Kenapa dua story ini bisa viral banget di awal tahun?
Karena manusia udah lelah dengan konten-konten yg dipoles. Flexing, bahagia, cemara, sharing penghasilan. Jarang banget yg ngebahas sisi vulnerable dari manusianya.
2 story ini merepresentasikan perasaan yg di alami sebagian besar orang. Kita seakan melihat journey hidup kita.
3 aha moment yg aku pelajari dari story ini:
1. Gak ada lagi yg bisa diharapkan, kecuali diri kita sendiri. Burnout, rasa sepi, penolakan, semuanya ditelan dan dijalani sendiri. Jalan dengan percaya diri.
2. Quiet quit. Gak banyak ngomong, tiba-tiba ambil pilihan hidup yg berbeda. Arahnya gak jelas, tapi berani ambil risiko itu daripada stay di tempat yg sama.
3. Kalau dikelilingi orang-orang toxic, gak ada pilihan lain selain menjauh. Gak bisa mengubah perangai orang lain tapi bisa memilih merespons dengan cara seperti apa.
Mohammad Hatta (Bung Hatta) memang pernah mengusulkan Indonesia berbentuk negara federal, karena ia melihat kesesuaiannya dengan kondisi geografis kepulauan Indonesia yang beragam dan ia mencontoh negara-negara besar seperti Amerika Serikat dan Uni Soviet yang berbentuk federal.
Alasan utamanya adalah untuk menghormati perbedaan wilayah dan kekayaan lokal, serta mencegah dominasi satu pulau (Jawa) terhadap pulau lainny
Muhammadiyah menegaskan bahwa setiap pernyataan dan tindakan yang mengatasnamakan Persyarikatan bukan merupakan sikap resmi kecuali disampaikan oleh pimpinan yang berwenang sesuai AD/ART.
Muhammadiyah senantiasa menjunjung etika, keadaban publik, serta penyelesaian persoalan secara arif, bijaksana, dan konstruktif.
#PernyataanResmi #Muhammadiyah #IslamBerkemajuan
Saudara-saudara sekalian,
Saya telah mengikuti perkembangan beberapa hari ini, terutama peristiwa tadi malam, di mana terjadi demonstrasi yang mengarah kepada tindakan anarkis. Juga ada peristiwa di mana seorang petugas menabrak pengemudi ojek online yang mengakibatkan almarhum Affan Kurniawan tadi malam meninggal dunia.
Atas nama pribadi dan Pemerintah Republik Indonesia, saya mengucapkan turut berduka cita dan menyampaikan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya. Saya sangat prihatin dan sangat sedih terjadi peristiwa ini. Pemerintah akan menjamin kehidupan keluarganya, serta memberikan perhatian khusus kepada orang tuanya, adik-adiknya, dan kakak-kakaknya.
Sekali lagi, saya terkejut dan kecewa dengan tindakan petugas yang berlebihan. Saya telah memerintahkan agar insiden tadi malam diusut secara tuntas dan transparan, serta petugas-petugas yang terlibat harus bertanggung jawab. Seandainya ditemukan bahwa mereka berbuat di luar kepatutan dan ketentuan yang berlaku, kita akan ambil tindakan sekeras-kerasnya sesuai hukum yang berlaku.
Dalam situasi seperti ini, saya menghimbau masyarakat untuk tenang. Untuk percaya kepada pemerintah yang saya pimpin. Pemerintah yang saya pimpin akan berbuat yang terbaik untuk rakyat. Semua keluhan masyarakat akan kami catat dan tindak lanjuti.
Saya juga menghimbau kepada seluruh bangsa Indonesia untuk selalu waspada. Ada unsur-unsur yang selalu ingin huru-hara, yang ingin chaos. Saya sampaikan kepada seluruh rakyat bahwa hal tersebut tidak menguntungkan rakyat, tidak menguntungkan masyarakat, tidak menguntungkan bangsa kita.
Bangsa kita sedang berbenah diri. Bangsa kita sedang mengumpulkan semua tenaga, kekuatan, kekayaan, untuk kita bangkit membangun negara yang kuat, sejahtera, serta berhasil mengatasi kemiskinan dan kelaparan. Kita akan menjadi bangsa yang maju, yang mandiri, yang berdiri di atas kaki sendiri.
Untuk itu, kita harus waspada, kita harus tenang, dan kita tidak boleh mengizinkan kelompok-kelompok yang ingin membuat huru-hara dan kerusuhan. Aspirasi yang sah, silakan untuk disampaikan. Kita akan perbaiki semua yang perlu diperbaiki.
Saya kira itu pesan saya.
Terima kasih. Merdeka!
ngeri, dari 700an triliun APBN untuk pendidikan, posisi paling besar transfer ke daerah. kedua tertinggi adalah:
bukan dana bos
bukan tunjangan guru
bukan untuk pendidkan tinggi/mahasiswa
bukan kemenag/pesantren
bukan beasiswa
bukan perbaikan gedung sekolah rusak
bukan distribusi buku
ayo tebak....
Hari ini adalah tonggak sejarah. Setelah hampir 80 tahun, kini tiba saatnya bagi generasi kita untuk mewujudkan visi para pendiri dan pendahulu bangsa memastikan bahwa kekayaan Indonesia dikelola secara optimal dan manfaatnya benar-benar dirasakan untuk peningkatan kesejahteraan rakyat.
Danantara bukan sekadar badan pengelola investasi. Lebih dari itu, Danantara harus menjadi instrumen pembangunan nasional yang mampu mengoptimalkan pengelolaan kekayaan Indonesia dengan standar transparansi dan akuntabilitas yang tinggi.
Kita memasuki era baru di mana BUMN beroperasi dengan standar tertinggi dan tata kelola terbaik. BUMN harus mengedepankan inovasi, visi besar, transparansi, serta kemajuan teknologi, sambil tetap menjaga disiplin, kehati-hatian, dan komitmen terhadap tata kelola yang baik serta pengelolaan yang bertanggung jawab.
Danantara adalah solusi strategis dan efisien dalam optimalisasi BUMN. Dengan menginvestasikan dividen BUMN ke industri-industri yang mendorong pertumbuhan jangka panjang dan penciptaan lapangan kerja, Danantara akan menjadi pilar utama dalam mewujudkan Indonesia yang lebih maju dan berdaya saing global.