Amien Rais jawab soal video teddy indra wijaya :"Komdigi tidak berhak, yg berhak melaporkan teddy"
Seru nih kalo teddy lapor, bisa masuk pengadilan dan kata Pak Amien klo masuk pengadilan, beliau akan hadirkan beberapa dokter spesialis buat buktikan teddy gay atau bukan 😆🤣
Guys, ada berita yang menurut gua perlu dibicarakan dengan sangat jujur karena ini adalah bagian dari pola yang sudah terlalu sering terjadi dan sudah saatnya diperhatikan publik secara serius.
Tanggal 1 Mei 2026 hari libur nasional Hari Buruh Menteri PU Dody Hanggodo diam-diam melantik Mayjen TNI Purnawirawan Arnold Aristoteles sebagai Dirjen Sumber Daya Air Kementerian PU.
Bukan di hari kerja.
Bukan secara terbuka.
Di tanggal merah.
Secara tertutup.
Tiga hal yang langsung harus dicatat.
Pertama soal waktunya.
Pelantikan pejabat eselon I setingkat Dirjen adalah jabatan yang sangat strategis.
Normalnya dilakukan di hari kerja, secara resmi, dengan prosesi yang bisa dipantau publik.
Memilih tanggal merah dan prosesi tertutup bukan sesuatu yang terjadi karena kebetulan atau karena urgensi administrasi semata.
Itu adalah pilihan yang sangat disadari.
Kedua soal orangnya.
Arnold Aristoteles adalah pensiunan jenderal bintang dua dari kecabangan Zeni TNI AD satuan teknik militer.
Sebelum pensiun dia menjabat Gubernur Akademi Militer, lalu menjadi Tenaga Ahli Pengajar di Lemhannas.
Dia bukan birokrat sipil yang naik melalui jalur karir Kementerian PU.
Dia adalah purnawirawan militer yang tiba-tiba mengisi jabatan sipil teknis di kementerian yang mengelola infrastruktur air seluruh Indonesia.
Ketiga soal posisinya.
Dirjen Sumber Daya Air bukan jabatan seremonial. Ini adalah posisi yang mengontrol kebijakan pengelolaan bendungan, irigasi, sungai, dan infrastruktur air di seluruh Indonesia.
Anggaran yang dikelola sangat besar.
Keputusan yang dibuat berdampak langsung ke petani, ke daerah yang bergantung pada irigasi, ke jutaan orang yang hidupnya terhubung dengan pengelolaan sumber daya air.
Dan ini adalah pertanyaan yang menurut gua harus dijawab secara terbuka.
Apa kompetensi teknis spesifik yang membuat seorang Gubernur Akademi Militer dan pengajar strategi di Lemhannas dipilih untuk memimpin Direktorat Jenderal Sumber Daya Air?
Bukan pertanyaan retoris ini adalah pertanyaan konkret yang publik berhak mendapat jawaban yang konkret juga.
Menteri Dody menyebut kata statecraft keterampilan mengelola kebijakan negara.
Tapi Dirjen SDA bukan posisi yang membutuhkan statecraft dalam pengertian strategi besar.
Ini posisi yang membutuhkan keahlian teknis dalam hidrologi, manajemen infrastruktur air, dan tata kelola anggaran pembangunan.
Apakah rekam jejak militer Arnold mencakup itu secara substansial?
Yang membuat ini semakin mengkhawatirkan adalah konteks yang lebih luas.
Ini bukan satu-satunya posisi sipil yang diisi purnawirawan TNI dalam pemerintahan Prabowo. Polanya sudah terlihat cukup jelas jabatan-jabatan strategis di kementerian teknis, BUMN, dan lembaga pemerintah secara bertahap mulai diisi oleh tokoh-tokoh berlatar belakang militer.
Saiful Mujani sudah memperingatkan soal ini. Undang-undang sendiri menyatakan bahwa anggota TNI aktif yang menduduki jabatan sipil harus pensiun terlebih dahulu.
Tapi bahkan untuk yang sudah pensiun pun, pertanyaan tentang kompetensi teknis dan potensi konflik kepentingan tetap sangat relevan.
Dan soal prosesinya yang tertutup di tanggal merah itu menambah satu dimensi lagi yang tidak bisa diabaikan.
Transparansi dalam pengangkatan pejabat publik bukan sekadar formalitas. Ini adalah bagian dari akuntabilitas.
Ketika proses pelantikan dilakukan secara diam-diam di hari libur, itu menciptakan kesan bahwa ada sesuatu yang tidak ingin diperlihatkan kepada publik. Dan kesan itu benar atau tidak — adalah sesuatu yang sangat merusak kepercayaan.
Intinya guys bukan soal apakah Arnold mampu atau tidak sebagai individu. Mungkin dia orang yang kompeten dan berintegritas.
Tapi sistem yang sehat adalah sistem yang transparan dalam proses rekrutmen pejabat publiknya, yang menjelaskan kepada rakyat mengapa seseorang dengan latar belakang tertentu dipilih untuk jabatan teknis tertentu,
dan yang melakukan pelantikan secara terbuka sehingga publik bisa melihat dan menilai. Semua itu tidak terjadi di sini. Dan itu adalah masalah yang jauh lebih besar dari satu nama atau satu jabatan.
SEJARAH TERCIPTA!
Untuk pertama kalinya Indonesia berhasil menjuarai Badminton Asia Mixed Team Championship 2025 sejak pertama kali digelar pada tahun 2017 setelah mengalahkan tuan rumah China dengan 3-1.
CONGRATULATIONS!!🥇🇮🇩
#BAMTC2025
OFFICIAL: BAM Appoint New Men’s Doubles Head Coach
The Badminton Association of Malaysia (BAM) is pleased to announce the appointment of Indonesian doubles legend Herry Iman Pierngadi as the new National Men’s Doubles Head Coach.
Herry has an illustrious record, having coached Olympic champions Candra Wijaya-Tony Gunawan (Sydney 2000) and Hendra Setiawan-Markis Kido (Beijing 2008).
Herry will officially begin his tenure with BAM on 1 February 2025.
#GemilangkanLagi
#BadmintonMalaysia
#DemiMalaysia
@FT_IDN Yang menarik ada foto kakeknya. Even kakeknya Mees yg lahir di era Hindia Belanda pun ada. Canggih bener dah arsipnya Belanda. Garis keturunan jelas dan sejauh ini ngga ada masalah soal dokumen2 pas urus pemain keturunan, lancar terus👌
Bayangin aja, lagu Asma ini yang kalian denger di mana2, penciptanya sampai minjem uang untuk bayar sekolah anaknya. Nominal dari royalti lagu ini nggak main2, setengah Milyar lebih ada, tapi justru orang2 yang nggak punya hak dapat paling banyak & nggak transparan.
Dihhhh.. lagi makan, didatengin, tiba-tiba diajak ngobrol
Terus ngomong "Kalau lagi diajak ngobrol tuh emang sopan ya sambil makan??"
Rajin membaca jadi pintar, malas membaca jadi poli