Yes, those photos you’ve seen are real.
More than 18 years ago, a baby named Lamine Yamal and his mom Sheila met Lionel Messi at a UNICEF fundraising photoshoot.
Today, their achievements on the pitch inspire millions. Off the pitch, both Messi and Lamine Yamal use their voices and platforms as UNICEF Goodwill Ambassadors to support and advocate for children around the world.
The goal? That every child survives, thrives, and fulfils their potential.
We are proud to have them on our team.
Credit: Joan Monfort
💣🚨 Jude Bellingham mengungkap alasan mengapa ia langsung menghampiri Erling Haaland setelah peluit panjang berbunyi.
🗣️ “Orang pertama yang ingin saya temui setelah pertandingan adalah Erling.”
🗣️ “Banyak orang hanya melihat kami sebagai rival selama 90 menit. Tapi bagi saya, dia adalah saudara. Saya melihatnya berdiri di sana dengan kekecewaan setelah hasil pertandingan, dan saya tahu persis bagaimana perasaannya karena saya juga pernah mengalaminya.”
🗣️ “Itulah mengapa saya langsung menghampirinya. Bukan untuk kamera atau mencari sorotan, tetapi hanya untuk mengingatkannya bahwa satu hasil pertandingan tidak akan pernah menentukan siapa dirinya.”
🗣️ “Kami berbagi banyak momen yang tak terlupakan bersama di Dortmund. Kami saling mendorong untuk menjadi lebih baik setiap hari, merayakan kemenangan bersama, dan tumbuh bersama. Ikatan seperti itu tidak akan hilang hanya karena sekarang kami mengenakan jersey tim nasional yang berbeda.”
🗣️ “Saya mengatakan kepadanya agar tetap tegar karena dia masih salah satu pemain terbaik di dunia. Cara dia berjuang untuk Norwegia, pengorbanan yang dia lakukan, dan gairah yang dia tunjukkan untuk negaranya tidak pantas mendapatkan apa pun selain rasa hormat.”
🗣️ “Malam ini kami adalah lawan. Besok, dia akan tetap menjadi saudara saya. Saya akan selalu ada untuknya, sebagaimana saya tahu dia juga akan selalu ada untuk saya.”
Bromance. 🇳🇴🏴❤️🤝
male-centered women love projecting. when you do everything for male attention and validation, you assume that’s the case for everyone. when in fact… wdgaf
Gue udah ditahap ngga pernah mau lagi ngobrol dan bangun relasi bareng cewek2 setipe kek gini. Apa lagi yg bener2 male centered, ya ampun najis jijik bngt.
Di Amerika, harga buku hanya setara satu jam kerja. Upah minimum di sana sekitar $15/jam, sedangkan harga buku $15-20. Artinya mereka bisa membeli satu buku hanya dengan 1 jam kerja, seperti halnya kita membeli es teh jumbo di pinggir jalan.
Di Jepang, satu buku juga bisa dibeli dengan satu jam kerja. Upah minimum disana sekitar ¥1000-1200/jam. Harga buku ¥900-1300.
Di Jerman, satu buku = satu makan siang. Hanya dengan 2 jam kerja.
Di Inggris, satu buku bisa dibeli hanya dengan setengah jam kerja. Buku bukan jadi barang yang harus ditimbang antara 'beli atau tidak' buku sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari seperti roti.
Di Norwegia, negara ikut menanggung harga buku, negara hadir memberikan subsidi dan distribusi yang merata, karena mereka percaya: bangsa yang cerdas dimulai dari buku yang mudah disentuh.
Di Malaysia. Buku masih bisa dijangkau hanya dengan 2 jam kerja.
Singapura. Satu buku bisa dibeli dari sisa makan siang.
I started dying when I saw how many goalies the kiddos had 😂
But this is brilliant!
3 Japanese National Team players vs 100 elementary school kids!
So fun!