Prabowo baru saja pidato 37 menit di hadapan kiai NU:
soal kebocoran negara, gaji guru, dan sistem yang rusak.
Pidatonya bagus.
Data yang valid.
Keprihatinan yang mungkin tulus.
Sayangnya ada beberapa hal yang tidak disebutkan.
-Sebuah Utas pendek-
Link pidato prabowo full : https://t.co/RzXyoZBnji
"Pak TU Kampus"
"Iya gimana?"
"Ini kok saya dapet UKT tertinggi? Penghasilan Orang Tua saya gak segede itu?"
"Coba saya cek, kasih nama sama NIM?"
"Debi Pak, ini NIM saya."
"..."
"Ini ibu kamu PNS? Dosen?"
"Iya, cuma Ibu saya lagi tugas belajar, cuma terima gaji pokok doang, UMR juga gak sampai. Bapak juga udah gak ada."
"Waduh, kalau PNS emang biasanya UKT tertinggi, memang gitu aturannya di kampus ini."
"Hah? Terus gimana Pak?"
"Coba kamu apply KIPK. Ini dicek ya syaratnya."
***
"Bu Dinas Sosial."
"Iya gimana?"
"Saya mau cek orang tua saya di desil berapa di DTSEN, saya mau daftar KIPK."
"Minta NIK orang tua ya."
"Ini Bu, tolong dicek"
"Sebentar ya"
"..."
"Ini ibu kamu PNS? Dosen?"
"Iya, cuma Ibu saya lagi tugas belajar, cuma terima gaji pokok doang, UMR juga gak sampai. Bapak juga udah gak ada."
"Waduh, kalau PNS pasti kehapus dari DTSEN. Dari jaman DTKS juga rutin diapus. Perintah menteri sosial. Memang aturannya gitu."
"Hah? Terus gimana Bu?"
"Coba kamu pakai surat keterangan tidak mampu atau slip gaji ortu buat daftar KIPK."
***
"Pak Lurah, saya mau minta SKTM buat daftar KIPK"
"Kamu bukannya Debi, anaknya Bu Lala, dosen di kampus itu?"
"Iya Pak"
"Lah, penghasilannya bukannya lumayan?"
"Iya, cuma Ibu saya lagi tugas belajar, cuma terima gaji pokok doang, UMR juga gak sampai. Bapak juga udah gak ada."
"Bentar saya cek dulu aturannya, Ibu PNS kan ya?"
"Iya Pak"
"Saya kemarin dapet instruksi dari Pemda sini, katanya kalau PNS gak boleh dapet SKTM. Jadi saya gak berani keluarin."
"Hah? Terus gimana Pak?"
"Coba langsung pakai slip gaji Ibu ke Dikbud."
***
"Bu Dikbud."
"Iya gimana?"
"Saya mau daftar KIPK, cuma data ortu saya gak ada di DTSEN sama Pak Lurah gak bisa ngeluarin SKTM. Jadi pakai slip gaji."
"Sebentar saya cek ya."
"Ini slip gaji ibu kamu? PNS? Dosen?"
"Iya, cuma Ibu saya lagi tugas belajar, cuma terima gaji pokok doang, UMR juga gak sampai. Bapak juga udah gak ada."
"Waduh, kalau PNS emang gak bisa daftar KIPK. Kemarin pejabat tim teknis KIPK udah bilang kalau PNS gak boleh sama sekali."
"Sama sekali Bu? Gaji Ibu saya cuma segini?"
"Iya. Bahkan Golongan I juga gak boleh. Memang aturannya begitu."
"Hah? Terus gimana Bu?"
"Coba ke bank aja sama Ibu, siapa tahu bisa ada pinjaman"
***
"Bu CS Bank"
"Iya gimana?"
"Saya mau ajukan pinjaman buat bayar UKT anak saya"
"Baik Bu, saya cek dulu"
"..."
"Bu Lala, setelah kita cek penghasilan dan riwayat finansial, kita gak bisa kasih pinjaman."
"Kenapa Bu?"
"Mohon maaf Pak, resiko gagal bayarnya tinggi. Saya gak berani Bu, nanti saya yang kena."
"Waduh, terus gimana ini Bu?"
***
"Pak TU kampus, saya gak bisa dapet KIPK Pak"
"Udah coba pinjam bank?"
"Gak bisa Pak, penghasilan Ibu saya gak cukup."
"Coba ini, perusahaan fintech yang kerjasama sama kampus"
***
"Mas fintech, kalau saya pinjam 12.5 juta buat UKT, saya mesti nyicil berapa?"
"Sekitar 1.3 juta per bulan selama setahun"
"Wah jatuhnya 15.5 juta dong? Bunganya 3 juta sendiri?"
"Iya Mbak"
"Waduh, itu segede biaya hidup saya euy. Gak mampu bayarnya"
"Memang aturannya segitu pinjaman kita."
***
"Pak TU Kampus"
"Iya gimana?"
"Misalkan saya mau nunda kuliah jadi tahun depan, buat ngumpulin duit dulu, bisa gak?"
"Jadi gak daftar ulang pertama?"
"Iya."
"Jalur apa?"
"Prestasi."
"Gak bisa, kalau udah lulus seleksi prestasi tahun ini, kamu diblacklist dari ikut ujian lagi tahun depan."
"Hah?"
Sehabis wawancara dengan korlap demo dari Aliansi Perempuan Indonesia, saya tanya ke mana mereka setelah aksi bubar.
Sebagian memang ada yang pulang, rata-rata pakai kendaraan umum seperti bus Transjakarta. Terpantau tidak ada yang bawa kendaraan pribadi.
Sebagian lagi ke mana? Ikut aksi kamisan di depan Istana. Wah, saya nggak bisa ikut.
Hormat saya atas perjuangan para perempuan yang jalan kaki dari Dukuh Atas ke Thamrin dengan cuaca terik dan dihalangi aparat. Tapi lanjut aksi kamisan.
"Di balik banyak hak yang kita nikmati hari ini, ada perempuan-perempuan yang dulu dianggap terlalu berisik."
Ini video saat di depan Halte Sarinah.
Kalau ada foto keikutsertaan massa aksi di kamisan boleh reply di sini. Terima kasih.
Hidup perempuan yang melawan!
Yang satu kerja pakai data, yang satu kerja pakai rating. Bedanya jauh, Prof. Ferry ngomongin angka inflasi 4,5% biar rakyat nggak kejebak antre minyak goreng. Si Bonie ngomongin rating TV biar pemerintah nggak kejebak malu.
Dibilang “jangan bikin panik" 🙄, lah gimana nggak panik kalau 2% di atas target aja dibilang “belum parah”?
Roma udah kebakar, masak disuruh bilang “hangat-hangat aja”? 😪
Prof Ferry bener bahwa ekonom itu jaga numbers, bukan jaga perasaan penguasa. Kalau numbers bilang 3, terus disuruh bilang 5 biar “market tenang”, itu bukan ekonomi. Itu sulap.
Setahun udah ngingetin, dicuekin. Giliran market panik, ekonomnya yang disuruh “ngomong asyik”.
Maaf, Bon, tugas profesor itu ngajarin realita, bukan jadi MC kondangan APBN.😤
Temanku di Banggai Laut, Sulawesi Tengah, cerita soal menu SPPG di sana yang menyajikan menu ikan lele fillet, padahal kami di Banggai tiap hari makan ikan laut.
Ikan lele itu dikirim dari Surabaya.
Parah2 ini MBG.
Temanku komen di konten YouTube @pandji
BEM FTI Universitas BSI sudah speak up kalau TIDAK PERNAH mengirimkan perwakilan pada konferensi pers tsbt.
Jadi.. atas nama Ahmad?! Yg katanya perwakilan dr BEM Fakultas Teknik UBSI? Ada yg mau claim?
Yah.. ketauan deh, Mahasewa 🤣🤣🤣 #IndonesiaGelap#demo
Wakil ketua DPRD Gerindra yang komentar pedas kepada pendemo dengan komentar "lagian siapa yang mau kasih lu makan, udah gembrot" diduga punya belasan dapur embege, Wow
Tiyo Ardianto, eks Ketua BEM UGM, kritik MBG, lalu terima ancaman penculikan, dikuntit orang tak dikenal, keluarganya diancam.
Sekarang dilaporkan ke polisi atas tuduhan hina presiden.
Yang melaporkan: Firdaus Oiwobo (gelarnya ga usah ditulis, pusing)
Orang yang sama yang:
a.naik ke atas meja di persidangan PN Jakarta Utara
b. dibekukan status advokatnya oleh Mahkamah Agung
c. dipecat dari Kongres Advokat Indonesia
Dengan lambang organisasi menampilkan granat, pisau, dan senapan.
Nama organisasinya: PEMBASMI.
Mahasiswa yang kritik kebijakan publik, dilaporkan hina presiden , oleh pengacara yang pernah dibekukan MA karena naik ke meja hakim.
Siapa sebetulnya yang perlu ditertibkan di sini?
Salut dgn pelajar ini, daripada dirinya konsumsi MBG, dia minta lebih baik dananya dialokasikan utk diberikan ke guru honorer, bahkan dia mengirim surat langsung ke presiden.
Pak @prabowo sudah baca surat tersebut?
5) Yang juga bikin marah:
- Nusron mengelak soal ratusan tanah adat yang dicuri buat food estate 🌾❌
- Sudaryono mengelak soal APBN bocor karena MBG & Koperasi Desa Merah Putih 💰❌
Mereka bukan hanya tidak merasa bersalah, bahkan juga menolak faktanya. 🤡
Dan Budiman Sudjatmiko memilih menghilang ketika ditanya soal nasib rakyat miskin & termarjinalkan (#kaburajadulu) 👻
Perlawanan tetap berlanjut, kami mengecam dengan keras proyek korup (MBG) masuk ke dalam anggaran pendidikan.
Dan kami pada Senin, 15 Juni 2026. Pukul 13.30 WIB, di Mahkamah Konstitusi.
- Ga bisa menangani bencana Sumatra? Dibelain.
- Keluar negeri terus? Dibelain.
- Kurban pakai APBN? Dibelain.
- Rupiah melemah? Dibelain.
- BBM naik? Dibelain.
- Harga kebutuhan pokok naik? Dibelain.
- PHK massal terjadi? Dibelain.
- Daya beli masyarakat turun? Dibelain.
- Utang negara bertambah? Dibelain.
- Pajak dinaikkan? Dibelain.
- Defisit melebar? Dibelain.
- IHSG anjlok? Dibelain.
- Lapangan kerja seret? Dibelain.
- Investasi mandek? Dibelain.
- Harga beras naik? Dibelain.
- Harga listrik naik? Dibelain.
- Program kontroversial jalan terus? Dibelain.
- Pejabat bikin pernyataan blunder? Dibelain.
- Kritik publik diabaikan? Dibelain.
- Demonstrasi mahasiswa diremehkan? Dibelain.
- Janji kampanye belum terealisasi? Dibelain.
- Menteri bermasalah dipertahankan? Dibelain.
- Kabinet gemuk? Dibelain.
- Anggaran membengkak? Dibelain.
- Kepercayaan pasar turun? Dibelain.
- Rating pemerintah turun? Dibelain.
- Apa pun yang terjadi: Dibelain.
Siapa pun yang mengkritik:
Disalahin.
Sesuci itu kah sosok yg pernah ada ISU HAM ini di mata kalian?