@SeputarMadrid@EdwinRMFC Melihat kebodohan haters Real Madrid baik luar atau dalam negeri di aplikasi ini memang sebuah hiburan yang sangat mengasyikkan dan tidak boleh terlewatkan sedikit pun 🤣🤣🤣
@neuvablanco@FabrizioRomano sulit buat dilepas, pilar kunci bayern apalagi kekuatan trio nya bareng kane sm diaz baru terbentuk jadi bakal dipertahankan mati matian. gak yakin juga olise nya ngebet mau pindah
Blunder F1 tahun ini cukup banyak. Regulasi 2026 memang salah satu faktornya, tapi F1 memperburuk keadaan dengan cara mereka menangani sentimen negatif publik.
- Sensor dan hide komentar.
- Sensor superclip.
- Tidak posting apa pun soal kiprah Verstappen di Nurbugring 24 Jam. Malah memposting sesuatu yang beri indikasi kalau F1 tidak ingin kalah pamor.
Poin ketiga ini cukup menarik. Menurut kami ini bukan cuma faktor Verstappen sebagai 4x juara dunia yang sempatkan diri tampil di event legendaris semacam Nurburgring 24 Jam. Sebelumnya ada Fernando Alonso di Indy500 & Le Mans 24 Jam, mereka tetap posting.
Tapi ada hubungannya dengan sentimen negatif F1 akhir-akhir ini. Mereka tidak ingin berikan ruang kepada publik untuk memberi kritikan soal apa yang terjadi di F1 sekarang.
Namun eksekusinya blunder.
Malah posting sesuatu yang seolah-olah menggambarkan jika F1 begitu iri dengan popularitas balap ketahanan yang menanjak dalam tiga tahun terakhir dengan sajian balapan yang diklaim "lebih berkualitas".
F1 tahu kalau popularitas mereka menurun karena regulasi 2026 yang banjir kritikan dan faktor libur sebulan serta jarak balapan yang panjang di bulan Mei. Segala cara dilakukan untuk menaikan kembali hype, namun eksekusinya salah.
Justru lucu jika F1 sampai merasa iri dan tersaingi dengan ramainya penonton Nurburgring 24 Jam yang diadakan setahun sekali, dan itu pun jumlahnya masih kalah dari total penonton dalam satu race F1.
Nurburgring 24 Jam menunjukan kepada kita semua soal apa yang hilang dari Formula 1: tidak semuanya harus melulu soal komersial atau cuan.
Fans merindukan suasana balapan yang murni. Saling adu kecepatan. Saling adu nyali. Saling adu skill ditemani suara mesin yang merdu.
Tontonan seperti ini yang kita rindukan dan jadi alasan kenapa balap ketahanan seperti Le Mans, Nurbugring, Daytona, atau bahkan Bathurst, selalu dinantikan & selalu ramai setiap tahunnya.
Kami masih menyukai dan mencintai Formula 1. Mau bagaimanapun F1 punya value tersendiri yang menjadikannya sebagai olahraga yang sangat populer dengan perkembangan pesat.
Tapi dari kenikmatan menonton balapan.
Balap 24 jam di Nordschleife jauh lebih nikmat ditonton daripada 2 jam di F1.
145M Views, 428K likes, 147K retweets, 29K bookmarks, and ZERO response from Barça.
This ain’t a rivalry. This is an ownership. Real Madrid Club de Futbol.