Science on happiness: wealth doesn't determine happiness
Also science on happiness: happiness plateau after over 105k USD (2023) of annual household income, this value may vary in different countries, but developing countries tend to need higher value
(ex: mereka lebih suka dtg pengajian loh drpd nongkrong dan ghibah), and finally do ticketing cuz why not. Disclaimer, nothing is personal. Just to make sure I don't dox myself
If I wannabe a popular ustad be like: target audience utama perempuan specifically married the rest can follow, materi ceramah beautifully spoken and made them slightly ungrateful towards their men, building image for my umma that make them appear better than other people (ex-
Kalo emang lebih secure kripto, in real business ngapa perusahaan2 gede kaga pake? Bahkan apa sih fungsinya kripto? Alat transaksi ngga convenient, investasi ngga ada underlying business/ asset yg bisa berkembang, cuma naik kalo di beli jatuh kalo di jual, kuenya ga nambah besar
Kalau ngomong skala kemudaratannya, bad actor oleh pengelola sistem (orang dalam) dampaknya jauh lebih dahsyat dan sistemik dibandingkan bad actor oleh pengguna sistem (luar).
Regardless kripto itu dibuat utk apa, saya blm menemukan PRACTICAL UTILITY dari kripto ini berhasil di aplikasikan. Yg jelas sekarang mayoritas orang masuk situ buat nambah kekayaan. Masalahnya kalo ada yg nambah kaya ada yg nambah miskin at equal amount. Zero sum game
โLalu apa penyebab banyaknya scam di crypto?โ
Di mana ada gula di situ ada semut, di mana ada trend di situ ada kerumunan, di mana ada kerumunan di situ ada peluang, dimana ada peluang di situ ada kejahatan.
Ini ngga apple to apple nih, I'll show you why. Judol itu karena sistimnya yg nguntungin bandar regardless pake fiat atau ngga. Nah kalo pom2 lalu rugpull itu gabisa dilepaskan dari innate rules nya kripto pak. Lu disuruh beli, lalu orang itu jual, kekayaan berpindah
"Tapi bagaimana dg banyaknya rugpull dan scam di dunia crypto?"
Correlation is not causation, hanya karena banyak scam di crypto bukan berarti yang salah crypto-nya. Jumlah transaksi judol di Indo tembus 327T itu mayoritas pake fiat, apakah sistemnya fiat salah? Nope.
Identity nggak hrs ktp dong Signature juga bisa jadi bagian dari identity. Yg paaaling penting adalah signature itu hrs melekat pada seseorang. Bener crypto ada signature di tiap transaksinya, tapi ngga melekat ke personalnya (anonim). Si tukang sate ini signaturenya melekat pak
Yang ketiga; beliau sepertinya confuse antara identity dan signature.
Dalam analogi transaksi sate Padang yg diceritakan beliau, in reality pembeli dan penjual tidak harus sama2 kenal untuk bisa transaksi, pernahkah ada orang mau beli sate harus tuker identity misal KTP?
Ini ngomongin security dlm konteks apa sih sebetulnya? Crypto itu volatil bgt loh. Gimana kita bisa bilang kalo asset kita aman, tapi kapan saja bisa amblas valuenya? Beli sate padang ga perlu mikirin ancaman ransomware. Tapi kalo nilai kripto jatuh gajadi kebeli itu sate
Di crypto seperti Bitcoin, ancaman bad actor dari pengelola sistem (orang dalam) ini sudah nihil (ditiadakan), yg tersisa bad actor di level pengguna sistem (luar), contoh ransomware operator, di sistem konvensional pun scam di level pengguna (luar) itu ada, banyak.
@anvie Traceable tapi anonim, apalagi 1 orang bebas mau bikin akun berapa aja. Traceable transaksinya tapi ga traceable pelaku transaksinya. Gimana ngga menyuburkan bad actor? Jelas kok di threadnya mas @iqbal_farabi
Ini ngga menjawab argumen dari mas @iqbal_farabi cuma nindihin aja
"Trust, don't verify". Sangat menggambarkan perkriptoan duniawi. Sbg masyarakat ekonomi bawah saya sgt anti dgn scam yang feed upon the poor, tentu saja kripto salah satunya. Bayangin aja nih ada maling, kaya pak dia. Ngambilnya dari si miskin