Nah kan saya bilang apa.
Waktu saya kasih opini ttg IKN, kalian habis-habisan serang saya.
Tahu ngga, yang menolak IKN itu jauh lebih cinta rakyat Kalimantan daripada penjilat dan penghalu yg terpukau dg omongan nggedabrus si pembohong https://t.co/gmTb9wgILt
Pak @jokowi yg dicintai rakyat ber IQ<78
Memberi sesuatu kpd sesama manusia hendaknya dg cara baik, mengulurkan smp diterima dg tangan
Bukan dg cara melempar2 spt memberi ke hewan. Itu namanya zalim dg sesama manusia, Pak.
Masa Bapak ajarkan cucu2 kelakuan tdk pantas begitu?
Beginilah nasib kalian warga Kalimantan.
Kalian diusir dari tanah kalian sendiri.
Dan orang-orang Singapura menggantikan kalian kelak.
Semoga kalian dan seluruh rakyat mampu menyadari dari sekarang:
Apakah IKN dibangun untuk kalian?
Apakah IKN dibangun untuk Indonesia?
Ketika Elite Negara sibuk berebut Jabatan, dan lebih sibuk korupsi dan kesempatan menimbun harta benda
Ketika itu pula rakyat terlalu sibuk bertahan untuk hidup dg susah payah, sambil tetap menjaga kewarasan yg sangat sulit dijalankan.
Kesalahan terbesar dari Para Peneliti yg lugu dan naive, yg terlibat dlm proyek yg didanai Bill Gates, adalah
Mereka percaya orang ini Dermawan dan peduli pada kemanusiaan.
BIG NO!
Ingat! Jangan sampai kenaifan anda, membawa bencana yg akan sangat disesali di kemudian hari.
Faktanya
Penyebaran Nyamuk Rekayasa Bill Gates ini
Telah membuat bangkitnya Yellow Fever, Zika, dan Chikunya, di Afrika dan negara2 lain.
Juga kejadian Japanese enchepalitis dan Filariasis di beberapa tempat termasuk Indonesia.
Teman-teman harap persiapkan fisik baik-baik.
Tubuh kita semua akan jadi sasaran dalam waktu dekat.
Tingkatkan Imunitas.
Makan yang baik, sayur dan buah banyak.
Minum air putih banyak.
Mandi matahari minimal 30 menit.
Jangan lupa olahraga. Olahraga ala-ala juga ngga apa yang penting gerakin badan.
Bikin REMPANUSA seperti yang selama ini Dokter Tifa sharingkan selama masa Pandemi:
Buat Rempanusa untuk 1 liter air:
Jahe merah 50 gram
Jahe putih 50 gram
Kunyit 50 gram
Sereh 50 gram
Jeruk lemon ukuran sekitar 60 gram
Daun bambu hijau 5 lembar (jangan ditawar, cari sampai dapat)
Gula aren asli 1 kotak
(Bila ada keluhan batuk maka tambahkan Kencur 25 gram)
Bahan semua dicuci bersih, sikat semua kotoran, cuci di bawah air mengalir, rendam dengan Mamalime sebentar, cuci bilas lagi, rendam dalam baskom berisi air yang sudah diberi cuka alami jangan cuka kimia. Rendam masing-masing selama 5 menit.
Iris-iris tipis semua bahan, tidak usah dikupas karena flavonoid dan Bioaktif lainnya terbanyak ada di bawah kulit rempah.
Didihkan air, masukkan semua bahan kecuali gula aren, tutup panci dan kecilkan api, biarkan selama 10 menit sambil sesekali diaduk. Setelah 10 menit tambahkan gula aren.
Diamkan dalam panci sampai hangat kuku dan terbentuk endapan di bawah panci.
Saring sebanyak tiga kali. Saringan terakhir menggunakan saringan kopi yang sudah dialasi kain penyaring.
Taruh di botol-botol. Minum setiap hari 250 cc. Bila ada keluhan atau sedang sakit, bisa minum sehari 250 cc 2 sampai 3 kali.
------
Sediakan Ivermectin di rumah, untuk jaga-jaga.
Sebarluaskan ya kepada orang-orang yang anda sayangi, insyaAllah menjadi Amal Jariyah.
Amiiin.
_____
Bismillah. Laa haula wala quwwata ila billah.
Banyak orang wafat di usia muda, karena Blood Clot dan Cardiac Sudden Death.
Teman Sejawat Dokter dan profesi lain-lain, wafat umumnya dadakan, tanpa sempat berteriak minta tolong, tanpa sempat diberi pertolongan.
Masyarakat awam yang cerdas tahu apa sebabnya.
Para Dokter yang cerdas tahu apa sebabnya, tetapi sebagian besar memilih diam-diam.
Para Dokter yang kurang cerdas ngerumpiin Dokter Tifa, maki-maki di grup-grup Dokter, tapi diam-diam melipir ke Lab, periksa Kadar Vitamin D, kadar NO, Lipid, dan Kadar Enzyme Jantung.
Mata Kuliah Kedokteran sungguh tidak cukup untuk mengetahui dan memahami Cara Kerja "Vaksin" yang dibikin secara in Silico.
Apalagi mengakui bahayanya.
"in Silico itu sama dengan silikon yang dipake sumpel nenen bencong di salon-salon itu, Doktif?"
Hush bukan.
Itu sih silikon plastik murce.
In Silico itu artinya...
Ngngng cape nulis.
Orasi bersama 150 Tokoh Nasional sebagai Presidium Forum Negarawan.
Membahas Permasalahan Bangsa dari akar masalahnya dan merumuskan solusinya secara substansial bukan sekedar teknis.
Persoalan besar saat ini bukan hanya soal keberlangsungan negara
Tetapi ancaman terhadap keberlangsungan umat manusia.
https://t.co/MedfnCqwic
UU Kesehatan, Apa Dampak dan Implikasinya bagi Rakyat Indonesia
-1-
Satu poin dari beberapa poin yang saya jabarkan pada podcast bersama RasilTV sepanjang 43 menit.
Poin satu
Alokasi Anggaran atau Mandatory Spending
Di UU Kesehatan ini, Alokasi Anggaran Kesehatan untuk Rakyat Indonesia, yang ditetapkan dalam UU Kesehatan 2009 sebesar 5 persen, dihilangkan.
Padahal, sebagai negara yang Pemerintahnya selalu mengklaim kaya, banyak uang, banyak pendapatan, ekonomi tumbuh di atas 5 persen, bahkan menjadi bagian dari negara G20. Artinya 20 Negara termakmur di dunia
Alokasi Anggaran dari Belanja Negara untuk kesehatan seharusnya di atas 15 persen.
Bahkan menurut saya, Indonesia, dengan kekayaan alam yang luar biasa, kalau tidak digarong perampok,
Seharusnya mampu mengalokasikan anggaran untuk kesehatan, sebesar 30 persen. Atau setidaknya 20 persen.
Dengan alokasi 20-30 persen, maka Iuran BPJS 280 juta rakyat Indonesia, seharusnya dibayari oleh Pemerintah.
Karena Pemerintah, menguasai seluruh pendapatan negara. Rakyat, dibebani berbagai pajak untuk membiayai negara ini. Seharusnya, dari kedua pendapatan tersebut, Alokasi Anggaran bisa digunakan untuk membayari Iuran BPJS seluruh rakyat.
Artinya, rakyat secara tanggung renteng melalui Pajak, sudah membiayai negara.
Maka seharusnya,
BPJS tinggal menagih, Rp 112 Triliun pertahun kepada negara, untuk membayari Iuran 280 juta rakyatnya.
Rakyat tinggal diberi Kartu kesehatan yang setiap saat bisa dia gunakan manakala mengalami masalah kesehatan.
Apakah Negara sanggup membayari Iuran BPJS itu? Bisa! Sanggup!
Dan itulah yang didapatkan oleh Rakyat dari negara-negara lapisan atas terkaya Anggota G20.
Semua kebutuhan Kesehatan untuk seluruh penduduknya, biaya rawat inap, biaya persalinan, biaya pemeriksaan kesehatan, apapun yang dibutuhkan oleh Rakyat untuk mendukung kesehatannya, wajib ditanggung oleh Negara.
Demikian juga dengan kebutuhan Kesehatan lain seperti Infrastruktur, Rumah Sakit, Alat Kesehatan, Obat-obatan, dan belanja Kesehatan lain, wajib ditanggung negara.
Bukankah itu yang dijanjikan oleh Presiden Jokowi sewaktu Kampanye 2019 dengan segala macam kartu-kartu saktinya?
Bukankah itu juga mandat dari Pasal 33 ayat 3 UUD 1945, dimana
"Bumi dan air dan kekayaan alam dikuasai oleh negara dan dipergunakan sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat?"
Dengan kekayaan alam seluarbiasa yang dimiliki Indonesia, belum lagi dari pendapatan sektor-sektor lain non SDA, Alokasi Anggaran kesehatan sebesar 20-30 persen dari APBN itu sangatlah mungkin.
Kita ini, actually, lebih kaya dari Qatar, lebih kaya dari Uni Emirat Arab, mereka hanya punya minyak
Indonesia punya minyak, nikel, batubara, intan berlian, emas perak, hutan-hutan berharga, logam-logam langka,
Yang seandainya tidak dirampok oleh perampok, tidak digarong oleh penggarong
Bikin hujan uang untuk bikin senang hati seluruh rakyat saja, Indonesia mampu.
Nah, sekarang, dengan UU Kesehatan 2023 Alokasi Anggaran Kesehatan yang cuma 5 persen saja dicabut?
Apa dampaknya bagi Rakyat?
Ya Negara ini akan jadi Pasar Bebas untuk Industri Kesehatan, dimana 280 juta Rakyat Indonesia, menjadi sasaran marketnya.
Pesan saya pagi ini: Jaga kesehatan, jangan Sakit!
Simak ya, sambil nyetir sambil di kereta boleh, 43 menit soalnya.
Semoga tambah cerdas dan bernas.
(bersambung)
https://t.co/MkMOzfK84g
Iblis pun gemetaran melihat kelakuan biadab super bejat laki-laki yang tega memperkosa dan menghamili anak kandungnya sendiri.
Inilah kalau kebiasaan NONTON FILM PORNO, apalagi sampai jadi kegemaran. Apalagi sampai jadi kecanduan.
OTAK RUSAK, tak lagi bisa digunakan layaknya otak manusia.
Habis sudah, bahkan lebih buruk dari kelakuan binatang.
Apa jadinya, kalau Negara ini dipimpin orang yang bangga mengaku dirinya Penggemar Film Porno?
Kebejatan seperti ini akan jadi hal lumrah.
Hajaran massa ini fakta, rakyat sudah muak melihat tingkah laku pemimpin yang Amoral.
https://t.co/pIig24Thzl
Begitulah nasib kalian, warga Kaltim di IKN nanti.
Dapat lapak untuk jualan.
Daripada cuma jadi penonton, atau jadi tontonan.
Sebab yang direncanakan dan diundang menghuni IKN adalah warga Singapore, bukan kalian.
Dan sebetulnya, kalau mau jeli melihat dengan sangat teliti,
Yang bakal menguasai Kalimantan melalui aneksasi atas nama Investasi, bukanlah China dan mana-mana
Tetapi negara liliput di pelupuk mata, yang selama 50 tahun terus berada di deretan negara terkaya di dunia.
Dan mereka selama ini getol memperluas negaranya, dengan pasir yang dibeli dari negara tetangganya yang pejabatnya goblok dan rakus.
Dan satu saat tak terlalu lama, wilayah mereka akan terus melebar dan bergeser makin dekat makin dekat lagi dengan pulau kayaraya, Kalimantan, yang nanti akan jadi wilayah baru mereka.
Mmm, mungkin 10-20 tahun ke depan.
Coba dipikirkan baik-baik. Dengan cerdas tentunya, jangan dengan ngah ngoh.
https://t.co/IbDMe7rfwZ
Kemenangan Erdogan adalah representasi kemenangan Kelompok Nasionalis Religius atas penantangnya, Kemal Kilicdaroglu yang mewakili Kelompok Nasionalis Sekuler.
Kemenangan yang dramatis dari Politikus Senior berusia 69 tahun, menjawab thesis Samuel P Huntington, dalam bukunya the Class of Civilization. Dia memprediksi bahwa Islam akan menjadi kekuatan besar di dunia, dan ini thesis yang sangat tidak disukai kelompok Sekularis dunia, terutama Barat.
Apa yang terjadi pada suatu kawasan, akan memberikan efek kepada kawasan lain. Getaran garpu tala yang terjadi di satu belahan di bumi, akan menggetarkan garpu tala lain yang ada di belahan bumi lain, termasuk Indonesia.
Dan getaran yang bertalu-talu ini, akan menjadi orkestrasi gempita di tahun ke-23 abad 21 ini, menandai pelemahan hegemoni Barat, dan menguatnya kekuatan Islam di tengah dunia, sebagaimana yang terjadi 570 tahun lalu di ordinat yang sama, Turki, dengan Kekaisaran Uthmani di bawah Sultan Mehmet II, yang menaklukkan Konstantinopel, pada tahun 1453.
Dunia Islam bergembira dengan kemenangan Erdogan. Palestina menyambut dengan pesta syukur, juga negara-negara Islam lain.
Getaran ini cepat atau lambat akan menggelora di tanah air ini, Indonesia, yang beberapa bulan lagi akan menjalani pergantian kepemimpinan.
Jokowi, representasi dari Nasionalis Sekuler, sebagaimana siklus yang diatur semesta atas order Allah, insyaAllah akan diganti oleh Tokoh Representasi Nasionalis Religius, sama seperti Erdogan.
Di antara tiga calon, @aniesbaswedan, @prabowo, @ganjarpranowo, siapa representasi Nasionalis Religius?
Secara faktual, ketiganya sesungguhnya ada di kelompok sama. Maka identifikasi Kenasionalis-religius-itas, harus diperteguh dengan seorang Cawapres, yang valid mewakili unsur Religius Islam.
Dan ini adalah Resep pemenangan, yang di tahun 2019 diambil oleh Jokowi dengan menggandeng KH Ma'ruf Amin.
Jadi,
Tampaknya penentu kemenangan @aniesbaswedan atau @prabowo bukan pada mereka berdua, tetapi kepada siapa Cawapres yang mereka pilih.
Pesan saya kepada mas @aniesbaswedan, ingat jangan sampai salah pilih. Baca sasmita alam, petunjuk Allah pada kemenangan Erdogan.
Erdogan mewakili seseorang yang religius tetapi juga nasionalis, dan teguh memegang kedua prinsip itu selama 20 tahun berkuasa, sedemikian hingga begitu disegani kedua kubu yang berseteru, Barat dan Timur.
Samuel Huntington juga mengatakan, selain Kekuatan Islam, Kekuatan East Asia akan bangkit dan besar, tentu di bawah kepemimpinan orang yang tepat, amanah, jujur, cerdas, dan kuat dalam keimanan dan ketakwaan.
InsyaAllah. Amiin.
https://t.co/Ej9HIR15V3