Bisa-bisanya mahasiswa mengirim tugas riset, mereka mengutip artikel saya tapi saya gak pernah nulis artikel tersebut. Kok bisa?
Jawabannya karena itulah hasil dari halusinasi AI.
Aneh2 saja mahasiswa jaman sekarang, ngutip dosennya tapi sumbernya fiktif.
Nope, transportasi umum thailand itu mahal dan ga terintegrasi, temen2 mahasiswa ppi thailand [permitha] juga ngeluh mahal
Naik bus terus transit pindah bus beda trayek, tetep bayar 2x, sekali naik 20 baht/12rb
Naik MRT biru pindah ke MRT kuning, tetep bayar 2x. Dan sekali naik 27 baht/13rb padahal beda 4 stasiun aja
Total transportasi PP tuh gue batesin banget di bawah 100 baht lah per hari 🥲
Nama teknik diserap dari bahasa Belanda/Jerman: Technische yang berarti bersifat engineering atau kerekayasaan. ITB dulu namanya THS. Jadi buat apa diganti rekayasa kalau maknanya sama aja, malah menghilangkan jejak sejarah pendirian perguruan tinggi teknik pertama Indonesia.
@alwansyaah Konservasi dan riset lingkungan yang serius dan perencanaan tata ruang wilayah yang bagus.
Tahun lalu, mereka menemukan spesies serangga baru disamping terminal bus. Sebelumnya, ditemukan spesies Orchid baru di Hutan Clementi yang luasnya 1/3 dari kompleks GBK Senayan
Cuma orang bodoh yang kasihan sama Purbaya. Kurusan karena jadi menteri keuangan? Dia yang mau kerjaan itu cuy!
Sini gue spill dapur Purbaya, resep kenapa dia wangi di media. Info valid karena gue sempat jadi wartawan makro, hampir tiap hari liputan di Kemenkeu.
Purbaya itu punya ‘tim bayangan’ di luar Biro Komunikasi dan Layanan Informasi (KLI) Kemenkeu. Isinya wartawan senior yang setia sejak beliau di Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), bahkan jauh sebelum itu.
Lu tahu kenapa awal-awal menjabat langsung viral di TikTok? Itu by design. Setiap hari ada ‘tim bayangan’ yang nempel dia untuk bikin konten. Akhirnya, diresmikan jadi TikTok @/purbayayudhis.
Siapa yang pegang TikTok Purbaya? Wartawan media massa yang nyambi jadi admin sekaligus editor beliau. Gue belum update sih sekarang dia masih double job atau full time nempel Purbaya.
‘Tim bayangan’ Purbaya sama KLI Kemenkeu awalnya selek. Sekarang sih sudah agak bonding kelihatannya. Jadi, yang ngawal dan ngonsep konten buat beliau semakin solid.
FYI ngobrol sama wartawan itu juga konsep, setiap beres salat Jumat di press room Kemenkeu. Sesekali ada gimmick makan ayam sambal hijau di samping Kantor OJK (seberang Kemenkeu).
Buat kami wartawan ya senang kalau menterinya mau terbuka. Gak kabur-kaburan kek zaman Sri Mulyani sebelum didepak. Di sisi lain, kesal juga kalau jawabannya ngawang.
Contoh nyata di kasus Badan Gizi Nasional (BGN) yang beli 21 ribu unit sepeda motor buat operasional MBG. Masa iya lu bilang gak tahu? Kok bisa bendahara negara enggak tahu ke mana larinya anggaran?!
Itu jelas jawaban ngeles pejabat yang mulai lihai dan lincah macam Bahlil. Mana gaya koboi ala Purbaya yang dipertontonkan saat awal menjabat sebagai menkeu? Kasih unjuk dong!
Poin pentingnya adalah Purbaya Yudhi Sadewa itu dengan sadar mengambil pekerjaan menteri keuangan. Bahkan, menawarkan diri ke Prabowo. Purbaya ngaku siap di Hambalang.
Saat pertama kali jadi menkeu dan roadshow ke beberapa media, dia blak-blakan. Purbaya jujur kalau dia yang usul agar menkeu diganti atau Prabowo bakal terus didemo.
Jadi, lu pada warga Twitter masih mau kasihan sama Purbaya? Come on!
Agak shock dengan cara pemerintah menggusur (membongkar?) permukiman kali ini.
Siapa yang gak kaget coba. Sore 26 Maret 2026, Presiden RI, Prabowo Subianto datang blusukan mendadak sambil bagi² uang Rp 2 juta ke warga permukiman liar di kawasan Senen tanpa dijelaskan ini uang apa.
Terus malamnya warga permukiman liar tersebut dapat surat, besok 27 Maret 2026 sudah harus pindah karena mau dibongkar. Udah kayak serangan fajar, besoknya betulan dibongkar.
Boleh dibilang ini sih jatuhnya bongkar ya bukan gusur. Kalau gusur ada diskusi dulu dengan warga, warga dikasih jangka waktu yang cukup, warga juga dikasih solusi atau tempat bakal pindah ke mana. Nah ini gak ada sama sekali.
Sudah buka puasa kan ya?
Sudah siap ngomong jancok jaran tuwaeeek berulang-ulang?
Kalo sudah selamat membaca dan selamat marah-marah ☺
Tiket mahal? Tiket SBmu lho lebih mahal dari tiket Transjakarta. Sopo sakjane sing mbok belani iku Ri?
Oh iya kedua artikel dalam foto ini secara tidak langsung saling berkaitan ya. Satunya nolak transum (YANG BAHKAN MASIH DALAM TAHAP KAJIAN) bawahnya pengen nambah jalan dengan alasan ekonomi ☺
Apik wis. Karek ngenteni tambah ruwete ae.