Gue juga ga expect. Gedenya bisa kek gini, apa apa based on theory. Padahal dulu masuk kelas juga sama magernya kek orang orang. Ga pernah rangking 3 besar juga. Masut gue, dulu tu yg ranking seakan masa depannya kek udah pasti gaji 3 digit gitu loh
Ternyata ga dari kecil keliatan pinter atau berprestasi tetep bisa cari duit dengan gacor loh di dewasa ini. Sistem pendidikan indo ini paling penting cuma MBG kah?
Ngasi embuh, ketemu koyo drakor drakor ngono uwis ng kereta dijak kenalan. Dikenalke kancane. Ketemu random ng kofisyop (always). Seko kekancan sue. Oponehhhh
cakep ih kalimatnya:
“ngga semua konflik itu masalahnya di komunikasi. Kadang masalahnya di kapasitas intelektual dan emosional, mau sebanyak dan sejelas apa kita menjelaskan, kalo kemampuan berpikir dan kematangan emosionalnya ga setara, dia tidak akan mengerti dan memahami substansi masalahnya apa”
bener juga sii.., ngejelasin hal kompleks ke orang yg belum mature emosinya cuma menguras energi. Protect your sanity, pahami boundaries dan mending save ur time buat hal yg worth it yah! 🤍🫶🏻
aku jatuh cinta dengan kutipan ini:
“Berapa pun usia kamu, kamu mungkin akan selalu berharap sudah memulainya lebih muda. Tapi hari ini adalah hari termuda yang masih kamu punya.
Jadi, mulai saja hari ini.”
So, it feels like he's constantly confronting me, bringing up various topics. But am choosing to prioritize my well-being, career, and future aspirations, for my “career in coffee”. Am taking a deep breath and trying not to let my ego get the better of me.
Kemaren ada temen yang mengeluhkan partner baru dia yang fully AI, dan itu parah. Sampe si partner ini gabisa revisi just bcs limit AI premiumnya. Dude, where’s ur own brain cells?
Terus para kreator juga. VO pake script yang full AI tu ketara banget, seriously. Mau tone suara lu senatural mungkin pun, script yang lu bawa bakal se AI itu ditelinga gue.