Disclaimer: cerita ini merupakan versi yang disampaikan oleh sang bocah dan belum tentu menggambarkan keadaan sebenarnya di lapangan. video ini tidak dimaksudkan untuk menyalahkan atau menyudutkan guru maupun sekolah.
Yang menarik justru bagaimana anak seusianya sudah begitu akrab dengan berbagai tayangan meme dan konten yang beredar di media sosial, termasuk meme-meme yang berkaitan dengan Prabowo.
Lah.. Emang ada to parte amanat rakyat ?โบ
Btw pantes aja umkm kita banyak yg sekarat. Udah modal ngutang, daya beli turun, bukannya dibina malah dibinasakan. ๐
Cerita dr tirta bahas klaim soal ejakulasi yang ternyata nggak sesederhana kelihatannya:
- awalnya ada anggapan kalau seseorang bisa mencapai ejakulasi cuma dengan melatih atau menggunakan otot tubuh tertentu
- bahkan ada klaim kalau latihan sekitar 15 menit bisa bikin seseorang ejakulasi
- dr tirta kemudian menjelaskan kalau tubuh memang melibatkan banyak kelompok otot saat seseorang mengalami respons seksual
- mulai dari otot panggul, paha, perut, sampai otot lain yang ikut berkontraksi
- tapi bukan berarti melatih satu otot tertentu otomatis bisa menyebabkan ejakulasi
- di sini mulai kelihatan kalau banyak orang mencampuradukkan dua hal yang berbeda
- yaitu kemampuan tubuh mempertahankan stamina dengan mekanisme ejakulasi itu sendiri
- stamina seseorang memang bisa dilatih
- tapi proses ejakulasi tetap melibatkan sistem saraf, respons seksual, hormon, dan kontraksi otot tertentu
- jadi kalau ada orang bilang latihan tertentu pasti bisa bikin ejakulasi, klaimnya perlu dilihat lagi konteksnya
- apalagi kalau pengalaman seseorang dijadikan bukti bahwa semua orang bisa mengalami hal yang sama
- dr tirta juga membahas bagaimana rangsangan seksual dan kondisi psikologis bisa ikut memengaruhi respons tubuh
- artinya bukan cuma soal seberapa kuat otot seseorang
- karena tubuh manusia nggak bekerja sesederhana โotot dilatih โ ejakulasi terjadiโ
- bahkan dalam konteks hubungan seksual pun respons setiap orang bisa berbeda
- jadi masalahnya bukan sekadar apakah klaim tersebut benar atau salah
- tapi bagaimana kita memahami mekanisme tubuh sebelum percaya pada klaim kesehatan yang terdengar meyakinkan
- karena sesuatu yang pernah dialami satu orang belum tentu otomatis menjadi aturan biologis untuk semua orang