Videonya lagi rame nih.
Jurinya yg budeg, malah pesertanya yg di salahin artikulasinya kurang jelas lah. Selalu ada cara buat cari pembenaran ya🤭
Pantes ga pernah dengerin rakyatnya.
Jangan emosi ya nonton videonya.
Padahal lomba 4 Pilar MPR RI, tapi finalnya malah merusak nilai-nilai 4 Pilar sendiri.
Menurut gue, ini wujud Inkompetensi yang lengkap sih. Mulai dari Moderator/MC sampai Jurinya sama aja. Beneran kek representasi kehidupan kita capt, yg berkuasa salah tapi ga mau tau, wasitnya belain yang kasih makan.
Jadi pada acara babak final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat. Adek yang berani karena benar itu dari SMAN 1 Pontianak. Sementara Jurinya adalah:
1. Dyastasita (Kepala Biro Pengkajian Konstitusi, MPR RI)
2. Indri Wahyuni (Kepala Bagian Badan Sosialisasi Setjen MPR RI)
Buntut dari kejadian itu, SMA N 1 Pontianak melayangkan protes di Media Sosialnya.
Rispek untuk SMA N 1 Pontianak dan Siswanya yang berani bersuara 🫡
Diubah-ubah semau mereka, di depan mata kita, yang waktu kecil diajarkan di buku sejarah soal gilanya perjuangan bangsa ini mendapatkan kemerdekaan, mendapatkan demokrasi. Sakit.
Peringatan Darurat
Persiapkan segala sesuatunya bila harus revolusi... ini bukan hanya utk DKJ tetapi utk keadilan, kebenaran, kejujuran dan kemakmuran seluruh rakyat bangsa💪
#KawalPutuskanMK#TolakPolitikDinasti
Guru Besar Universitas Indonesia memberikan pernyataan sikap terkait rencana revisi UU Pilkada yang menyepakati hal berdeda dengan putusan MK.
Dalam dokumen pernyataan sikap tersebut Guru Besar UI bahkan menyebut bahwa kini tengah terjadi krisis konstitusi akibat dari pembangkangan DPR RI.
| Mata Najwa
Tidak ada 01, 02 atau 03. Semua tumplek blek menyuarakan aspirasi untuk selamatkan demokrasi dari terkaman para bandit dan begal Konstitusi. 🔥
#KawalPutusanMk