Ketika konsep kita sudah banyak yang niru maka diam sejenak kemudian segera bangkit untuk membuat sesuatu hal yang baru.
Sedikit lebih beda itu lebih baik dari pada sedikit lebih baik.
Karena kalau sudah bicara program, yang kita lakukan bukan hanya sekedar menggugurkan kewajiban, tapi kawal dan tuntaskan sampai program itu benar-benar berjalan dengan lancar.
Banyak yang lancar bicara program ideal tapi tidak fokus ke langkah pertama untuk melakukan, padahal langkah pertama akan menetukan langkah selanjutnya. Jangan fokus hasil akhirnya, tapi fokus dan tuntaskan proses rintisan sampai suksesnya.
Kita tidak akan bisa nuntut semua orang agar sejalan dengan pikiran kita. Tetap fokus, +62 memang terlalu banyak PLTN (Pembangkit Listrik Tenaga Nyingir), ambil saja listriknya buang nyingirnya. Ekekeke
Jangan terlalu teknis memaknai, fokus ke subtansi. Kita ambil hikmah dampak dan baiknya saja. Salah satu hikmah nyata setiap peringatan hari besar/keagamaan adalah banyak konten positif yang tersebar, itu baik untuk menenggelamkan berita negatif/hoax.
Seperti hari raya idul fitri yang notabene hari kemenangan, hari ma'af-maafan. Bukankan itu baiknya juga dilakukan setiap hari ? Sekali lagi menurut saya hari besar hanya sebatas peringatan dan ceremonial, selebihnya kembali ke kita masing-masing untuk memaknai.
Hari ibu setiap hari, dan sekarang peringatan hari ibu. Jadi selamat hari ibu untuk ibu-ibu hebat. Untuk ibuku, maafkan aku yang setiap hari masih bandel.
Hari ibu hanya peringatan ceremial. selebihnya, silahkan maknai dengan cara kita masing-masing. Semua orang punya cara sendiri untuk membahagiakan ibunya.
Semakin tinggi capaian, semakin banyak pikiran. Ya... sukses memang harus sibuq dan harus mumet. Cah lanang kudu gagah, lagi keno pilek sitik kok wes lemah. π₯²