kemudian aku menyerah, dan mendapatkan sosok yang baru. disaat aku menyusun kembali pecahan kebahagiaanku, disaat itu pula dia kembali membawa harapan yang membuatku bingung.
-aku yang belum benar2 bahagia
bruh, kalo kamu merasa paling tersakiti
cobalah jadi diriku.
aku percaya sepenuhnya kepada dia,
tapi dia bermain di belakangku.
aku coba untuk mendapatkannya kembali,
dan akhirnya aku mendapatkan dia lagi
tapi tidak hatinya, tidak cintanya
Sejulid-julidnya Mukti sama pimpinan kotanya, tapi tetep cinta kok sama Kota Bengkulu. Mana ada tempat disini yang bisa duduk nyolo sambil melamun di pinggir pantai pas sunset