@Arcdhen Ujar Amay sambil melambaikan tangannya diikuti dengan Nio. Kemudian mereka berdua turun dari atas panggung yang megah bersamaan.
Dan dengan begitu Farewell Party CutieCalda resmi selesai.
“Saya Archenio berserta rekan saya Amara pamit undur diri. Mohon maaf apabila ada tutur kata atau perilaku kami yang tidak mengenakan baik disengaja atau tidak disengaja.” sambung Nio yang kemudian menoleh kepada Amay yang bediri di sampingnya.
“Dan sebagai kenang-kenangan yang gue harap akan terus kalian ingat, The Chefs udah siapin hadiah untuk kalian:
💝 ( https://t.co/0Hv1IcLOB6 )
Sekali lagi, makasih banyak buat semuanya! The Chefs are so proud of you, Puffies!” Raja terakhir pamit undur diri.
“Dan sebagai kenang-kenangan yang gue harap akan terus kalian ingat, The Chefs udah siapin hadiah untuk kalian:
💝 ( https://t.co/0Hv1IcLOB6 )
Sekali lagi, makasih banyak buat semuanya! The Chefs are so proud of you, Puffies!” Raja terakhir pamit undur diri.
“Makasih banyak ya udah mau jadi "korban" keisengan gue, dan makasih juga buat tawa yang selalu kalian ciptain di setiap harinya. Gila sih, kayaknya bakal kangen banget sama suasana di sini.” Ceritanya nahan nangis ala orang ganteng.
“Gue juga belajar banyak di sini. Setiap cerita, saran, bahkan candaan receh kalian itu berharga banget dan bikin gue jadi pribadi yang lebih baik. Gue tau, gue suka bikin kalian pusing degan game yang bikin sakit mata itu, tapi kalian ga pernah kapok ngadepin gue.” Pose borahae.
“Selamat malam, semuanya. Nungguin gue ga? Ini bakal jadi last speech dari Patrolman kesayangan kalian, tapi jangan kenangis, ya. Di sini gue mau bilang terima kasih banyak buat semuanya yang udah dateng sore ini di farewell party kita.” Masih pose ganteng.
@CutieCalda Setelah dipersilahkan oleh Amara dan Nio, Bima melangkah maju ke atas panggung. Ada sedikit gemetar yang terasa di langkahnya, namun disamarkan oleh ketenangan yang ia bangun dalam dirinya. Ia menggenggam mikrofon, lalu berbicara dengan suara yang tenang namun penuh perasaan.
“Akhir kata, terima kasih atas kebersamaan yang tak tergantikan. Saya menyayangi kalian semua, Boulddies. Bahagia terus ya!” Bima lalu memberikan mikrofon yang ia pegang ke Nora.
“Terima kasih Boulddies, untuk tawa, cerita, dan momen-momen berharga yang telah kita ciptakan bersama. Saya akan menyimpan semuanya baik-baik dalam ingatan.”
“Semoga kalian semua tetap menjadi pribadi yang tulus, hangat, dan tidak pernah kehilangan semangat yang kalian miliki!”
saya pun menyadari bahwa sebagai manusia biasa, mungkin ada tindakan atau kata-kata saya yang kurang tepat. Maka dari itu, saya ingin meminta maaf apabila ada hal-hal yang menyinggung atau menimbulkan ketidaknyamanan selama Cuca berjalan.”
“Namun di luar itu, (c)
“Selamat malam, Boulddies! Bagaimana sejauh ini suasana hati kalian, ada yang sudah menitikkan air mata?” Ia berhenti sejenak sambil tersenyum kecil, lalu melanjutkan.
“Pertama-tama, izinkan saya menyampaikan rasa terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada kalian semua. (c)
Nora sedikit memberi jeda pada kalimatnya “Walaupun begitu, tetap saja… mohon maaf sekali. Semoga Puffies mau dan bersedia untuk memaafkan. Selama 6 minggu ini, jujur aku seneng banget ketemu kalian. Melihat anak-anak baik, bikin kami selalu semangat! 🥹🫂”.
“Tentu saja kepada BOULDDIES tercinta juga aku mau berterima kasih banyak-banyak, terima kasih sudah bertahan dari awal hingga akhir, terima kasih sudah selalu aktif, terima kasih kerja keras disetiap misi, project, sampai event.” Nora menatap Boulddies sambil melambaikan tangan.
“Semoga baik-baik selalu ya, pertama-tama aku mau berterima kasih kepada diriku sendiri, Kak Bima, dan Budi yang sudah bekerja keras dalam pembuatan OA ini, yang sudah membantu aku juga setiap harinya. Maaf ya aku suka cerewet”. Nora tersenyum ke arah kedua partner itu.
@CucaKitchen Melihat Kak Bima selesai dengan speechnya, Nora melangkah maju dan mengambil alih mic. “Hai? Noya di sini! Kali ini aku ga akan mengumuman misi ya, tapi aku mau cuap-cuap sedikit hehehe. Gimana nih kabarnya hari ini? 🥺”