GOLLLLL KE-24 ERLING HAALAND!! MAN CITY GUSUR ARSENAL DARI PUNCAK PREMIER LEAGUE!!
11 GAMES UNBEATEN DI PREMIER LEAGUE: 8 WIN + 3 DRAW
MAN CITY KALO SUDAH DI PUCUK JELANG CLOSINGAN, SULIT DIGUSUR!!
Apa โheartbreak momentโ pertamamu di sepak bola? Pertama kali dirimu nangis atau sampe ngerasa patah hati karena this beautiful sport.
Masih inget momennya?
Semua orang sekarang rebutan pakai asam amino. Kios rebutan jualan.
โTanaman langsung segar!โ
โBikin buah gede!โ
Padahal 5 tahun lalu, gada ada yang kenal. Ada lagi asam humat, asam fulvat bikin petani bingung. Karena nggak paham bedanya.
Markibas - mari kita bahas ๐งต๐
Ini struktur biaya tanam padi per hektar:
Tenaga kerja: 25%
Pupuk: 22%
Pestisida: 18%
Olah lahan: 12%
Benih: 8%
Sisanya: irigasi + lain-lain
Lihat 2 angka terbesar setelah tenaga kerja? Pupuk + pestisida = 40%.
Kalau mendengarkam interview dari Hector, dia selalu bilang sekarang adalah fase kedua dari evolusi Timnas Futsal Indonesia.
Dia mau lebih banyak pemain yang punya pengalaman internasional, sehingga ga perlu bingung cari pengganti saat ada pemain yang berhalangan bermain.
Thread buat yang penasaran kenapa Indonesia bisa lolos AFF Futsal lagi?
Kemana pemain-pemain yang main di Piala Asia kemarin?
Yanag jelas ini bukan Timnas Futsal B, ini Timnas Futsal Masa Depan!
Yuk intip bentar penjelasan dari Coach Hector Souto..
Salut banget sama cowo tukang boong ๐ฅน
Barusan ada rekan kerja cerita,
Gara2 kebutuhan rumah yang makin hari makin meroket, dia milih untuk berbohong ke istrinya, kalo di kerjaan dapat benefit sarapan tiap pagi
Padahal realitanya beliau selalu sarapan gorengan 1 biji dan banyak2in minum air putih biar kerasa kenyang..
Demi apa? Biar istirnya dirumah gak kepikiran dan demi mencukupi kebutuhan sehari2 keluarga kecilnya (dia dan istrinya)
Gamau judging โcowo miskin, cowo ga efforrt, kalo susah gausa nikah goblogโ
Menurutku kata2 diatas jauh dari sifat beliau yg pekerja keras, sering lembur, bahkan bantu2 jualan dilapak org setelah pulang kerja.
Cuma aja keadaan negara ini yang bikin hal ini terjadi, dan kurasa bnyak org diluaran sana yang kurang lebih punya cerita serupa, cuma jarang ada yang nge up ke media..
Dan mau ngasih tau ajaa, ga semua cowo susah/miskin itu gamau usaha. Memang belum dpt jalannya aja.
Aku percaya, tiap orang punya jalan dan rejeki masing2 ๐ฅฐ๐
Ayo ayo ayo seng gaene komen nang postingan pertanian "Dipermainkan tengkulak" "Kok ora disumbangkan mawon" iso moco iki. valid bgt iki dilemane wong tani ๐๐ผ
Jadi begini warga yang Budiman dan budiwati menurut data BMKG ( bar mangan kudu guyon )
Tak jelaskan sedikit kenapa petani lebih memilih membuang hasil panen nya daripada memberikan ke orang lain yang kalian anggap lebih bermanfaat ,karena ini efeknya jangka panjang ,jadi jangan hakimi petani yang melakukan hal tersebut
Saya kasih tahu sebab dan alasannya
Saat panen melimpah, pasokan banjir tapi permintaan tidak ikut naik , harga bisa jatuh sangat rendah,saya kasih contoh ,misalnya harga Rp5.000โRp15.000 per keranjang besar, sementara biaya keranjang + tali saja sudah Rp9.000โRp11.000,
Membuang lebih murah daripada memanen, mengangkut, dan menjual karena
Biaya panen tenaga kerja+ transportasi ke pasar sering lebih besar daripada uang yang diterima.alias petani tambah merugi
Memberikan Gratis Justru Bisa Merusak Harga Lebih Parah (Efek Pasar Jangka Panjang)
Kalau petani bagi-bagi gratis dalam jumlah besar, masyarakat atau pedagang akan mengharapkan harga murah/gratis di masa depan.
Ini membuat harga di pasar sulit naik kembali, bahkan saat pasokan normal. Petani rugi berkepanjangan karena pasar "terbiasa" dapat barang murah.
Membuang sebagian hasil bisa mengurangi pasokan di pasar membantu harga stabil atau naik sedikit di kemudian hari,meski ini bukan solusi ideal.
Biaya Logistik dan Penanganan yang Tinggi untuk Donasi
Hasil tani seperti sayur dan buah sangat mudah busuk ,umur simpan pendek, butuh pendingin
Memberikan gratis memerlukan akan biaya lagi
Panen manual (biaya tenaga kerja).
Pengemasan yang layak.
Transportasi ke tempat distribusi (masjid, panti asuhan, atau kota).
Petani kecil biasanya tidak punya infrastruktur itu. Kalau dipaksakan, biayanya bisa lebih besar daripada nilai barangnya.
Di daerah terpencil, akses pasar saja sudah susah, apalagi distribusi donasi.
Tidak Ada Pembeli Tetap atau Infrastruktur Penyimpanan
Banyak petani bergantung pada tengkulak atau pasar lokal. Saat harga anjlok, tengkulak pun enggan beli.
Tidak ada gudang pendingin skala kecil yang murah , barang cepat rusak kalau ditahan.
Memberi gratis dalam volume besar juga tidak realistis karena orang yang mengambil biasanya terbatas, sementara hasil panen bisa puluhan ton.
Petani Harus Tetap Hidup dan Bayar Hutang
Petani punya biaya tetap pupuk, bibit, sewa lahan, hutang ke tengkulak/bank, kebutuhan keluarga.
Kalau terus rugi karena bagi gratis, mereka tidak bisa tanam musim berikutnya bisa bangkrut total.
Membuang adalah cara "mengurangi kerugian lebih besar" agar bisa bertahan untuk musim depan. Dalam case ini contoh timun itu dibuang disungai ituungkin hanya sebagian saja ,karena mereka juga harus berpacu dengan waktu untuk pengolahan lahan untuk ditanami kembali dan mengurangi kerugian dari mengeluarkan biaya transportasi
Petani bukan mau membuang hasil kerja kerasnya. Mereka terpaksa karena ekonomi yang keras,biaya > pendapatan, plus risiko merusak pasar jangka panjang kalau dibagikan gratis secara masif. Ini masalah struktural pertanian Indonesia , fluktuasi harga, ketergantungan tengkulak, infrastruktur lemah, dan rantai pasok yang tidak fleksibel.
Solusi jangka panjang hilirisasi (olahan makanan), koperasi petani yang kuat, gudang penyimpanan, kontrak langsung dengan buyer besar, atau program pemerintah yang serap surplus saat panen raya. Tanpa itu, fenomena ini akan terus berulang setiap musim panen melimpah.
Paham ya sampai disini ,atau ada tambahan lagi ?
Puancet aeee. Arah ngetan tidak pernah aman. ket calo, copet, tukang gendam, dodol manuk, dodol jam emas tas e kari dsb. Jare teko mataram kate nang bandung tapi logate meduro. ๐คฃ