Guys, Helmy Yahya ngobrol bareng Koiyocabe dan obrolannya bikin gue mikir panjang.
Bukan soal gosip.
Bukan soal drama.
Tapi soal satu pertanyaan yang makin relevan hari ini:
Kenapa anak muda sekarang makin berani dan apa yang sebenarnya sedang terjadi di seluruh dunia?
Mulai dari fakta yang bikin gue terdiam.
Di Nepal seorang rapper berumur 34 tahun, mantan insinyur, menang pemilu dan jadi Perdana Menteri. Kabinet yang dia bentuk 67% berusia di bawah 40 tahun. Menterinya ada yang DJ. Ada yang aktivis. Bukan dari dinasti politik lama.
Ini bukan kebetulan. Ini pola yang berulang di seluruh dunia.
Thailand partai orang muda menang telak di 2023, tapi digoyang secara hukum dan tidak jadi memerintah. Anak mudanya sampai sekarang masih tidak terima.
Nepal 2024 mahasiswa dan Gen Z turun ke jalan setelah 26 platform media sosial diblokir pemerintah. Menteri dikejar. Dilempar. Dipukul. Rumah PM dibakar.
Bulgaria atap stasiun runtuh, terungkap gara-gara korupsi, anak muda turun semua dan gulingkan pemerintahan.
Dan Indonesia Agustus 2024. Lo pasti ingat.
Kenapa sekarang bukan dulu?
Koiyocabe kasih jawaban yang menurut gue paling tepat:
Dulu ada korupsi kita enggak tahu. Sekarang ada korupsi dalam hitungan menit kita tahu. Dan numpuk. Numpuk. Numpuk. Sampai akhirnya ada momen di mana kita ngerasa: ini enggak bisa dibiarkan.
Generasi sebelumnya protes? Paling kirim surat pembaca ke koran belum tentu dimuat. Tidak ada komentar langsung. Tidak ada viral. Tidak ada yang merespons.
Sekarang? Lo upload satu jam sudah jutaan yang tahu. Dan lo terinspirasi dari yang dilakukan anak muda di Nepal, di Thailand, di Bangladesh karena lo lihat itu semua di feed lo hari ini.
Yang bikin anak muda marah bukan cuma korupsi.
Ada satu video yang Helmy ceritakan seorang anak muda marah-marah di media sosial:
Baby boomer inilah yang merambah hutan. Buka lahan sawit. Buka tambang. Dapat duitnya mereka. Yang dapat banjirnya, dapat tsunaminya kami.
Dan Helmy sebagai representasi generasi yang lebih tua mengakuinya:
Kita mewariskan persoalan untuk mereka. Bukan ilmu. Bukan nilai. Tapi masalah.
Tapi ada satu catatan dari Helmy yang juga penting.
Anak muda lebih berani. Lebih ekspresif. Lebih anti korupsi. Lebih peduli lingkungan. Lebih nasionalis lihat kalau Indonesia lawan Malaysia, mereka yang paling galak.
Tapi satu yang kurang kata Helmy dan Koiyocabe sama-sama setuju:
Tata krama dan etika dalam komunikasi.
Meng-approach orang lebih tua dengan eh, kalian mau apa sih? itu bukan keberanian. Itu kurang ajar. Dan itu yang menutup pintu dialog yang sebenarnya bisa membuka banyak hal.
Kalau kalian mau didengar belajar juga cara ngomong yang bikin orang mau mendengar.
Dan ini yang paling dalam dari seluruh obrolan ini.
Helmy bilang dia tidak bisa mendidik anaknya seperti cara bapaknya mendidik dia.
Dulu: anak ngadu dipukul kepala sekolah malah ditambah dipukul sama bapaknya sendiri.
Sekarang: dimarahi guru diaduin ke polisi.
Beda dunia. Dan kita tidak bisa pakai cara lama untuk generasi yang baru.
Anak Gen Alpha itu kalau kita melarang sesuatu mereka tanya kenapa. Dan kita harus bisa jawab. Kalau tidak bisa jawab kita yang kehabisan argumen.
Akun IG aparat es gabus sekarang digembok. Bukti kalau dia minta maafnya cuma karena kepepet dan akan tetap bebal gak mau dengerin kritik masyarakat.
Setelan pabrik sejak dari pendidikan mereka.
Update Inisiatif Ferry Irwandi Bantu Ekonomi Aceh Tengah dan Bener Meriah dengan Komoditas Cabe
Per dini hari tadi (16/12) cabe yg dibeli dari Aceh telah sampai di Jakarta untuk didistribusikan.
- Pesawat kargo Jakarta β‘οΈ Aceh terbang membawa bantuan.
- Pesawat kargo yang kembali dari Aceh β‘οΈ Jakarta terbang membawa komoditas cabe yang dibeli dari petani Bener Meriah.
Kita terus menyalurkan bantuan, kita terus berupaya menggerakkan ekonomi warga.
Begitulah manusia kalau sudah marah, apa saja di trabas.
Semoga keadaan segera kembali teduh dan gak semakin menjalar ke-mana2.
Soal kenapa marah saya kira para pakar lebih taulah apa sebabnya dan bagaimana jalan keluarnya.
Untuk yang berduka saya ikut berduka π²π¨
Terima kasih untuk pemain, pelatih dan ofisial Timnas Indonesia U-23 yang sudah bekerja keras dalam ASEAN U23 Championship 2025. Dan tentunya terima kasih juga suporter yang selalu setia berdiri mendukung Timnas U23. Apapun hasil yang diraih, kami akan selalu mendukung.
Ini akan menjadi pengalaman berharga bagi kami sebelum tampil di Kualifikasi Piala Asia U23 2026 yang akan digelar pada September mendatang.
βAnimasiβ masih terbatas di satu kategori?
Lalu dianggap βnon cerita panjangβ?
Padahal kami:
- Bercerita
- Panjang
- Ada skenario original
- Ada editing
- Ada tata suara
- Ada aktor
- Ada sutradara
Semua elemennya sinema.
Produknya sinema.
Animasi. Adalah. Sinema.
Sikam Bhara suporter klub Bhayangkara Presisi Lampung FC yang lahir di Hari Kebangkitan Nasional 2025
Pendiri Sikam Bhara, Junaidi mengatakan, mereka akan mendukung Bhayangkara Presisi Lampung FC dengan harapan para supporter tidak anarkis.
π£οΈπ’Suara perut suara perut