Cinta itu seperti kehidupan
Berliku dan penuh tantangan
Seketika bahagia dan seketika menyakitkan
Kita hanya perlu yakin bahwa setiap masa memiliki waktu dan waktu memiliki masanya sendiri, teruslah berpegang pada sesuatu yang telah menyentuh kedalaman hatimu.
Cinta datang bagaikan daun kering yang berjatuhan, seperti angin menerpaku untuk jatuh kedalam pelukanmu, mendiami diri dalam setiap belaian kehangatanmu.
@senjaamu Banyak cinta yang datang tapi rasanya lebih sulit mencintai 1 wanita di bandingkan harus mencintai 100 wanita, tak pernah tau esok ada atau tiada setidaknya aku tau siapa yang kucintai.
Gemuruh merajalela terdengar sampai ke pelosok ibu kota, merintih, menangis, apa yang kau dengar hari ini?? Dan apa yang kau rasakan hari ini?? Dia semakin membara memisahkan jarak antara kemungkinan dan ketidakmungkinan.
ketika saya mengucapkan selamat kepada seseorang yang sedang merayakan cinta dengan pernikahan, dia membalas ucapan saya dengan sebuah kalimat:
"terima kasih, semoga doanya tembus ke lelaki masa depanmu pula."
singkat, hangat, dan kuaminkan dengan serius.
Sesak di dada
Tanpa bekas luka di raga
Seorang petualang yang hilang tak menemukan jalan pulang
Mendiami hati yang sunyi menghilang dicintai
Seorang gadis membelah seorang pemuda dengan cita-citanya
Begitu pula rindu, hamparan laut dalam diantara temu atau ketidakpastianmu.
Melihat beberapa moment yang tak terlupakan, sebuah cerita atau perjalanan yang panjang bukan?? Dan sampai saat ini aku pun tak tau caranya berhenti untuk mencintaimu dan aku pun tak mau itu, tapi rasanya ada sesuatu yang berusaha membuatku diam untuk mencintaimu. Kau tau??
Aku masih bisa merasakan saat pertama kali rasa dingin yang melaju dengan kecepatan hatiku, saat sebuah penantian yang memuakan, rasa rindu yang menggebu dan hari itu aku akan menuntaskannya dengan bertemu denganmu
Sesaat pikiranku hening
Kau berjalan di atas tanah penuh perjuangan
Kau berpegang pada satu keyakinan
Hidup penuh rasa dendam
Sesekali kau beristirahat
Menghabisi kekosongan
Menggoreskan sedikit kisah perjalanan hidup yang panjang, tanpa sedikit pun melirik bagaimana kembali mencintai.
Aku mencintai teman-temanku,
tidak dengan hatiku atau pun dengan pikiranku.
Pada kenyataannya,
Hati bisa berhenti. Pikiran bisa melupakan.
Aku mencintai dengan jiwaku.
Jiwa tidak akan pernah berhenti atau melupakan.