Saatnya melihat #PERSIB dari sisi yang berbeda.
Cultura PERSIB masih akan hadir menyambut Bobotoh untuk menikmati berbagai karya, arsip, serta cerita yang mengabadikan perjalanan Pangeran Biru!
Datang dan kunjungi pamerannya hingga 10 September 2026 di Grey Art Gallery
#WeArePERSIB
Sebelum banyak universitas Eropa maju, karya Ibnu Sina udah jadi referensi utama dunia medis. Just saying.
Kalau standar "nggak percaya = dongeng", berarti bnyk teori, sejarah, & keyakinan lain juga bisa di cap dongeng. Itu bukan cara berpikir yg konsisten+sesat pikir.
Memang sih, tapi kalau dari sudut pandang antropologi agama itu bagian dari budaya, selayaknya budaya, agama juga sudah banyak diubah disesuaikan agar relevan dengan jaman, lebih bisa diterima masyarakat.
Buktinya orang beragama pada vaksin kan, padahal bahan vaksin banyak yang haram, istri bisa bepergian tanpa wali lagi, anak muda pada menormalisasi pacaran, nyentuh lawan jenis pada ga masalah, nonton drakor isinya cipokan mulu juga ga masalah.
Jadi yang koar-koar beragama yang benar itu harus konservatif, itu pada anti vaksin apa yak? Kalo keluar kemana-mana harus nempel suami kah?
bener-bener suci ga pernah pacaran? ga pernah nonton orang cipokan di drakor kah? Mau dipoligami kah? 🤔
Liberal :
"Agama itu ranah privasi loh, kalian bangga mengusik privasi orang lain?"
Also liberal :
- Bikin tafsir seenaknya
- Komen cium tangan yang mana preferensi pribadi
- Komen men marry down yang mana pernikahan itu keputusan pribadi
Hypocrisy at its finest
Siapa emang yg ga murka sama pemuka agama yg cabul? Udah cari tau belum? Apa cuma mau keukeuh berisik tanpa mau cari tau?
Terjebak di dalam prasangka buruk yg di buat oleh diri sendiri
Enggak paham logika normies geblek yang suka nakutin sesama normies dengan bilang kalo lgbtq membahayakan anak tapi nggak murka sama pemuka agama cabul. Make it make sense.
Sedikit melebar dan cukup kontroversi sebenernya. Kita sebenernya dari dulu hidup rukun dan tidak terlalu ambil pusing terhadap waria, cowo ngondek, cewe tomboy, dll. Bahkan anteng dan becanda bareng mereka pun kita bisa. Karena mereka tidak menjatuhkan label serta confront orang-orang yang punya sudut pandang berbeda.
Semuanya berubah sejak masifnya kampanye LGBTQ+ ini, karena mereka bener-bener demonize orang-orang normal yang menolak penyimpangan, mereka labelling kita dengan berbagai istilah aneh, mereka maksa kita buat nerima ideologi mereka, ya wajar dong kalo dilawan.