@Vilarel11@Franken_blues Tanpa mengecilkan kuasa Allah SWT,
believe or not.!!! , Ntar paling lambat 2027 biang kerok'nya juga lewat,.! catat ya,. brow.!
@Dyananjani89@NasbiHasan Pak Prabowo itu dgn segala keLebihan & keKurangan nya, adalah 'representasi'/replika/kombinasi' dari 'Orde-Lama, Orde-Baru, dan Orde-Reformasi, yang jelas ingin 'mperbaiki negeri ini yg telah rusak di segala lini, oleh rezim JokoWi.‼️
Jelas hrs ada 'kopromi politik/rekonsilasi
@NasbiHasan@gtobing2903 Yaa kita lihat apa yg bakal terjadi, krn dinamika politik sangat cepat, dan ada 'sinyal alam semesta, menunjukan kebenaran akan menemukan jalan'Nya. Dan,. Suka tidak Suka, Siap tidak Siap,. Perubahan 'PASTI' Terjadi.!
Catat itu.✍️, SeMaNgAt,.!!🇮🇩
💪✊👍
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh…
Salam sejahtera buat semua.
Hari ini, 10 November 2025, kita memperingati Hari Pahlawan.
Saya memilih hari ini untuk menyampaikan satu hal yang berguna buat seluruh anak bangsa, dan terutama buat diri saya sendiri, dr.Tifauzia Tyassuma, https://t.co/IDuIvQSub4.
Hari Jumat lalu, 7 November 2025, saya bersama dua rekan saya, Dr.Rismon Sianipar dan Dr.Roy Suryo, (yang lebih dikenal sebagai RRT) bersama lima aktivis lainnya, ditetapkan sebagai tersangka untuk kasus dugaan ijazah Palsu Jokowi.
Pasal yang disangkakan kepada kami adalah sejumlah pasal berlapis yang bagi saya sendiri menimbulkan perasaan tidak nyaman, tapi bukan suatu perasaan TAKUT. Ketidaknyamanan itu datang dari pemikiran bahwa betapa ruwet dan runyamnya proses pikir dibalik pasal2 persangkaan ini.
Saya merasakan ada kejanggalan dalam cara pasal-pasal ini dirangkai, seolah logika hukum dipaksa menyangkal akal sehat. Bila bertanya dan meneliti dianggap kesalahan, dan keterusterangan diperlakukan sebagai kriminal, maka persoalannya jauh lebih serius daripada apa yang dituduhkan kepada kami. Ini melebihi persoalan hukum yang kasat mata.
Hari ini, ketika bangsa memperingati Hari Pahlawan, kita seperti diingatkan bahwa keberanian bukan hanya soal perang dan senjata, tetapi tentang siapa yang masih berani berkata jujur ketika kejujuran mulai ditakuti.
Saya masih percaya bahwa di dalam bangsa yang besar ini masih ada orang yang berpihak pada kejujuran, kebenaran dan keadilan. Kepada mereka ini kami menggugah akal sehat dan nalar untuk dapat ikut serta dalam perjuangan ini.
Kami bertiga, dan terutama saya, dengan tenang dan penuh keyakinan, insyaAllah siap datang dan menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya. Kami sangat menghornati institusi ini dan berupaya menjadi warga negara yang baik. Kedatangan ini bukan karena saya tidak punya rasa takut, tapi justru karena keyakinan yang kuat akan adanya pertolongan Allah. Hasbunallah wanikmal wakil nikmal maula wanikman nasir" ("Cukuplah Allah sebagai penolong kami, Dialah sebaik-baik pelindung, sebaik-baik pemimpin, dan sebaik-baik penolong).
Saya berdoa, semoga Allah menolong kami, melalui tim kuasa hukum yang telah kami percayai. Saya pun bermohon pada Allah, semoga para pemeriksa kami dikaruniakan hati yang lembut, mata hati yang terbuka pada kebenaran, dan keberanian untuk mengambil sikap dalam membela kebenaran. Amin ya robbal ‘aalamin.
Saya hanya meminta satu hal: biarkan proses ini menjadi ruang untuk menemukan kejelasan, bukan ruang menimbulkan ketakutan. Biarkan hukum mengantar kita pada kebenaran, bukan pada tekanan. Karena ketika hukum berjalan dengan jujur, maka tidak ada siapa pun yang perlu merasa terancam oleh kebenaran.
Tak ada yang perlu merasa tersinggung dengan penelitian dan upaya ilmiah yang kami lakukan.
Di balik semua proses ini, saya menyimpan kepercayaan yang teguh kepada Presiden Prabowo Subianto—pemimpin yang sejak awal berdiri dan memantapkan diri untuk selalu berusaha bertindak penuh keadilan dan berdiri di atas kebenaran. Saya yakin beliau mendengar, melihat, dan memahami, bahwa bangsa ini hanya bisa maju jika kebenaran diperlakukan sebagai cahaya, bukan ancaman.
”Terima kasih.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Dengan Hormat
Dr.Tifauzia Tyassuma, https://t.co/IDuIvQSub4
@Tan_Mar3M Komisi Reformasi POLRI, terkesan setengah hati, karena masih terasa aroma JokoWi. Mahfud MD hanya sebagai 'pemanis' aja. Semoga ber'Daya guna & ber'Hasil guna, sesuai suara & harapan rakyat. Aamiin YRA.
SeMaNgAt,.!! 💪✊👍
🇮🇩🇮🇩🇮🇩
@ianeldoger@kompascom saya lahir di pelosok desa, dizaman di'OrdeLama, di besarkan & remaja diOrdeBaru, didewasakan diOrde Reformasi di bbrp kota besar, termasuk diJakarta. 😊