amerika yang Prabowo tanda tangani tanggal 19 Februari 2026 tanpa persetujuan DPR. Tanpa partisipasi publik yang bermakna.
Namanya Agreement on Reciprocal Trade atau ART.
Dan ini bukan gugatan receh.
Pasal yang dilanggar sudah jelas. Pasal 11 UUD 1945 presiden mau bikin perjanjian internasional soal perdamaian, perang, atau perdagangan harus minta persetujuan DPR dulu. UU Nomor 24 Tahun 2000 tentang Perjanjian Internasional pasal 2 dan 10 juga dilanggar.
Sebelum gugatan ini masuk CELIOS sudah kirim surat keberatan resmi ke Presiden tanggal 23 Februari. Berdasarkan undang-undang Presiden punya 10 hari kerja untuk merespons.
Batas waktunya 9 Maret 2026.
Tidak ada respons. Tidak ada tanggapan. Tidak ada tindakan apapun.
Diam total.
Dan diam itu dalam hukum administrasi negara โ bukan berarti tidak ada masalah. Justru sebaliknya. Diam itu memperkuat landasan gugatan.
Dua hari setelah batas waktu habis gugatan resmi didaftarkan ke PTUN Jakarta.
Koalisi juga minta provisi agar PTUN menunda pelaksanaan ART selama proses sidang berlangsung sampai ada putusan berkekuatan hukum tetap.
Bhima Yudhistira dari CELIOS bilang sesuatu yang perlu digarisbawahi.
ART bukan perjanjian dagang biasa. Ini perjanjian yang secara fundamental mengubah arah kebijakan ekonomi Indonesia dari kedaulatan nasional menuju ketergantungan struktural pada kepentingan Amerika Serikat.
Dan ini perlu dikaitkan dengan yang sudah gw bahas sebelumnya.
Mahkamah Agung Amerika sendiri sudah memutuskan bahwa Trump tidak berwenang menentukan tarif dagang tanpa persetujuan Senat. Artinya fondasi hukum dari sisi Amerika juga bermasalah.
Malaysia sudah batalkan perjanjian serupa setelah putusan itu keluar. Bilang terang-terangan โ perjanjiannya tidak ada lagi.
Dan sekarang Indonesia punya dua masalah sekaligus.
Dari dalam perjanjian ditanda tangani tanpa prosedur konstitusional yang benar. Digugat di PTUN oleh masyarakat sipil.
Dari luar fondasi hukum perjanjian itu dari sisi Amerika juga sudah digugurkan pengadilannya sendiri.
Perjanjian yang dari dua sisi hukumnya bermasalah. Dan tidak ada satu pun penjelasan publik yang transparan dari pemerintah soal manfaat konkretnya bagi rakyat Indonesia.
Feri Amsari sudah bilang ini dari awal kalau presiden tidak patuh konstitusinya sendiri dan tidak ada yang bisa mengawasi karena DPR koalisinya satu suara yang hilang bukan sekadar prosedur.
Yang hilang adalah jaminan bahwa keputusan sebesar ini diambil dengan akuntabilitas yang seharusnya.
Tiga hari menjelang lebaran aku sembelit. Ikhtiar minum jus juga kimchi tetap nggak ada hasil.
Semalam nyoba minum vegeta, dan hari ini sukses bolak-balik kamar mandi ๐
Bisa pup tiap hari itu berkah.
Tolong jelaskan bagaimana mengumpulkan 30-40 anak dalam satu kelas dan belajar bersama dgn papan tulis/whiteboard lebih boros energi dari belajar di rumah masing2 dgn AC/kipas, webcam, dan internet..
BBM semata? Pasti negaranya gak punya trotoar layak jalan dan bus sekolah ๐
Di hadapan Dewan Hak Asasi Manusia PBB di Jenewa, anggota parlemen Hong Kong Dominic Lee membuat pernyataan yang mengejutkan:
"Barat berbicara tentang hak asasi manusia, tetapi membiarkan Israel lolos begitu saja setelah melakukan genosida.
Darah warga Palestina dan Iran ada di tangan mereka.
Apa kredibilitas moral yang dimiliki Amerika?
Sebuah negara yang diperintah oleh pengikut Epstein!"
Terima Kasih, Pernyataan Anda Mewakili Umat Manusia di Seluruh Dunia.
Gua bilang mah negara daripada ngajarin tepuk sakinah ke calon pasutri mendingan ngajarin:
- basic accounting dan finance dalam rumah tangga
- pertolongan pertama bagi bayi dan anak
- pengetahuan obat-obatan dasar untuk demam, diare, etc
- pengetahuan gizi keluarga
Jelas kepake.