Di kampungku setiap ada orang yang meninggal sebelum 40 hari, dia pasti datang menjemput orang lain untuk ikut mati.
Itu selalu terjadi, kali ini, tanda-tandanya ada pada ibuku, tolong...
"40 Hari"
-A Thread-
@mwv_mystic Terima kasih bang, sdh share cerita sebagus ini,
Mohon maaf, saya masih kepikiran nasib :
1.Anak wandi yang ke 2 ketika melihat kakanya teryata bukan kakaknya,
2.wandi dan anak pertama,
3 Labai, .. 🙏
“Baiklah.. kamu disana tenangkan Salma ya.. saya tidak bisa kasih foto Datuak yang sekarang, biarlah Salma hanya mengingat Datuak saat sehat dulu..” ujar Niko.
Dua tahun kemudian..
“Halo, Nik, bagaimana?..” tanya Marhan dari ujung telepon.
“Masih terus keluar..” ujar Niko lemah.
“Astaghfirullah.. yasudah.. tidak usah dimandikan ulang, pakai saja kafan yang itu meskipun berdarah darah..” ujar Marhan.
****
***
**
Sebulan setelah kejadian malam itu..
“Jo mie atau kuah sajo?” (mau paki mie atau kuah saja?) tanya seorang ibu penjual kerupuk sate pada pembeli bocahnya.
“Mie buliah. Banyakan yo tek hehe” (pakai mie boleh. Banyakin ya tante. Hehe) ujar seorang anak.
“BAAARUUAAAKKKKK!!! KALUA ANGGG!!!! JAN ANG TURUIKAN DATUAK KAYO TUU!!!!” (MONYEEEETTT!!!! KELUAR KAMUU!!! JANGAN KAMU IKUTI KEMAUAN DATUAK KAYO ITUUU!!!) Niko berlari ke arah Surau sambil berteriak.
Darwis hanya bisa memandangi Datuak yang kembali melanjutkan obrolan dengan kedua polisi itu.
“Baiklah.. serahkan sisanya kepada saya. Untuk pengurusan jenazah dan pemakaman, biar saya yang akan arahkan warga..” ujar Datuak.
Sawah milik keluarga besar nenek Umi yang mereka manfaatkan secara turun temurun berada di bagian belakang kampung bersama sawah penduduk lainnya.. dan satu satunya akses kesana adalah melalui jalan setapak di depan Surau Nurul Falah...
Dalam keheningan malam itu Datuak hanya terduduk sambil bersandar di ujung kasurnya. Ia tidak tau apa yang dimaksudkan Rismah tentang melakukannya berdua, namun itu seperti memberikan Datuak alasan untuk melakukannya.
“Abang.. aku rindu dengan abang.. aku ingin bertemu lagi dengan abang.. pagi nanti, temui aku di teras Surau ya bang..” ujar suara Rismah.
“..abang.. abang tidak perlu berbuat dosa untuk bisa mengembalikan kamu Mah?..” ujar Datuak, yang berbicara melalui hati, bukan lisannya.
Sementara itu makam lain yg mengelilingi Surau, sesuai perintah Datuak, nisan batu dan kayunya dibongkar dan dipindahkan, lalu ditimbun dengan tanah hingga seakan akan sudah dikeluarkan dan dipindahkan, padahal sejatinya, tubuh tubuh jasad itu masih ada di bawah sana semuanya.