DUIT ITU SOAL ENERGI DAN VIBRASI
Selamat pagi. Selamat beraktivitas.
Dalam hidup ada dua pilihan. Cara Newton atau Tesla.
Kalau yang pertama, kita harus mendrive otak kita serba logis, mulai dari kerja keras hingga mengandalkan otak, termasuk tenaga demi memperoleh sesuatu.
Nah padahal ada cara Tesla.
Bahwa, dalam hidup ini sebetulnya soal energi, vibrasi dan frekuensi. Dalam hal ini agaknya ada ajakan bahwa kita harus mengasah vibrasi dan energi kita, yang mengundang semesta untuk menarik diri kepada pusaran.
Atau bahasa kerennya mungkin mengaktifkan terus kesadaran. Jika itu berlangsung mulus, makanya jangan heran jika kita lihat orang yang kelihatan santai aja tapi duitnya rezekinya banyak, dan mengalir terus, bahkan tanpa harus dikejar secara susah payah.
Itu sebabnya kadang ada orang yang bilang: "mari kerja cerdas, bukan kerja keras."
Tanpa mengurangi rasa hormat, jika ukurannya keras, kurang keras apa orang Indonesia kerja, atau kurang gigih apa kuli panggul mengais rezeki di pasar di mana orang pada umumnya masih terlelap tidur pulas, sementara mereka sudah keluar rumah.
Mungkin yang dimaksud di sini, rezeki bukan dikejar terus, melainkan pelan-pelan diundang, atau berusaha secara simultan menyelaraskan vibrasi dan energi dari alam semesta.
Makanya pernah lihat kan, banyak kyai atau orang alim, kerjaannya mungkin terkesan hanya doa, sholat, dan wirid-tan tapi duitnya banyak, serta tak jarang yang kaya raya.
Ringkasnya, semakin terang kesadaran orang, apa yang kita mau akan datang dengan sendirinya.
Pasti. Absolute.
A wall can turn a basic core session into something much tougher.
This sequence changes the angle and movement pattern each time, so your abs, obliques and hip flexors have to keep adjusting instead of repeating the same crunch over and over.
Control the reps, keep your lower back steady, and let the core do the work.
bayangin lo pertama kali denger suara ini , tanpa tau siapa yang nyanyi, tanpa konteks.
panggung kosong. satu gitar. satu mikrofon. cahaya datar.
Joan Baez berdiri sendiri, nyanyiin "500 Miles" ,lagu tentang orang yang terlalu jauh dari rumah dan gak punya uang buat pulang.
tidak ada band. tidak ada efek. hampir nol vibrato.
dan itu yang bikin sesak.
karena suara paling kuat bukan yang paling ramai , tapi yang paling tidak menyembunyikan apapun.
Joan gak "jual" perasaannya. dia cuma berdiri di depan mikrofon dan biarkan setiap kata melayang telanjang di udara.
ini yang disebut psikologi musik sebagai aesthetic distance , ketika sebuah karya sengaja tidak menutup jarak antara dirinya dan pendengar, justru jarak itu yang jadi mediumnya.
lo gak ngerasa deket sama lagunya. lo ngerasa jauh , 500 mil jauhnya , dan itulah maksudnya.
rekaman itu dari 1965. lebih dari 60 tahun lalu.
masih bikin orang berdiam pertama kali dengernya. 🙏🎸
Lo tau Prambanan?
Candi Hindu tertinggi yang pernah dibangun di Asia Tenggara pada zamannya.
47 meter. Dibangun 1.200 tahun lalu.
Tapi siapa yang bangun, kenapa dibangun, dan drama apa yang ada di baliknya?
Ini cerita yang hampir gak ada di buku sekolah lo.
Selamat Senin Pagii, sambil ngopi kita nonton ronde kedua UFC Fight Night Bilal "The IndoNinja" Hasan vs Nilson Rojas, yang akhirnya menang KO menit 2:28 dengan right straight telak ke rahang Rojas, Bilal Menjadi Status tak terkalahkan 10–0 langsung menantang Andre Lima (Brazil)