Rupiah ambruk tembus Rp18.000 per USD. Konsol game langsung naik gila-gilaan di Indonesia:
- PS5 Digital Rp9,9jt,
- Disc Rp11,4jt;
- Xbox Series X Rp11,5jt;
- Nintendo Switch 2 Rp9,3jt.
Game fisik impor & digital PS/Xbox/Nintendo Store juga ikut mahal gara-gara biaya impor & penyesuaian harga regional
Semua salah siapa? Yup, SALAH PEMERINTAH!
seringkali, yang bikin saya bersabar setiap melihat kenyataan bahwa penguasa berbuat seenaknya dan kita gak berdaya atas ulah mereka, adalah keyakinan bahwa kehidupan di dunia ini hanya sementara dan semua akan dapat ganjaran sesuai perbuatan.
Uang SIM dan Tilang dipakai sebagai operasional anggota, bukan kembali ke negara ternyata.
Kini dikasih 1072 Dapur MBG dan 18 Gudang. Makin Menyala operasionalnya.
Salam presisi pak
���� Spending just 5 to 10 minutes a day in this meditative pose does more than open your hips. It can ease lower back tension, support digestion, and calm a busy mind.
Research shows that gentle stillness paired with slow breathing helps lower stress hormones and guides the body into a relaxed, focused state.
It is a small daily habit, but one that can help reset your nervous system and bring real calm.
🚨 Researchers at the University of California, Berkeley have analyzed common perfumes and cosmetics and found that many contain chemicals such as phthalates, which are known endocrine disruptors.
Endocrine disruptors can interfere with the body’s hormone system by mimicking or blocking natural hormones.
Separate research from medical centers like the Endocrine Society has shown that these chemicals may affect hormone signaling, including pathways related to thyroid function.
The neck is a highly vascular area with thin skin, which can increase the absorption of substances applied there.
While occasional perfume use is unlikely to be dangerous, repeated exposure over the thyroid region may increase unnecessary hormonal stress over time.
Himbauan kepada para perempuan di X. Foto selfie kalian bisa berubah jadi nsfw saat ini gara gara bantuan grok. Ada baiknya untuk menghapus foto-foto terlebih dahulu.
Grok bego
"Pendidikan harus setara"
Ini keliru. Bagaimana pendidikan bisa setara kalau anaknya tidak setara?
Ada anak yang mau belajar. Ada anak yang tidak mau belajar.
Keduanya lalu diberi guru yang sama persis dengan cara mengajar yang sama persis.
Ya gagal lah???
Dongo???
Harusnya tiap anak mendapat guru yang memang cocok dengan akhlak, kompetensi, kebutuhan si anak. Tentu gurunya harus dilatih dan digaji layak untuk bisa melakukan semua itu. Kalau anaknya tertinggal, berarti harus digeber. Jangan disetarakan.
Tapi malah disetarakan. Akibatnya, malah muncul masalah baru yang sebelumnya tidak ada: Anak yang tidak mau belajar kemudian bergerombol lalu membully, memukul, dan mengucilkan anak-anak rajin yang mau belajar.
Yang pintar jadi bodoh. Yang bodoh tetap bodoh.
Tentu, "pembullyan dan penghancuran anak rajin" ini hanya berlaku untuk anak rajin yang miskin. Anak rajin kaya sih tinggal pindah dari sekolah negeri ke sekolah swasta elite yang bagus. Anak rajin miskin, idk, disuruh mati aja kali.
Coba cek kehidupan pribadi pengusung ideologi "kesetaraan" yang sloppy dan asal-asalan ini. Apakah mereka rela memasukkan anak mereka sendiri ke sekolah negeri? Atau apakah paradigma ini tajam ke bawah dan tumpul ke atas?
---
Bayangkan ada 2 orang, tinggi dan pendek, ingin melihat pertandingan bola dari balik pagar.
Di sini, selalu muncul fenomena aneh: para golongan yang fetish mengejar kesetaraan akan hampir pasti mengambil jalan pintas yang iseng dan gila dan sadis, yaitu memotong kaki orang yang tinggi dengan gergaji. Orang yang pendek dibiarkan.
Yang pendek tetap pendek. Yang tinggi jadi pendek, karena kakinya dipotong. Semua orang pun setara. Hore.
Ternyata, ideologi kegilaan massal potong kaki semacam itu bukanlah sesuatu yang asli dari Indonesia, melainkan merupakan suatu virus ideologi asing baru, berbahaya, dan menular yang muncul dan diimpor dari Barat.
Di Barat, wabah virus kegilaannya sudah jauh lebih gila. Misal, di California, anak SMP dilarang belajar aljabar karena "ada kalangan anak yang matematikanya masih sangat ketinggalan".
Apakah anak-anak tertinggal itu lalu digembleng dengan efektif agar bisa mengejar? Jawabannya tidak, karena para elite penguasa California itu tidak mampu membantu mereka, karena para elite itu bodoh dan tidak kompeten. Ketika dihadapkan dengan anak-anak tertinggal, para elite itu bingung, gagal, menyerah, lalu malah pindah memotongi kaki anak-anak yang sudah berhasil.
---
Jelas bahwa pendidikan tidak boleh disetarakan. Pendidikan harus sesuai kebutuhan.
Anak yang tidak mau belajar seharusnya dipisah, lalu secara khusus digembleng sampai menjadi anak yang mau belajar. Alasannya, karena mereka memang butuh itu. Ya harus dikasih dong.
Jangan malah semua dicampurkan jadi satu sekolah tanpa berpikir lalu dibiarkan. Bodoh. Jahat. Gila. Psikopat pemotong kaki.
Deforestation today, devastation tomorrow.
A swampy Melaleuca forest in Papua, Indonesia, was destroyed. 🇮🇩
These swamp forests had absorbed floodwaters and supported wildlife.
Their destruction raised flood risks as we seen in Sumatra, and threatened livelihoods.
🚨 Alert: Indonesia is pushing forward with one of the world's largest deforestation projects in Papua, clearing up to 5 million acres (2 million hectares) of pristine forest for sugarcane plantations. This biodiverse hotspot is being sacrificed for bioethanol and crops.
BAYANGKAN. Ketika Presiden Prabowo bilang mau memperluas sawit di Papua, ada ribuan monster seperti ini yang sudah, sedang dan bakal menghabisi hutan Papua.
Foto: 2.000 eskavator & buldozer pesanan Haji Isam (Jhonlin Group) utk garap 2-3 juta hektar food/energy estate di Papua.