Dan yang baru gw tau adalah ternyata mencari titik kedamaian itu merupakan hal yang lumrah dalam kehidupan. Mengerjakan sesuatu demi bisa bersantai dan menemukan waktu damai.
Kalo kata pak @RizaPutranto di story ig-nya (@/rizaputranto) :
Miokin sering disebut oleh ilmuwan sebagai “molekul harapan”
atau “hope molecule”.
Secara filosofi, hal ini mendasari bahwa selama kamu mau bergerak pasti ada solusi untuk setiap hal yang sedang kamu perjuangkan.
7/8
Memang tidak apple to apple membandingkan penilaian dosen di Indonesia dan di LN.
Seeperti disampaikan Mas @bagus_muljadi yes to “unnecessary bureaucracy”. Sibuk penilaian kepada individu sehingga agak lupa bahwa output seorang dosen utamanya adalah inovasi.
Akibatnya: 1) Matinya inovasi akibat standardisasi; 2) Demotivasi & korupsi akibat unnecessary bureaucracy; 3) Gagal lahirnya "Habibi-Habibi" baru. Sistem penilaian kinerja yang equitable, demokrasi yang dijunjung, dan kepemilikan oleh mahasiswa /masyarakat bisa menjadi kunci.
Sudah sejak lama, kita disibukkan di bagian “people” (dosennya). Bagaimana merangkum people: nilai kum, jumlah publikasi, indeks.
Kita harus akui agak lupa di “struktur” (bagaimana riset punya value), “proses” merakit produk riset, dan teknologi” (ya produk riset itu).
Salah satu sel imun kamu yang bekerja cukup cepat merespon patogen (bakteri atau sel asing) adalah makrofag (kuning).
Sel asing (hijau) terlihat dimakan dalam proses yang disebut fagositosis.
🎥: Maisel et al, 2016/PLOS ONE/CC BY 4.0