@jansen_jsp Baru kau tahu yach, padahal wataknya sdh terlihat saat sblm & ssdh jd DKI 1. Ambisius ingin menunjukkan pada Jokowi kalau dia bisa apalagi setelah dia dipecat menjadi Mendiknas. Apalagi ada yg memberikan wild card jadi Capres yakni Nasdem tambah liar ambisinya. No Adab...
Harus diakui memang pintar dan licin sekali kalau mas @aniesbaswedan bicara. Tuhan memang memberi beliau kelebihan dibagian ini. Tapi aku yakin jenengan juga akan jatuh krn kepintaran bicara dan merangkai kata2 ini mas. Lawan kata-kata adalah fakta.
https://t.co/NXBNoSihdK
@RajaJuliAntoni@PDemokrat Pak SBY knp baru ngeh sekarang sama orang yg gak Jujur spt dia! Kemana aja Bapak selama ini? Tonton videonya yg dengan Pak Dahlan Iskan, dengan Aa Gym & Video yg mengatakan tdk akan mencalonkan kalau Pak PS maju Capres. Kejujuran bkn dilihat dr pandainya bicara tp dr Adabnya.
BENAR ENGGAK INI YA? MENDIDIH JUGA BACA ISINYA:
1) Jika benar ini pernyataan jenengan (saya masih berasumsi baik krn kenal mas SS), kacau benar pernyataan jenengan iki mas Dirman. 2004 lalu Pak SBY tidak pernah buat koalisi dgn Ibu Mega apalagi sudah jalan 1 tahun dgn berbagai komitmennya seperti koalisi perubahan kemarin yg kita bentuk.
Walau tahapannya sesuai Rapat MTP semalam Demokrat belum akan membahas soal akan kemana: karena jenengan sudah menyampaikan ini, sekalian saja saya akan mendorong di dalam Demokrat, di Pemilu 2024 ini pak SBY berkoalisi dgn Ibu Mega mendukung Capres yg beliau dukung mas Ganjar. Sekalian ae wes! Dari perubahan menuju rekonsiliasi.
2) Terkait pernyataan jenengan ini:
“Lebih lanjut, soal alasan Anies belum memilih AHY sebagai cawapres, Sudirman menyebut putra SBY itu belum matang. "AHY terlalu dini untuk jadi Wapres, hanya seorang mayor TNI, karbitan, dan belum matang," kata Said.
Berbulu domba benar kalian berarti selama ini mas. Selama setahun ini kalian terus mengatakan termasuk jenengan dan mas Anies didepan publik bahwa: “mas AHY pemimpin muda yg pintar, cerdas, berani dst serta berbagai pujian lainnya”. Termasuk mas Anies kemudian melamar mas AHY jadi wakilnya. Dgn pernyataan diatas, ternyata bohong semua ucapan kalian itu.
Itu saja yg bisa aku sampaikan. Kami doakan sukses lah utk mas @aniesbaswedan dan mas Dirman.
Hormatku,
— JANSEN SITINDAON
@PDemokrat Kalau saya jadi Anies Baswedan saya akan menjujung Adab. Saya akan menarik diri dari Pencalonan. Mau berapa banyak gelar didepan maupun dibelakang nama Saya. Saya harus mengedepankan Adab bukan disetir untuk berkuasa layaknya wayang. Biar sejarah akan mencatat itu semua!
@jansen_jsp Kalau syarat mutlak koalisi hanya utk posisi cawapres maka koalisi akan rapuh, berkacalah pd pdip yg tdk paksakan puan jadi capres/cawapres
Peluang Anies jadi presiden sangat kuat, moment bagi AHY utk menjadi bagian atas suksesi dan sbg batu loncatan utk jadi presiden berikutnya
KESEPAKATAN PINTU BELAKANG (BACK DOOR):
Menjawab bbrp pertanyaan:
1) Banyak yg bertanya ke saya termasuk comment2 di medsos: “surat mas Anies yg meminta mas AHY jadi Wakilnya itu sudah dijawab mas AHY belum bang?”
Krn kata mereka, jangan2 mas AHY belum menjawab surat permintaan itu. Itu maka mas Anies pilih yg lain.
Saya jawab: “surat mas Anies itu sudah dijawab mas AHY dalam bentuk surat tulisan tangan juga, pada tgl 25 Agustus 2023. Mengatakan iya dst..” Saya sudah lihat langsung suratnya. Pada waktunya jika dibutuhkan bisa juga kami sampaikan ke publik. Walau melihat keadaan skrg sebenarnya tidak perlu lagi.
2) Yg kedua, saya juga ingin menyampaikan: selain Surat 25 Agustus ini, 2 bulan sebelumnya tanggal 14 Juni 2023 mas Anies juga sudah menyampaikan hal sama memilih mas AHY jadi wakilnya.
Diluar 2 tanggal diatas, mas Anies juga pernah bawa nama guru spiritual dan Ibunya, yg disampaikan ke mas AHY: “menyarankan agar segera mas Anies berpasangan dgn mas AHY”. Di bulan Januari 2023 mas Anies juga menyampaikan ke mas AHY mari kita “menjemput takdir” bersama dll.
3) Jadi secara lisan dan tertulis, mas Anies sebenarnya sudah berkali-kali menyampaikan/memutuskan memilih mas AHY jadi wakilnya. Dari penyampaian lisan 14 Juni 2023 sampai tertulis 25 Agustus 2023 (yg suratnya terlampir dibawah). Yg kemudian beliau hianati sendiri.
4) Sehingga komitmen, kerjasama dan rasa saling percaya antar kita yg berjalan selama 1 tahun ini, rusak krn kesepakatan yg dilakukan tidak lebih dari 1X24 jam. Dilakukan dibelakang pintu, diam-diam, tanpa berpikir lama dan jenengan setuju.
Inilah kesepakatan pintu belakang. “Back door”. Yg jauh dari etika dan proses “decision making” yg kita jaga dan jalankan selama 1 tahun ini di koalisi perubahan. Jika ada nama dibahas/digodok di tim 8 yg sudah dibentuk 3 partai. Jadi ini bukan sekedar soal nama yg dipilih saja (yg harus masuk dalam 5 kriteria yg telah ditentukan oleh jenengan sendiri, termasuk syarat terbaru 0: dimana tidak punya beban masa lalu dan berani serta semangatnya perubahan), namun juga soal proses sampainya pada pilihan itu.
5) Mungkin sudah jalannya memang kita harus berpisah. Penting selama 1 tahun ini dgn segala keterbatasan yg kami punya, kami sudah berusaha berbuat yg terbaik yg bisa kami lakukan utk jenengan mas Anies.
Mulai diawal-awal dulu sama2 kita membackup jenengan ketika dicari-cari salah hukumnya di Formula E, membela dari serangan di medsos/media mainstream dll, mengamplifikasi gagasan jenengan ke publik, mengawal dan membuatkan acara jenengan di daerah, menerima jenengan dgn sangat hangat di DPP Demokrat, Cikeas sampai Pacitan. Termasuk kami menolak seluruh godaan yg datang ke kami Demokrat danmas AHY selama 1 tahun ini, yg secara lantang kami sampaikan ke publik bahwa kami tetap di koalisi perubahan. Dan semua pertemuan terbuka. Tidak ada “deal” pakai pintu belakang. Dan banyak lainnya.
Termasuk ditengah proses mendukung jenengan ini, kami juga harus kembali menghadapi PK terkait pengambilan alihan partai kami, dan banyak lagi lainnya yg terjadi selama 1 tahun perjalanan kita ini. Termasuk kader2 kami diseluruh Indonesia dgn kemampuan yg mereka punya telah mensosialisasikan jenengan. Yg kemarin banyak balihonya pelan2 mulai diturunkan semua.
6) Namun tgl 1 September kemarin ternyata adalah akhir perjalanan kita.
Akhir kata, kami ucapkan selamat berlayarlah mas Anies. Kami doakan lancar perjalanan jenengan bersama pasangan yg baru dan koalisi yg baru. Dan selamat ber-deklarasi mas.
Di koalisi kita dulu, kita sudah jalan 1 tahun namun dianggap masih terlalu cepat utk segera deklarasi, “nanti saja last minute” katanya. Di yg sekarang jumpa dan jalan baru bbrp menit, ternyata terlalu lama jika tidak segera dideklarasikan.
Maturnuwun atas kebersamaan kita selama 1 tahun ini mas. Termasuk 5 tahun jenengan jadi Gubernur DKI, fraksi Demokrat di DPRD DKI konsisten mengawal & bersama jenengan.
Sehat terus kami doakan utk jenengan.
Hormat kami,
— JANSEN SITINDAON
Keputusan MTP Partai Demokrat malam ini:
1. Kami Partai Demokrat memutuskan MENCABUT DUKUNGAN KE ANIES BASWEDAN dalam Pilpres 2024;
2. Kami Partai Demokrat memutuskan TIDAK LAGI BERADA/KELUAR DARI KOALISI PERUBAHAN krn telah terjadi pengingkaran terhadap isi piagam koalisi.