Tips bertahan hidup di Indonesia 2026 :
(edisi Juni, karena bulan depan mungkin nambah lagi)
1. Segera charge HP gak usah nunggu mau habis. Kita sering nggak tau kapan dapat giliran pemadaman 4-6 jam.
2. Segera isi bensin gak usah nunggu 1/4 tanki. Berita "antrian SPBU" / "kelangkaan BBM" mulai terdengar di mana2.
3. Stop pemborosan berkedok healing! Kayak : jajan di cafe2, beli kopi2 "kekinian" dsb. Utk saat ini pakai prinsip "yang penting bisa makan dulu!"
4. Kurangi pemakaian AC di rumah.
5. Sebisa mungkin jangan flexing harta di mana pun, khususnya medsos, biar nggak diincer petugas pajak.
6. Jalani side hustle secara konsisten agar bisa dapet pemasukan tambahan, kalo bisa side hustle-nya jangan yang gampang diincer pajak
7. Minimalkan beli sesuatu atau ikut event tertentu hanya karena FOMO. Fokus pada kebutuhan ketimbang keinginan/gengsi.
8. Nggak usah iri dan ngikutin standar hidup orang lain yang keliatan wah di medsos.
Pencapaian hidup itu beda-beda
Aku selalu gak habis pikir kalau PLN selalu bisa bebas lepas tangan dengan kerugian yang masyarakat hadapi ketika pemadaman listrik di luar kewajaran.
Berkaca dengan kasus krisis pemadaman listrik massal yang menimpa Sumatera kemarin: ada dampak finansial yang menghancurkan bagi para pelaku usaha kecil dan peternak. Kalau kalian baca laporan Projectmultatuli, miris rasanya melihat data yang ada.
1. Peternak ayam mengalami kerugian karena sistem ventilasi (blower fan) mati, yang menyebabkan ribuan ternak mati akibat suhu panas dan gas beracun. Sebagai contoh, seorang peternak di Deli Serdang kehilangan lebih dari 3.000 ekor ayam dengan total kerugian mencapai lebih dari Rp100 juta.
2. Pembudidaya ikan hias mengalami kematian komoditas berharga karena pompa udara tidak berfungsi. Salah satu warga kehilangan indukan ikan pari Brasil yang bernilai sekitar Rp30 juta, yang juga berarti hilangnya potensi penghasilan berkelanjutan dari anakan ikan tersebut di masa depan.
3. Pelaku usaha makanan beku (frozen food) mengalami kerusakan stok produk seperti daging dan saus karena mesin pendingin (freezer) berhenti beroperasi. Bagi pelaku UMKM, kerusakan bahan baku dalam satu hari dapat berarti hilangnya keuntungan selama berminggu-minggu.
4. Warga terpaksa mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli bahan bakar solar guna menghidupkan genset. Namun, harga solar yang sedang tinggi dan kelangkaan stok membuat beban biaya semakin berat. Seorang peternak menyebutkan butuh setidaknya Rp900 ribu per hari hanya untuk membeli solar agar genset tetap menyala.
5. Pekerja jasa yang bergantung pada listrik dan internet, seperti penyunting naskah, mengalami hambatan dalam menyelesaikan pekerjaan tepat waktu, yang berisiko pada komplain klien dan denda deadline.
Usaha jasa lain, seperti pemangkas rambut, terpaksa bekerja dalam gelap dengan pencahayaan terbatas, yang membuat hasil kerja tidak maksimal dan mengganggu kenyamanan pelanggan.
Pemadaman kemarin menyebabkan mereka menderita kerugian finansial yang menggunung tanpa kepastian skema kompensasi yang jelas dari pihak PLN.
Baca lengkap: Beban Pelanggan PLN di Sumatra: Patuh Bayar Demi Terang, Dibiarkan Merugi Saat Gelap https://t.co/nfbhQz1E17