Walah, walah. Kapal perang modern itu filosofinya dan ancamannya aja udah beda sama era WWII mas. Zaman dulu, kapal perang itu kan armornya tebal-tebal karena buat nahan tembakan dari meriam besar lawan. Cuma, sejak adanya torpedo modern dan rudal anti-kapal modern buat armor tebal itu gak efektif lagi.
Kapal perang zaman sekarang itu jadinya meninggalkan konsep armor tebal, beralih ke stealth (bentuk lambung dan superstruktur khusus buat RCS kapal lebih rendah), manuverabilitas tinggi (buat hindarin serangan), sampe ke active defense (CIWS, SAM, & ECM).
Jangan lupa mas, salah satu musuh kapal perang modern itu juga bobot kapal. Plat tipis + baja high-strength low-alloy (HSLA) atau high-tensile steel itu bikin kekuatan struktur kapal yang cukup, tapi bobot jauh lebih ringan.
Buat para warga yang penasaran ini barang apaan kok muterin Pulau Jawa?
Ini BUKAN drone/UAV Reaper milik Amerika Serikat.
Ini adalah UAV ANKA-S milik TNI Angkatan Udara yang tengah melaksanakan latihan rutin. UAV/Drone jenis Medium Altitude, Long Endurance/MALE buatan Turkiye ini tiba di Indonesia sudah sejak 2025 lalu. Trus kenapa terbangnya ngelilingin pulau Jawa mas? Kok nggak dari satu Lanud ke Lanud lain? Kalau menurut pendapat saya pribadi, ini Drone lagi latihan terbang menggunakan sistem navigasi BLOS/Beyond Line Of Sight. Tulisan REAPER03 itu nama Callsign/Nama Panggilan yang di input di sistem ADSB Transponder nya. Btw UAV ini pangkalannya di Lanud Supadio, Pontianak. Jadiii ya sebelum ngelilingin Pulau Jawa, dia udah nyebrang juga dari Pulau Kalimantan.
Keren kan? Hehe
Foto barangnya itu screenshot an dari reels IG nya Pusat Penerangan TNI ya..
NB : Pantesan kok dapet WA kaya gitu tadi pas lagi berobat ke Klinik, ternyata si Kebab satu ini udah mulai jalan-jalan jauh toh. 😅
The White House is considering a plan to buy the Chagos Islands from Mauritius, bypassing Britain, who has indicated that it plans to cede the strategically important island chain in the Indian Ocean, which is located close to both China and Iran, according to The Telegraph.
Under the plan, which is one of several proposals drawn up by senior officials in the Trump Administration, the United States would take full control of the Chagos Islands and Diego Garcia, a strategic air base jointly operated by both the U.S. and United Kingdom.
CFD test of the alleged Area 51 craft spotted in recent IR/thermal imagery (structure seems to be a mix of the X-36 and the Bird of Prey).
Four-regime Mach sweep: M0.8, M1.1, M2.0, M3.0. 2D Euler Simulation only, but the silhouette is wild.
brengsek 😭😭
akutu tadi mau bahas ya, sebenernya perubahan anatomi kek werewolf tu bisa bikin yang berubah mati di tempat.
karena pertumbuhan tulang, rahang, dan beberapa bagian tubuh secara singkat tuh sakitnya luar biasa.
endingnya malah berubah jadi patung KORAMIL 1123 😭
We used to have a dedicated guy in the juris who worked nighttime construction site security. He saved up to buy Gen 3 NODS & laid on the roof of his truck watching the sk. He saw all kinds of stuff, would describe it & sometimes draw it. I'm almost sure he drew this sometime in 22
Orangtua yg baik pada dasarnya akan terus mengupayakan yg terbaik buat anaknya - terlepas keterbatasan ekonomi yg ada.
Makanya paling jijik sama logika orang indon yg punya asumsi :
- orang miskin = bad parents karna duitnya ga ada
- orang kaya = good parents karna bisa ini itu
> beli pesawat rusia buat diversifikasi
> yg beneran bisa dipake cuma pesawat amerika
> cuma muncul di poster" buat aurafarming
many such cases
🇲🇾🤝🇮🇩
Keep in mind, the first Death Star took ~20 years to complete. The second Death Star was >50% complete and operational in only ~4 years.
Moff Jerjerrod is perhaps the most talented project manager ever conceived.
Rafale: Jokowi era (under Prabowo Mindef)
F-16: Suharto + SBY era
AH-64E: SBY era
Sukhoi: Mega + SBY era
Mi-8/17: SBY + Prabowo era
A400M: Jokowi era (under Prabowo Mindef)
Garibaldi: Prabowo era
The only true Prabowo presidency era acquisition is the Mi-8 and Garibaldi
Harga Dassault Rafale termahal $130 Juta/unit dari Hong Kong. Biaya Dassault Rafale berdasarkan kontrak termahal sejauh ini itu dari India, tahun 2016 itu mereka kontrak pembelian 36 unit Rafale sebesar $8,8 Miliar (Rp156,92 Triliun) atau per unitnya itu sekitar $244,4 Juta (Rp4,35 Triliun).
Kalau pakai kurs Dollar 2026 ini nilai kontrak 36 unit Rafale India itu tembus $12,21 Miliar (Rp217,74 Triliun) atau per unit Rafale India itu sampe $339,17 Juta (Rp6,04 Triliun). Gimana, harga Rafale Indonesia berarti 21,4% lebih murah dari pada harga Rafale India tahun 2016 atau 43,39% lebih murah dari pada Rafale India versi kurs 2026.
Kenapa Rafale India mahal banget?
(Note : ini setau gw)
1) India membeli paket rudal secara besar-besaran di dalam pembeliannya.
2) India membeli kontrak perawatan dan suku cadang jangka panjang yang mahal.
3) ndia mewajibkan Dassault & mitranya menginvestasikan 50% nilai kontrak kembali ke India. Ini termasuk pelatihan, pabrik, dan pengembangan industri pertahanan dalam negeri. Biaya ini masuk ke dalam harga total.
4) Rafale India punya banyak modifikasi khusus sesuai kebutuhan IAF.
Justru gw seneng harga kontrak Rafale Indonesia itu mahal/besar sampe sekitar $8,1 Miliar, berarti ada kemungkinan dalam kontrak itu ada "pembelian" lain selain pesawatnya. Mungkin, biaya pelatihan, suku cadang (kali), dan senjatanya.