Nah, makanya pas nakes laennya mempermalukan pasien di medsos, yg sejawat gak usah ikutan belain atas nama edukasi & alesan jungkir balik segala macem
Kelakuan rekam orang lain jadiin konten ga etis gini bisa geser targetnya ke siapapun yg dianggap lebih lemah/rentan, termasuk koas atau yg junior
Aluminium juga "berkarat" kok, tapi berbeda dengan karat besi/besi oksida, aluminium oksida itu merekat erat di permukaan aluminium, membuat butek, dan melindungi aluminium di bawahnya. Contoh lainnya, tembaga oksida, seperti yang terjadi pada patung Liberty.
Luis David Hutabarat, 32 tahun.
Kerjaannya nimbang sawit.
Selasa sore kemarin dia pulang naik motor dari kebun mertuanya.
Yang ditinggalin di rumah: istri, sama 4 anak.
Di jalan, dia dicegat 6 orang petugas keamanan PT Agrinas Palma Nusantara , perusahaan sawit BUMN. Motornya ditabrak gantian sampai jatuh.
Dia lari sekitar 100 meter, jatuh lagi, sembunyi di semak. Ketemu, dikeroyok.
Ditemukan tewas dengan memar di wajah dan leher.
TNI sendiri yang konfirmasi ke media: dua dari terduga pelaku, berinisial B dan BD, lagi bertugas BKO (Bawah Kendali Operasi) di perusahaan itu.
Satu prajurit aktif dari Kodim Iskandar Muda Aceh, satu lagi purnawirawan yang baru pensiun April kemarin.
Per kemarin, keduanya resmi jadi tersangka, bareng dua warga sipil.
Motifnya apa?
Dandim Labuhanbatu sendiri yang sampaikan ke pers: pelaku curiga korban mencuri buah sawit.
Dan sebelum hasil visum keluar, sebelum proses hukum jalan , pihak Agrinas sudah lebih dulu bicara ke media, menyebut korban yang sudah tewas itu sebagai pelaku pencurian.
Mati duluan, dituduh pencuri belakangan, tanpa pernah masuk ruang sidang.
Besoknya, ratusan warga membakar kantor dan mes perusahaan itu.
Bukan karena mereka tiba-tiba brutal.
Itu ledakan dari sesuatu yang sudah lama dirasakan: aparat negara dipakai menjaga kebun korporasi, bukan menjaga nyawa rakyat di sekitarnya.
Jadi pertanyaannya bukan cuma soal sawit siapa yang dicuri.
Pertanyaannya: kalau personel TNI resmi ditugaskan menjaga aset korporasi sawit, dan ujungnya seorang ayah dari 4 anak mati dikeroyok cuma karena DICURIGAI mencuri buah, bukan terbukti, cuma dicurigai ,
sistem macam apa yang lebih sigap melindungi tandan sawit ketimbang nyawa rakyatnya sendiri?
Kesulitan anakku yang SD beberapa tahun lalu selalu di jarum pendek yang berada di antara dua angka, dan cenderung merapat ke angka berikutnya. 15:45 dibaca 16:45, misalnya.
Kalau kamu suka membaca sastra klasik, dan kamu tidak keberatan membaca ebook (atau print sendiri), coba cek @gutenberg_org. Project Gutenberg adalah perpustakaan yang mengoleksi >70rb pustaka yg sudah habis copyrightnya, sehingga bisa diunduh GRATIS.
https://t.co/wMyiGhyY47
Jadi, Standard Ebooks adalah penerbit yang menggunakan bahan-bahan dari Project Gutenberg untuk mengedit eBook berkualitas yang ramah gawai. Bentuk mentahan Project Gutenberg biasanya memang agak tidak nyaman dibaca. Karena dari PG, maka buku-bukunya bebas hak cipta dan gratis.
What this promotion does not show is that Indonesia’s cultural diversity is increasingly being standardized by policies that are not rooted in respect for diversity itself.
Take food, for example. Indonesia’s rich variety of food sources and food cultures is gradually disappearing. Everywhere, people are eating rice and instant noodles. Even in Papua, where sago was once the staple food. Even in East Nusa Tenggara (NTT), where corn used to be the main staple.
You can see this homogenization almost everywhere. Try visiting and staying with the Baduy (luar) people, often portrayed as guardians of a distinct traditional way of life, and chances are you will still be served rice and instant noodles. This is not simply a change in taste; it reflects a broader transformation in which local food traditions and food sovereignty are being replaced by a narrower, more uniform food culture.
Another example is deforestation and the expansion of oil palm plantations. As palm oil spreads across the landscape, our biodiversity is shrinking dramatically.
And finally, pollution. From one end of the country to the other, you will see environmental pollution becoming increasingly severe in Indonesia, especially plastic waste, which is now found almost everywhere. What is often presented as national development and integration can also be understood as a process of ecological and cultural homogenization, eroding the very diversity that Indonesia celebrates as one of its greatest strengths.
Indonesia’s extraordinary diversity of cultures, foods, languages, ecosystems, and ways of life is often celebrated as a national treasure. Yet without fundamental changes in policy, that remarkable diversity may ultimately become a memory. It may survive only in museums, archives, tourism brochures, and nostalgic stories like this much like the ruins of ancient temples: admired, photographed, and remembered, but no longer alive in the everyday reality of the people who once sustained it.
Gaya promosi jadul ala jaman Joop Ave Menteri Pariwisata masih saja diulang-ulang.
Pantesan wisata Indonesia jeblok dibanding sesama ASEAN seperti Vietnam, Malaysia, dan Singapore.
You often see restaurants like this in Xinjiang selling “大肉” which translates to “big meat” and means pork. Yet many Chinese outside of this place wouldn’t know that..
Because there’s many muslims here, this is used instead of 猪肉 (pork) to be more sensitive to locals
An Egyptian PhD student asked his university, Erasmus Rotterdam, to change supervisor after his supervisor signed a letter supporting the genocide in Gaza.
The university refused, and forced Ahmed to leave instead. Ahmed took them to court, and lost.
We all know if this had been a Jewish student and Arab supervisor it would have gone very differently.
Well done to Ahmed for pushing all the way to expose the hypocrisy anf supremacy at the heart of our universities.
https://t.co/n7qqfuKDXA
Pas dulu sempat menganggur, aku selesaikan online course sampai berapa biji di Coursera. Kebetulan itu zaman COVID, Coursera bikin kebijakan menggratiskan sertifikasi banyak course bertopik public health.