Meskipun perasa mengatakan banyak derita ketika masih di pesantren , tapi sang Sukma berkata di belakang Fuad dengan substansial yang tak bisa di sembunyikan " merindukan cerita hebat ku di pesantren".
" Tak perlu kau palingkan wajah menunjukkan kebaikan mu , karna orang yang menyukaimu tak butuh itu , dan tak perlu kau tundukkan kepalamu sujud agar orang menyukai mu , karna orang yang tidak menyukai mu , tak kan mempedulikan itu ."