Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah berkata,
Apabila seseorang ingin berdoa dalam shalatnya, maka hendaklah dia berdoa sebelum salam, bukan setelah salam, baik dalam shalat fardhu maupun shalat sunnah.
(Fatawa Nur 'ala al-Darb, 328)
سبحان الله و بحمده سبحان الله العظيم
Hasad itu bisa membakar kebaikan kita, sebagaimana api yang melahap kayu bakar.
Lalu, apa yang bisa jadi “tameng” dari penyakit hasad? Amalkan doa di atas agar hati lebih selamat.
🌿 Istighfar adalah jalan keselamatan.
Ali bin Abi Thalib رضي الله عنه berkata:
"Tidaklah Allah Subhānahu wa Ta’ālā mengilhamkan kepada seorang hamba untuk beristighfar, kecuali karena Dia menghendaki untuk tidak mengazabnya."
(Ihyā’ ‘Ulūm ad-Dīn, 1/313)
▶️ ANJURAN BERTEMAN BAIK MINIMAL EMPAT ORANG
📡 Simak kajian selengkapnya:
https://t.co/ozDjgWNyi0
Dalam Islam, memiliki sahabat yang baik bukan sekadar kebutuhan sosial, tetapi juga bagian dari ajaran Rasulullah ﷺ. Sahabat berperan penting dalam membentuk karakter, memberikan dukungan, dan saling menguatkan dalam kebaikan.
Rasulullah ﷺ bersabda yang artinya:
“Sebaik-baik sahabat adalah empat orang. Sebaik-baik pasukan kecil (sariyyah) adalah 400 orang. Sebaik-baik tantara adalah 4.000 orang. Dan tidak akan dikalahkan 12.000 pasukan karena sedikitnya jumlah.” (HR Abu Dawud: 2611).
Hadits ini mengajarkan bahwa seorang muslim dianjurkan memiliki empat sahabat terbaik. Bukan sekadar teman biasa, melainkan sahabat yang:
- Selalu mengingatkan dalam kebaikan
- Memberikan nasihat bermanfaat
- Membantu mendekatkan diri kepada Allah
- Saling mendoakan dan saling menguatkan
Manusia adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri. Kita akan menghadapi banyak suka dan duka dalam kehidupan, dan sahabat yang baik dapat menjadi penolong sekaligus penuntun menuju kebaikan.
Memiliki empat sahabat yang shalih dan saling mendukung adalah anjuran yang penuh hikmah. Jika sudah punya, jaga dan rawatlah persahabatan itu. Jika belum, carilah sahabat yang bisa menuntunmu menuju kebaikan.
Allāhu Ta‘ālā a‘lam bishawāb.
__
♻️ Silahkan disebarluaskan
🚫 Dilarang menambah dan mengurangi isi poster/video ini tanpa izin
#khalidbasalamah #khalidbasalamahofficial #ustadzkhalid #ustadzkhalidbasalamah
Rasulullah shallallahu alaihi wassalam ditanya, kenapa wajah beliau, selalu tersenyum.
Beliau menjawab, saya malu untuk bersedih, karena segala urusanku semua di tangan Allah.
HR. Muslim
اللهم صل على سيدنا محمد وعلى آل سيدنا محمد
▶️ HIJAB ITU UNTUK MENEPIS PANDANGAN, BUKAN MEMIKAT PERHATIAN
📡 Simak poster selengkapnya:
https://t.co/EBJNkNWoaD
Hijab bukan sekadar pakaian, tapi sebuah bentuk ketaatan dan perlindungan. Dalam Islam, hijab hadir untuk menjaga kehormatan dan memuliakan wanita, bukan untuk menjadi ajang menarik perhatian.
Rasulullah ﷺ bersabda yang artinya:
“Sesungguhnya wanita adalah aurat, maka jika dia keluar (rumah) setan akan mengikutinya (menghiasinya agar menjadi fitnah bagi laki-laki), dan keadaanya yang paling dekat dengan Rabbnya (Allah Subhanahu wa Ta’ala) adalah ketika ia berada di dalam rumahnya.” (HR Ibnu Khuzaimah: 1685).
Sebagaimana yang Allah ﷻ perintahkan dalam Al-Qur’an:
…وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا
“...dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya.” (QS. An-Nuur [24]: 31).
Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani rahimahullah berkata yang artinya:
“Tujuan diperintahkannya (memakai) jilbab (bagi wanita) adalah untuk menutupi perhiasannya, maka tidak masuk akal jika jilbab (yang dipakainya justru) menjadi perhiasan (baginya). Hal ini, sebagaimana yang Anda lihat, sangat jelas dan tidak samar.” (Jilbabul Mar-atil Muslimah, hlm. 131).
Allah juga memperingatkan:
وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْاُوْلٰى
“Dan janganlah kalian (para wanita) bertabarruj (sering keluar rumah dengan berhias dan bertingkah laku) seperti (kebiasaan) wanita-wanita Jahiliyah yang dahulu.” (QS Al-Ahzab [33]: 33).
Bahkan, Rasulullah ﷺ mengingatkan dalam sebuah hadits yang artinya:
“...para wanita yang berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, padahal baunya dapat tercium dari jarak sekian dan sekian.” (HR Muslim: 2128).
Hijab adalah identitas dan pelindung, bukan alat untuk memikat pandangan. Mari luruskan niat, kenakan hijab dengan benar sesuai syariat, dan jadikan hijab sebagai bentuk ketaatan, bukan sekadar penampilan.
Allāhu Ta‘ālā a‘lam bishawāb.
__
♻️ Silahkan disebarluaskan
🚫 Dilarang menambah dan mengurangi isi poster/video ini tanpa izin
#khalidbasalamah #khalidbasalamahofficial #ustadzkhalid #ustadzkhalidbasalamah
▶️ MENGERJAKAN SUNNAH DAPAT MENINGGIKAN DERAJAT DI SURGA
📡 Simak kajian selengkapnya:
https://t.co/q2huoRC991
Setiap muslim hendaknya tidak hanya berpegang pada amalan wajib, tetapi juga memperbanyak amalan sunnah sebagai jalan untuk meraih derajat yang lebih tinggi di surga. Sebab, surga memiliki tingkatan-tingkatan yang berbeda bagi setiap hamba.
Allah ﷻ berfirman:
خِتٰمُهٗ مِسْكٌ ۗوَ��ِيْ ذٰلِكَ فَلْيَتَنَافَسِ الْمُتَنٰفِسُوْنَۗ
“Laknya terbuat dari kasturi. Untuk (mendapatkan) yang demikian itu hendaknya orang berlomba-lomba.” (QS Al-Muṭaffifīn [83]: 26).
Rasulullah ﷺ bersabda:
ثمَّ سلوا ليَ الوسيلةَ فإنَّها منزلةٌ لا تنبغي إلّا لعبدٍ من عبادِ اللَّهِ وأرجو أن أَكونَ أنا هو، ومن سألَ ليَ الوسيلةَ حلَّت عليْهِ الشَّفاعةُ
"Kemudian mintalah kepada Allah untukku al-Wasilah, karena al-Wasilah adalah suatu kedudukan (tingkatan) di surga yang tidak layak diberikan kecuali kepada salah seorang hamba di antara hamba-hamba Allah, dan aku berharap akulah orang itu. Barang siapa yang memintakan al-Wasilah untukku, maka dia berhak mendapatkan syafaat." (HR Tirmidzi: 3614).
Hadits ini menunjukkan bahwa amalan sunnah, seperti doa setelah adzan dan bershalawat, dapat mengangkat derajat seorang hamba di sisi Allah ﷻ. Maka, marilah kita memperbanyak amal sunnah agar Allah ﷻ meninggikan kedudukan kita di surga dan mengaruniakan syafaat Rasulullah ﷺ.
Semoga Allah ﷻ meneguhkan kita dalam ketaatan, menerima amal ibadah kita, dan memasukkan kita ke dalam surga-Nya yang penuh kenikmatan. Āmīn.
Allāhu Ta‘ālā a‘lam bishawāb.
__
♻️ Silahkan disebarluaskan
🚫 Dilarang menambah dan mengurangi isi poster/video ini tanpa izin
#khalidbasalamah #khalidbasalamahofficial #ustadzkhalid #ustadzkhalidbasalamah
▶️ WANITA SHALIHAH ADALAH SEBAIK-BAIKNYA PERHIASAN DUNIA
📡 Simak kajian selengkapnya:
https://t.co/mrZXCMhwPh
Setiap orang pasti mendambakan kebahagiaan dalam hidupnya. Rasulullah ﷺ mengajarkan bahwa ada empat hal yang menjadi bagian dari kebahagiaan seseorang yaitu pasangan yang shalih atau shalihah, rumah yang luas, kendaraan yang nyaman, dan tetangga yang baik.
Dari keempat hal tersebut, memiliki wanita shalihah adalah salah satu puncak kebahagiaan seorang suami. Dari Abdullah bin ‘Amr bin Al-‘Ash radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:
الدُّنْيَا مَتَاعٌ وَخَيْرُ مَتَاعِ الدُّنْيَا الْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ
“Sesungguhnya dunia itu adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita shalihah.” (HR Muslim: 1467).
Wanita shalihah adalah ia yang menjaga kehormatan dirinya, setia pada suaminya, bersyukur atas setiap nafkah yang diberikan, serta menjalankan perannya dengan penuh keikhlasan. Ia hidup bukan hanya untuk dunia, tetapi juga menyiapkan bekal untuk akhirat bersama keluarganya.
Maka, beruntunglah bagi seorang laki-laki yang dianugerahi istri shalihah. Dan bagi para wanita, jadilah perhiasan terbaik dengan berusaha memperbaiki diri, menjaga kehormatan, dan mendekatkan diri kepada Allah.
Allāhu Ta‘ālā a‘lam bishawāb.
__
♻️ Silahkan disebarluaskan
🚫 Dilarang menambah dan mengurangi isi poster/video ini tanpa izin
#khalidbasalamah #khalidbasalamahofficial #ustadzkhalid #ustadzkhalidbasalamah
"Beritakan kabar gembira kepada orang-orang yang sabar yaitu mereka yang ketika ditimpa musibah apapun besar atau kecil mereka mengucapkan inna lillahi wa innailahi rajiun"
▶️ TINGGAL DIDALAM RUMAH ITU IBADAH
📡 Simak kajian selengkapnya:
https://t.co/zlZIEaTFVC
Banyak dari kita sering merasa bosan di rumah dan akhirnya memilih keluar tanpa alasan yang jelas. Padahal, tahukah kita bahwa tinggal di rumah juga bisa menjadi ibadah? Jika tidak ada keperluan mendesak, justru lebih baik kita memanfaatkan waktu di rumah untuk hal-hal yang bermanfaat dan mendatangkan pahala.
Dalam sebuah hadits, Rasulullah ﷺ bersabda:
سِتُّ مجالسَ، المؤمنُ ضامنٌ على ا��لَّهِ تعالى ما كانَ في شيءٍ مِنها: في مَسجدِ جماعةٍ، وعندَ مريضٍ، أو جَنازةٍ، أو في بيتِهِ، أو عندَ إمامٍ مُقسطٍ يعزِّرُهُ ويوقِّرُهُ أو في مَشهدِ جهادٍ
“Ada enam majelis; seorang mukmin berada dalam jaminan Allah Ta‘ala selama ia berada pada salah satu di antaranya: di masjid jamaah, di sisi orang sakit, di (mengurus) jenazah, di rumahnya, di sisi seorang imam yang adil yang ia hormati dan muliakan, atau di medan jihad.” (HR Abd bin Ḥumaid: 337 dan Ath-Thabarani: 14655).
Hadits ini menunjukkan bahwa tinggal di rumah dengan niat menjaga diri dan keluarga termasuk amalan yang berada dalam jaminan perlindungan Allah. Dengan berada di rumah, kita terhindar dari banyak bahaya dan maksiat:
- Tidak melihat hal-hal haram
- Terhindar dari gosip, fitnah, dan pergaulan buruk
- Menjaga ibadah agar tidak terbengkalai
- Memanfaatkan waktu untuk berdzikir, membaca Al-Qur’an, dan menambah ilmu
Keluar rumah tentu boleh jika ada keperluan penting, seperti bekerja, berbelanja kebutuhan pokok, silaturahmi, atau menghadiri majelis ilmu. Namun, keluar hanya untuk menghabiskan waktu tanpa tujuan jelas justru membuka pintu dosa dan melalaikan kita dari ibadah.
Karena itu, mari manfaatkan waktu di rumah dengan sebaik-baiknya. Jadikan rumah sebagai tempat ibadah, tempat menenangkan hati, dan tempat mendekatkan diri kepada Allah. Ingat, duduk di rumah dengan niat menjaga diri bisa menjadi amalan bernilai pahala dan berada dalam jaminan Allah ﷻ.
Allāhu Ta‘ālā a‘lam bishawāb.
__
♻️ Silahkan disebarluaskan
🚫 Dilarang menambah dan mengurangi isi poster/video ini tanpa izin
#khalidbasalamah #khalidbasalamahofficial #ustadzkhalid #ustadzkhalidbasalamah
��️ INILAH HAKIKAT TAWAKAL
📡 Link Youtube:
https://t.co/J8QtLVVrPP
Tawakal adalah salah satu sifat mulia yang menjadi bagian penting dari keimanan seorang muslim. Namun, masih banyak orang yang salah memahaminya. Tawakal bukan berarti pasrah tanpa usaha, melainkan berikhtiar sekuat tenaga, lalu menyerahkan hasil sepenuhnya kepada Allah ﷻ.
Kisah Nabi Hûd ‘alaihissalâm memberikan pelajaran berharga tentang makna tawakal. Beliau menghadapi kaumnya, ‘Âd, yang terkenal kuat dan sombong. Setelah berbagai cara berdakwah dilakukan, kaumnya menolak dan menantang adzab Allah. Dengan penuh keyakinan, Nabi Hûd berkata bahwa beliau bertawakal sepenuhnya kepada Allah, dan Allah pun menyelamatkannya dari tipu daya mereka.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
وَّيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُۗ وَمَنْ يَّتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ فَهُوَ حَسْبُهٗ ۗاِنَّ اللّٰهَ بَالِغُ اَمْرِهٖۗ قَدْ جَعَلَ اللّٰهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا
“dan menganugerahkan kepadanya rezeki dari arah yang tidak dia duga. Siapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)-nya. Sesungguhnya Allahlah yang menuntaskan urusan-Nya. Sungguh, Allah telah membuat ketentuan bagi setiap sesuatu.” (QS Aṭ-Ṭalāq [65]: 3).
Ibnu Rajab Al-Hambali rahimahullah berkata yang artinya:
“Tawakkal ialah penyandaran hati dengan jujur kepada Allâh Subhanahu wa Ta’ala dalam upaya memperoleh kebaikan-kebaikan dan menolak bahaya-bahaya dalam seluruh urusan dunia dan akhirat.” (Jâmi’ul ‘Ulûm wal Hikam: 2/497).
Artinya, tidak ada yang bisa memberi manfaat atau menolak mudarat kecuali dengan izin Allah. Sehebat apapun usaha manusia, hasil akhirnya tetap berada di tangan-Nya.
Hakikat tawakal adalah berusaha semaksimal mungkin, lalu menyerahkan hasilnya kepada Allah dengan penuh keyakinan dan kepercayaan. Inilah senjata seorang mukmin yang membuat hatinya tenang, hidupnya terarah, dan langkahnya penuh keberkahan.
Allāhu Ta‘ālā a‘lam bishawāb.
__
♻️ Silahkan disebarluaskan
🚫 Dilarang menambah dan mengurangi isi poster/video ini tanpa izin
#khalidbasalamah #khalidbasalamahofficial #ustadzkhalid #ustadzkhalidbasalamah