Ketika kami bertiga masih memilih menjadi manusia yang seBERANI-BERANInya.
Perjuangan memang berat dan melelahkan.
365 hari. 8.760 jam. 525.000 menit.
Tidak semua orang sanggup.
Rismon,
bagaimanapun kita sudah pernah berjuang sama-sama buat memutihkan hitamnya sejarah bangsa ini.
@Dennysiregar7 Mereka Tertawa Bahagia....
Presiden Prabowo yang mengajak negara2 didunia untuk memerdekakan Palestina , akhirnya didemo dan siap siap dilengserkan ...
Penggantinya pemuda tolol, wapresnya manusia korup dan doyan perempuan...
Hehehehe......
@RadioElshinta Ketika para Ulama sudah tidak d dengar mulutnya sebaiknya introspeksi diri mu gkin d dagingmu sudah menyerap uang2 haram ,sogokan dari kekuasaan & oligarki....
BLUNDER!
"Kalau Ijazah saya diragukan, berarti 88 ijazah yang lain juga diragukan"
Jangan ikut ketawa dengan ucapannya ini.
Karena sebetulnya ucapan ini adalah ancaman sekaligus intimidasi.
Tapi ya memang orang-orang UGM apalagi yang mainnya kurang jauh, rata-rata lugu-lugu. Jadi ya pada ikut ketawa dengan candaan mengerikan ini.
Dalam hati mereka sebetulnya banyak tanya
Terutama karena orang yang datang reuni ini, dan tidak punya kaos seragam reuni, kemarin baru alasan sakit sehingga POLDA METRO Jaya sekonyong-konyong harus datang ke Solo, dengan biaya besar pasti, yang dibayar dari APBN, dibayar dari uang pajak rakyat.
Hanya agar orang yang mengaku sakit ini bisa diperiksa dengan nyaman.
Ealah, baru selesai, besok pagi dia sudah keluyuran! Reuni keluar kota!
Sudah lupa dengan kehebohan dan kerepotan yang dia buat kemarin, memaksa POLDA METRO Jaya ke Solo segambreng-gambreng, karena Mbahnya Jan Ethes mengaku sakit
Dan ya dari penampilan memang betul-betul sakit sih
Wajah bengkak sampai mata tinggal segaris karena injeksi steroid untuk menekan autoimun. Kulit merah belang putih dimana-mana terjadi skleroderma atau kulit mengkilat akibat proses fibrosis yang terjadi.
Jalan terhuyung tertatih karena nyeri itu kalau dibawa jalan seluruh sendi-sendi tulangnya.
Artinya memang alasan yang cukup lengkap, dan walaupun merepotkan, tetapi undang-undang mengizinkan demikian, POLDA mendekat ke kediaman yang mau diperiksa agar tidak bertambah sakit.
Tapi
Yang nggapleki ya ini.
Kemarin alasan sakit, hari ini malah melancong! Reuni!
Betul-betul senegara ini dipermainkan habis-habisan sama kelakuan orang ini.
Dan kedatangannya ternyata hanyalah untuk memanfaatkan orang-orang yang reuni untuk jadi tameng sekaligus memaksa mereka jadi alibi tanpa mereka sadari
Bahwa dia berani datang reuni, seakan ingin menunjukkan, dulu memang betul-betul teman kuliah.
persis seperti 8 tahun lalu di tahun 2017, ketika pertama kali kecurigaan keabsahan ijazahnya diuji oleh Bambang Tri. Yang berujung pemenjaraan Bambang Tri.
Tahun 2017, bikin heboh.
Mengibul di panggung punya Dosen Pembimbing skripsi galak bernama Pak Kasmudjo.
Yang belakangan karena ketahuan ngibul, dia ralat dengan enteng.
"Pak Kasmudjo memang bukan pembimbing skripsi saya. dia dosen pembimbing akademik"
Padahal Pak Kasmudjo sudah mengaku, beliau bukan Pembimbing Skripsi, juga bukan Pembimbing Akademik.
Di sini saya perlu sampaikan:
REUNI ITU BUKAN BUKTI!
Pertanyaan tetap harus ditanyakan dengan lantang:
MANA IJAZAHMU, JOKOWI?
Jangan kau intimidasi Alumnus Kehutanan UGM angkatan 1980, bahwa kalau Ijazahmu palsu, maka semua orang itu ijazahnya juga palsu!
Itu sesat pikir namanya!
Logika Pasar Pramuka !
Saya yakin
Dengan datang ke Reuni dengan penampilan wajah bengkak kepu-kepu, kulit merah mengkilat, rambut tambah botak, dan penampilan 20 tahun lebih tua dari usia
Mereka semua membatin.
Dan karena mereka orang Jawa, pertanyaan yang ada dalam batin itu tak mampu mereka utarakan.
Sambil diam-diam mereka mengamati, membatin, mengamati, membatin.
Profesor Sofian Effendi menarik ucapannya yang sudah disampaikan di depan Rismon Sianipar, karena takut?
BUKAN!
Jika anda menyimak dengan teliti, paparan Profesor Sofian di YouTube, anda akan melihat betapa beraninya beliau, berani bicara, berani menentang Institusi UGM yang mencintai, dan beliau sangat cintai, berani menentang teman-temannya sesama Guru Besar dan yuniornya Rektor Ova Emilia beserta jajaran UGM, yang secara konyol mati-matian jadi Pagar Hidup Jokowi.
Dan berani menyebut nama JOKOWI bukan pemilik Ijazah resmi Sarjana Kehutanan dari UGM, secara sangat runtut, teliti, dan cerdas!
Walaupun sehari berselang beliau menarik semua ucapannya, dengan bahasa yang juga cerdas, runtut, dan teliti.
Saya kagum dengan kecerdasan beliau yang tak luntur karena usia yang sudah sangat sepuh, 80 tahun.
Lalu kenapa beliau menarik ucapannya?
Karena ada orang yang TAKUT terhadap Profesor Sofian Effendi!
Ada orang yang begitu takutnya sehingga memaksa UGM menekan Prof Sofian.
Masih kurang takut lagi, orang itu mengirim komunitas entahlah bernama Jokowi lovers yang mengancam akan melaporkan Prof Sofian ke Bareskrim!
Apakah Profesor Sofian takut diperiksa di Bareskrim?
Saya yakin TIDAK!
Beliau hanya takut kesehatan dan ketenangan batin istri beliau, yang pasti juga sudah sangat sepuh
Pasti istri beliau sedih sekali kenapa Prof Sofian harus mondari mandir bolak balik ke Bareskrim
Apalagi kalau sampai Prof dikriminalisasi seperti dr Tifa dkk.
Beliau sebagai Jendral Tempur sudah selesai masa tugasnya.
Biarlah yang bertempur kami-kami ini Para Jendral kancil alias unyu-unyu, Tifa, Roy, Rismon, dkk
Ketika area tempur sekarang ini kami luaskan bahkan sampai level Internasional!
Jadi Profesor Sofian Effendi sudah jadi Pahlawan, yang walaupun hanya berucap satu kali tentang Fakta Ijazah Jokowi
Tetapi sudah tercetak abadi dalam Ruang Digital. Mau dihapus dengan cara apapun tidak akan bisa!
Dan ucapan Profesor Sofian menjadi peluru yang tidak akan habis sampai kapanpun bagi Para Penegak Kebenaran untuk menembus tameng kebohongan yang dibangun oleh Abuse of Power dan Uang!
Sampai Kebenaran tentang Ijazah ini TERKUAK LEBAR!
Matur sembah nuwun, Profesor Sofian Effendi ingkang dalem kurmati. Dalem sawiji murid, ingkang sak punika amrih tongkat estafet panjenengan maju dumateng Angkarayudha, peperangan ingkang mungsuhipin sak wijining jalma culika.
Nyuwun pandonga, pangestu dalah pitedah.
Agenda besar politik sudah terjadi 10 tahun kemarin, di antaranya:
Wafatnya 800+ KPPS
Pemenjaraan ratusan Aktivis termasuk Bambang Tri dan Gus Nur
Kematian Mujahid KM 50
Korban 135 orang Kanjuruhan
Dugaan Koruptor terbesar dunia OCCRP
Rekayasa Hukum MK untuk meloloskan Fufufafa
Praktik pemalsuan Ijazah hingga berakhir di pembakaran habis Pasar Pramuka Pojok
Kebohongan 6000 pesanan ESEMKA
Korupsi Tol MBZ
IKN
Rempang
Reklamasi
Utang Rp 8000 triliun
dll daftar panjang sekali
Sekarang yang terjadi adalah
Pembongkaran agenda besar politik yang sudah terjadi 10 tahun itu, oleh semua pihak: Ilmuwan, Akademisi, Ulama, Aktivis, Politikus, Alumni, Relawan dan banyak pihak yang bangkit menegakkan kebenaran.
Jadi siap-siap saja gejala Autoimunnya akan timbul hilang timbul hilang terus.
@lupoxbt Holy shit, it’s starting to add up tbh. He had the peticular skills that satoshi, or the group known as satoshi would need
Nobody randomly pulls record from the fucking CIA after a suicide lmao, not a chance.