bukan batubara nipis stocknya yaa tapi ini terjadi karna konsekuensi langsung dari salah urus (mismanagement) kebijakan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) batu bara tahun 2026 oleh pemerintah.
SD di Singapura dan Hongkong
SMP di Malaysia dan Swiss
SMA di Inggris
Tapi 10+6=17
1 sama 7 delapan.
Dan para hadirinpun tepuk tangan.
Apes bener ini negara.
Di titik ini saya bisa bilang Indonesia adalah negara jahat. Selama dua tahun belakang, tidak ada kebaikan yang dihasilkan oleh negara. Semuanya kejahatan.
Dini hari ini, temanku Andrie Yunus disiram air keras ketika sedang mengendarai motor. Dia mengalami luka yang cukup parah.
Andrie adalah pemberani yang terus melawan kejahatan HAM, militerisme dan ketidakadilan. Dia tidak pernah bisa dibungkam.
Mengerikan sekali negara ini.
Tulisan terbaru Mawa Kresna membongkar klaim sukses MBG hingga penelusuran dokumen pengadaan BGN yang menunjukkan belanja Rp6,2 triliun pada 2025.
Ada kaos kaki tanpa merk & tanpa SNI seharga Rp100 ribu/pcs. Tablet harga pasaran Rp8 juta dibeli Rp17 juta. https://t.co/qU70f5G3OF
Selamat pagi rakyat jelata!
Kami, para pejabat dan wakil rakyat, sudah memutuskan:
1) UMR cukup sekian saja, kami sudah hitung supaya kalian bisa bertahan hidup, makan saja. Rumah? Punya anak? Modal nikah? Sekolah? Semua itu tidak penting untuk bertahan hidup, makanya kami tidak hitung.
2) Butuh kerja sampingan? Korporasi sudah bikin aplikasi ojek online, daftar lah kalian ke sana. Statusnya mitra jadi teman korporasi kami tidak perlu membayar UMR, kalian dianggap kerja sendiri, bukan kerja ke aplikator. THR juga tidak perlu bayar. Profit teman korporasi kami yang utama, bukan rakyat jelata seperti kalian.
3) Masih kurang? Tenang banyak usaha mikro, kecil, dan menengah. Kerjalah di sana. Kami sudah memberi mereka pengecualian biar gak bayar pekerjanya minimal UMR. Jadi kalian bisa kerja di sana dengan mudah.
4) Masih kurang juga? Suruhlah istri kalian kerja. Jadi guru honorer misalnya. Sekolah-sekolah sudah kami desain biar bisa menggaji mereka ratusan ribu. Kami sudah menyerahkan semua kepada mereka, "Apakah semuanya harus ditanggung negara?"
5) Istri guru kalian mengeluh dengan ratusan ribu itu? Kan jadi guru adalah pengabdian kepada negara? Kenapa ngeluh soal gaji guru honorer? Itu pengabdian, bayarannya pahala, balasannya nanti di surga.
6) Anak pertama kalian baru lulus kuliah? Lagi nganggur? Berapa umurnya? 26 tahun? Kok bisa? Waktu kuliah nyambi kerja karena UKT tinggi? Makanya belajar yang rajin biar IPK-nya tinggi dan lulus tepat waktu!
7) Apply di perusahaan susah karena kurang pengalaman, makanya magang, cari sana. Kami udah bikin program macam-macam buat teman korporat kami senang. Apa itu namanya? Merdeka Belajar atau Kampus Merdeka. Kami gak peduli mahasiswa hilang 1 semester pembelajaran demi teman korporat kami.
8) Gak lulus tepat waktu karena dosennya susah dihubungi? Kenapa emang dosennya? Ah ya, lebih pilih ngurus kerja sampingan dan proyekannya? Gak apa, resiko. Kami gak mau kasih gaji dosen kalian tinggi-tinggi, apalagi yang muda. Bahaya kalau pinter banyak nuntut. Jadi terima aja kalau susah dihubungi.
9) Anak kedua kalian baru masuk kuliah? Selamat! Susah bayar UKT? Coba apply KIPK! Ah tapi kalian berdua kerja, penghasilan dari banyak pekerjaan sekaligus kan udah banyak. Jadi KIPK-nya kita tolak. Biar gak jadi beban negara.
10) Kami juga nurunin batas miskin, 20 ribu sehari. Kalau tinggi-tinggi, nanti kami perlu ngeluarin duit buat bansosnya banyak. Yang daftar KIPK banyak, yang daftar bantuan beras banyak, susah. Ngurangin jatah kami.
11) Anak ketiga kalian di sekolah kan? Tenang, berhubung kalian sudah pergi kerja berdua dari pagi sampai malam, gak sempat sarapan kan? Di sekolah kami beri makan siang gratis. Kami sudah alokasikan hampir separuh anggaran pendidikan. Tenang saja.
12) Apa? Keracunan? Gara-gara MBG? Ini pasti gara-gara gurunya gak cicipin dulu. Kemarin, kami sudah perintahkan gurunya cicipin dulu biar anak-anak gak keracunan. Kenapa? Gurunya keracunan juga? Nasibmu nak.
13) Ya udah, bawa ke rumah sakit aja. Ada BPJS kan? Aduh, gimana sih kok gak diurus, kamu perlu urus administrasi panjang lebar kalau gak diurus gini. Sekarang udah terlanjur keracunan gimana?
14) Kenapa? Rumah sakitnya nolak gara-gara BPJS-nya gak dicairin sama negara? Waduh, coba cari rumah sakit lain.
15) Dokternya di rumah sakit kelelahan, jadi lagi sakit juga? Waduh coba cari rumah sakit lain lagi.
16) Ya udah, saya tahu kalian susah, ini sekarung beras sama minyak goreng. Bantuan sosial dari negara. Jangan lupa pilih kami lagi.
17) Kami juga sudah memutuskan gaji dan tunjangan kami 20 sampai 100 kali lipat kalian, jangan samakan kami dengan rakyat jelata seperti kalian.