Cobaaaa tebak gua kapan kayanyaaa, kalo selesai dari satu destinasi bukannya nabung, malah mikirin mau ke destinasi mana lagiii. Kalopun nabung juga dipake untuk ke destinasi lainnya
@txtdrimedia Sesuai penjelasan di bawah: Padahal si cewek cuma bisik-bisik makasih ke temennya, tapi KDM-nya aja yang nyinyir & cari panggung! 😭
Udah dia yang nyuruh maju, dia juga yang permaluin di depan umum. Bener-bener pejabat yang haus validasi & flexing bantuan!
@glxssie Sebelum lu jadi presiden ada ribuan kantin sekolah yg juga udah jalan dan gak pake anggaran negara wo...gak dikorupsi dan ga banyak bacot..
Tujuan lu kan awalnya stunting kok skrang malah soal lapangan kerja ..
Proyek ngawur bikin gendut circle lu doang
Laporan analisis terbaru Harian Kompas melempar alarm ekonomi paling mengerikan tahun ini: Setelah fenomena "MANTAP" (Makan Tabungan), kini masyarakat kelas menengah-bawah meluncur ke fase "MATANG" (Makan Utang) hanya demi mencukupi kebutuhan perut sehari-hari.
Ketika Istana sibuk mengklaim "fundamental ekonomi bagus" & pertumbuhan di atas 5%, data OJK & Bank Indonesia per Mei 2026 justru membongkar kenyataan berdarah-darah di lapangan.
1. Pinjaman Konsumtif Meroket Rp160,7 Triliun.
Total saldo utang dari Pinjol (Pindar), Kartu Kredit, dan Paylater melonjak 26,4% (YoY) menembus Rp160,7 Triliun. Pinjol memegang porsi terbesar hingga Rp103 Triliun, sementara pembiayaan Paylater tumbuh paling liar mencapai 42,04%.
2. Pegadaian Kebanjiran Warga yang Gadai Barang.
Pembiayaan industri Pegadaian meledak 57,97% (YoY) menjadi Rp131,2 triliun, di mana 84% di antaranya adalah rakyat yang terpaksa menggadaikan barang berharga demi bertahan hidup.
3. Tsunami PHK Sektor Riil
Sebab utamanya dibeberkan oleh CELIOS (Nailul Huda): badai PHK sektor riil kian tak terkendali. Data Kemnaker per Juni 2026 mencatat korban PHK melonjak 23 kali lipat dalam sebulan (dari 829 orang di Mei menjadi 19.530 orang di Juni).
4. Konsumsi Semu Hasil Numpuk Cicilan
Guru Besar FEB Unand (Prof. Syarifuddin Karimi) menegaskan: tingginya angka belanja warga hari ini bukan karena pendapatan riil naik, melainkan ditopang utang berulang . Warga terjebak lingkaran setan cicilan yang siap meledak menjadi krisis kredit macet (NPL) dan pemicu kriminalitas sosial.
Inilah dampak nyata dari kebijakan fiskal ugal-ugalan: APBN dibakar ratusan triliun untuk proyek pemborosan non-produktif, sementara sektor riil dibiarkan sekarat, BBM dinaikkan, dan daya beli rakyat dihancurkan. Mengelola negara itu menggunakan rasio ekonomi riil, bukan modal omon-omon klaim statistik di atas kertas.
Video ; kompas tv
"Monyet yang rakus hanya bisa menghabiskan dua tandan pisang,
Gajah yg mengamuk hanya bida merusak 10 pohon saja,
Tapi manusia rakus dengan akalnya bisa membakar hutan, merusak pulau, dan gunung!"
-media askar
Rakyat sudah di titik jenuh, turun ke jalan karena keadilan makin sekarat !
Lucunya, di saat Jakarta memanas begini, TIDAK ADA SATUPUN stasiun TV nasional yang berani menyiarkan.
Pemerintah pura-pura buta
Media dipaksa tuli dan bisu dari aspirasi mahasiswa
Sengaja dibungkam atau gimana ??? 🙄🤔
Biar dianggap Indonesia baik-baik saja 😎
Biarlah netizen yang bergerak 💪
Biar medsos yang jadi saksi !!!
#ReformasiDikorupsi
#MosiTidakPercaya
@creeping5ilence Harusnya pemerintah fokus memastikan demo berjalan aman dan tertib, bukan penyampaian informasi ke publik malah dipersulit, padahal masyarakat itu hanya menyampaikan aspirasinya
Tapi sering kali suara Rakyat kecil diabaikan bahkan di bungkam
@txtdrimedia Londo Ireng : Leluhur atau kakek buyut Pres Prabowo Subianto yang disebut terlibat dalam penangkapan Pangeran Diponegoro adalah Benjamin Thomas Sigar, atau lebih dikenal sebagai Kapten Benyamin Sigar. Ia merupakan keturunan dari pihak ibu, Dora Marie Sigar (nenek dari pihak ibu).