@_riverheaven Pilpres langsung itu bagai judi online. Pertama kali menghasilkan kegembiraan (terpilihnya SBY), selanjutnya kemalangan yg beruntun.
Kegembiraan saat pertama main, hanyalah pancingan bandar...;-))
Timor Leste hebat, padahal banyak konten² yg orang kita beritakan mereka bangkrut pasca merdeka..
Dan ternyata mereka lebih hebat dari kita soal malak ehh pajak memajak
Masih ada saja yg ngeyel percaya ada 833 SPPG yang ditutup Sudar.
Saran saya, jangan jadi rakyat yg mudah diapusi. Selama data SPPG aktif tidak bisa diakses publik, maka jgn percaya bahwa betul2 ada 833 SPPG yang ditutup. Lihat saja angka 833, itu sudah gambaran angka yg direkayasa otak, bukan bukti empiris di lapangan. 😂
Mari kita nalar saja, kalau betul ada 833 SPPG ditutup, maka dampaknya;
- 3 x 833 = 2.499 orang ASN PPPK kehilangan pekerjaan
- Setidaknya 40 x 833 = 33.320 orang pekerja dapur kehilangan pekerjaan
Itu jumlah yang besar. Ndak mungkin adem2 saja puluhan ribu orang tersebut, terima nasib.
Dan bagi pemerintah juga berisiko, karena 2.499 ASN PPPK akan makan gaji buta.
Masih percaya???
Sisi lain, jika mengacu konsep bahwa Dapur SPPG itu adalah yang disewa BGN dari Mitra, sementara Mitra adalah yang menyewakan tanpa hak mencampuri urusan dapur, maka sesungguhnya kalau sistem di BGN jalan (bukan modal jualan abab), maka kesalahan dapur bukan lah kesalahan Mitra. Kenapa?
Karena dapur itu yang mengoperasikan 3 karyawan BGN yakni ASN PPPK (kepala dapur, akuntan, ahli gizi), dibantu pekerja yang dibayar BGN dari uang operasi yang dialokasikan dari anggaran per-porsi MBG (Rp2.000). Tidak ada campur tangan mitra (semestinya) dalam operasi dapaur.
Jadi, jika ada dapur yang bermasalah, maka sebenarnya yang bermasalah adalah BGN, bukan Mitra. Ibaratnya orang sewakan rumah, trus penyewa salah masak sehingga se-isi keluarga keracunan, mosok yang punya rumah yang salah??? 🤣
-------
Itu nalar pertama, belum lagi nalar hukum dari PKS yang sudah ditandatangani. BGN ndak bisa memutus kerjasama (sewa) begitu saja, jika bukan kesalahan Mitra, misal membangun dapur tidak sesuai spek, tidak melakukan perawatan, sehingga menggangu operasional.
---
Saya khawatir, Sudar ini sedang "aksi" pencitraan saja seolah sedang memperbaiki tata kelola, padahal ya ndak ngerti persoalannya dan ndak ngerti harus dimulai dari mana.
Selama kita ndak tahu mana saja data SPPG dengan angka antik 833 itu ada dimana, maka sah saja kita tidak percaya. Agar ndak diapusi terus rakyat ini.
Salam
FK
Pantes bila hasil surverynya menurun hingga tembus ke angka 41% (lewat 50%), ini relevant dengan realitas dilapangan; Giliran Pemadaman Listrik, Suply BBM tersendat (bahkan naik), Begal mulai marak, Ekonomi Rakyat tidak baik-baik saja/buruk, Korupsi merajalela Dan satu lagi kolusi politik nya jahat
Banyak relawan kemanusiaan datang ke rumah duka adik Kesya di Sidetapa.
Semoga kehadiran mereka bisa sedikit meringankan beban keluarga, dan semoga anak-anaknya perlahan bisa kembali tersenyum.
Terima kasih untuk semua orang baik. 🩶
Denny Caknan dan Aldi Taher sampai nangis pas tahu berita seorang ayah yang maling ayam dikeroyok hingga meninggal. Video putrinya menangis saat melihat jenazah sang ayah jadi viral dan bikin hati mereka ikut teriris.
Denny Caknan dalam captionnya yang berbahasa Jawa bilang: "Nggak membenarkan tindakan mencurinya, cuma nggak ada manusia yang nggak punya kesalahan. Kasihan, teriris, bingung, jadi satu. Yang hati-hati ya. Aku juga pernah ngerasain kelaparan dan nggak punya apa-apa. Tapi bergetar rasanya lihat berita."
Fyi, Denny Caknan dan Aldi Taher sama-sama punya anak perempuan.
RASANYA DUNIA INI TIDAK ADIL!
MASSA MENGHAKIMI AYAH DARI PEREMPUAN CANTIK YANG DIDUGA MALING AYAM. HINGGA TANGIS ANAK CANTIK INI PETJAH!!
DAN MASSA SAMPAI SAAT INI DIAMMELIHAT PEJABAT YANG JELAS2 MALING UANG MEREKA!
KENAPA EMOSI KALIAN BERBEDA DENGAN MALING AYAM DAN MALING UANG RAKYAT?
BAPAK... BAPAK... BAPAK... Teriakan tangisannya bikin pilu banget.
Barusan gw liat berita, ada seorang bapak di Bali yang diduga nyuri 1 ekor ayam. Dia dihajar massa sampai meninggal. Yang paling nyakitin bukan cuma kabarnya... tapi pas ngeliat anak perempuan satu-satunya, masih kecil, nangis sambil teriak "Bapak... bapak..." waktu jenazah ayahnya diangkat buat dimakamkan. Cuma karena 1 ayam... 1 nyawa melayang.
Meanwhile, yang korupsi ratusan miliar bahkan triliunan, ngerampok hak hidup jutaan orang, malah masih bisa senyum, hidup nyaman, bahkan ada yang dapet perlakuan istimewa. Kadang rasanya hukum paling kejam justru jatuh ke orang yang paling lemah. Entah apa pun dugaan perbuatannya, ga ada yang berhak main hakim sendiri sampai ngilangin nyawa orang.
Bener-bener sakit banget liatnya...
💔💔💔
Ini lah sosok anak yg menangis histeris ketika ayahnya di hakimi masa sampai tewas karena di duga maling ayam .
Anak ini baru duduk di kelas 1 SD. Korban meninggalkan seorang istri & tiga anak ,anak ini adalah yg paling kecil .
Peristiwa ini pasti menimbulkan trauma yg besar bagi sang anak . Peristiwa ini Mengingatkan publik untuk tidak hakim sendiri sampai menghilangkan nyawa seseorang.
Maling ayam itu memang salah , tapi menghilangkan nyawa orang lebih salah lagi .
Ketimpangan hukum di negeri ini melukiskan duka yang teramat perih bagi rakyat kecil, menegaskan betapa tajamnya ketidakadilan menghujam mereka yang tak berdaya. Di saat publik menyaksikan keistimewaan yang menggores rasa keadilan ketika seorang pejabat tinggi seperti mantan Jampidsus Febrie Adriansyah melenggang tanpa rompi tahanan maupun borgol meski terjerat kasus dugaan korupsi dan TPPU bernilai fantastis. Hukum seolah tampil penuh kesantunan dan kelembutan.