Aku merindukanmu, lebih sering bukan hanya di jam tiga pagi saat dunia terasa sunyi, tapi di siang hari yang ramai, di saat-saat hidup terasa berat dan aku ingin sekali bercerita pada satu orang itu kamu.
aku sudah tidak mengharapkan apapun lagi, kali ini aku hanya mendoakan diriku sendiri, semoga setelah apapun yang terjadi, aku di beri banyak kebahagiaan serta jauh dari rasa sakit lagi.
Aku sekarang kalo dikecewain, cuma bisa berdoa. Ya Tuhan, aku gapunya energi lagi untuk bales atau marah-marah. Tapi tolong ganti dengan rejeki ku yang melimpah. Aamiin
Wahai hati, tolonglah tutup rasa ingin tahuku terhadap hal2 yang apabila aku mengetahuinya boleh membuatkan hatiku sakit, sedih, tak tenteram bahkan membuatkanku memikirkannya berpanjang-panjangan.
Ya Allah, kau mewahkanlah rezekiku sepertimana Engkau mewahkan rezeki mereka.
Bukakan pintu hatiku seluasnya untuk bersedekah dan buanglah perasaan riak serta takbur dalam diriku akan kejayaanku.
Jadikanlah aku manusia yang sentiasa bersyukur dan bersederhana.
aku mulai berperang dengan
pikiranku sendiri, mencoba menenangkan hatiku, memberi taunya bahwa mengungkapkan tidak akan mengubah situasi apapun malah akan membuatku seolah aku adalah manusia yang jahat.
Kalau kamu fikir aku akan hancur setelah kamu usik dengan mengajak banyak orang lainnya, kamu salah besar. Aku sudah tersusun dari banyak peristiwa, dan kita tidak setara akan hal itu.