Sudah diwakilkan oleh Saliba:
William Saliba tentang Arsenal via @lequipe: “Musim pertama saya datang, kami memainkan sepak bola yang luar biasa. Itu adalah musim di mana saya mengatakan kami pantas mendapatkan gelar. Seperti biasa, orang-orang mengejek kami, dan kami finis di posisi kedua.”
“Musim kedua juga, kami memainkan sepak bola yang bagus, finis di posisi kedua. Orang-orang mengejek kami, mereka mengatakan 'bottle, bottle, bottle'.”
“Musim lalu juga, kami bermain cukup baik, meskipun kami tidak bermain sebaik dua musim pertama, kami tetap finis di posisi kedua.”
“Musim ini, meskipun saya tidak setuju dengan semua yang mereka katakan, seolah-olah hanya ada satu tim yang bermain. Yah, kami memainkan sepak bola. Kecuali memang benar bahwa terkadang kami mencetak lebih banyak gol dari bola mati. Itu gila. Sekarang Anda lihat, di Liga Premier, semua orang melakukan lemparan ke dalam yang panjang, semua orang fokus pada sepak pojok, bukan hanya kami.
“Kami hanya melakukannya lebih baik daripada yang lain. Jadi, begitulah hidup, dan kami akan terus seperti ini.”
In no world should a relegated player be getting sold for £85m.
Crystal Palace demanding £100m for Wharton
Westham demanding £85m for Fernandes
Forest demanding £120m for Anderson
The transfer market is totally cooked. There needs to be a market reset at this point.
Mending gabung sama Evra jadi pundit di Season 26/27 aja gak sih?
Nih checklist-nya gue kasih:
✅ Kritik Arteta
✅ Sindir Arsenal
✅ Recycle narasi basi yang sama tiap pekan
✅ Pura-pura objektif sebelum mulai menyerang
You are welcome! 😋
6/6 Orang pertama melihat sepak bola sebagai seni yang harus dijaga kemurniannya, bahkan jika itu berarti menerima kekalahan.
Sedangkan orang kedua 𝗺𝗲𝗺𝗮𝗻𝗱𝗮𝗻𝗴 𝘀𝗲𝗽𝗮𝗸 𝗯𝗼𝗹𝗮 𝘀𝗲𝗯𝗮𝗴𝗮𝗶 𝘀𝗲𝗻𝗶 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗵𝗮𝗿𝘂𝘀 𝗺𝗮𝗺𝗽𝘂 𝗯𝗲𝗿𝘁𝗮𝗵𝗮𝗻 𝗵𝗶𝗱𝘂𝗽 𝗱𝗶 𝗱𝘂𝗻𝗶𝗮 𝗻𝘆𝗮𝘁𝗮, 𝗯𝗲𝗿𝗮𝗱𝗮𝗽𝘁𝗮𝘀𝗶 𝗱𝗲𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗽𝗲𝗿𝘂𝗯𝗮𝗵𝗮𝗻, 𝗹𝗮𝗹𝘂 𝗺𝗲𝗻𝗰𝗮𝗿𝗶 𝗰𝗮𝗿𝗮 𝘂𝗻𝘁𝘂𝗸 𝗺𝗲𝗻𝗮𝗻𝗴.
Arteta memilih jalan kedua.
Dalam beberapa musim ini ada pelajaran yang dapat kita ambil sebagai fans. Pelajaran tersebut adalah 𝗺𝗲𝗻𝗷𝗮𝗱𝗶 𝗽𝗿𝗮𝗴𝗺𝗮𝘁𝗶𝘀 𝘁𝗶𝗱𝗮𝗸 𝘀𝗲𝗹𝗮𝗹𝘂 𝗯𝗲𝗿𝗮𝗿𝘁𝗶 𝗸𝗲𝗵𝗶𝗹𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗶𝗱𝗲𝗻𝘁𝗶𝘁𝗮𝘀. 𝗧𝗲𝗿𝗸𝗮𝗱𝗮𝗻𝗴, 𝗶𝘁𝘂 𝗷𝘂𝘀𝘁𝗿𝘂 𝗰𝗮𝗿𝗮 𝘁𝗲𝗿𝗯𝗮𝗶𝗸 𝘂𝗻𝘁𝘂𝗸 𝗺𝗲𝗻𝗷𝗮𝗴𝗮 𝗺𝗶𝗺𝗽𝗶 𝘁𝗲𝘁𝗮𝗽 𝗵𝗶𝗱𝘂𝗽.
Sebab dalam sepak bola, layaknya dalam kehidupan, 𝗿𝗼𝗺𝗮𝗻𝘁𝗶𝘀𝗺𝗲 𝗺𝗲𝗺𝗮𝗻𝗴 𝗶𝗻𝗱𝗮𝗵. 𝗧𝗲𝘁𝗮𝗽𝗶 𝘁𝗿𝗼𝗳𝗶 𝘁𝗶𝗱𝗮𝗸 𝗽𝗲𝗿𝗻𝗮𝗵 𝗱𝗶𝗯𝗲𝗿𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗸𝗲𝗽𝗮𝗱𝗮 𝘁𝗶𝗺 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗽𝗮𝗹𝗶𝗻𝗴 𝗿𝗼𝗺𝗮𝗻𝘁𝗶𝘀.
Trofi diberikan kepada tim yang berhasil menemukan keseimbangan antara 𝗺𝗶𝗺𝗽𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗸𝗲𝗻𝘆𝗮𝘁𝗮𝗮𝗻.
Lah memang ga butuh kok ganti gubernur BI, bahkan Purbaya diganti juga ga perlu..
Akar masalahnya itu di fiskal fiskal fiskal baru moneter.
Jangan bikin spending ugal-ugalan
Jangan bikin pernyataan aneh-aneh
Jangan bikin lembaga ekspor aneh-aneh
Jangan biarin pejabat lu berbuat ngawur.
Sekalipun menteri keuangannya Sri Mulyani, tetap saja percuma.
It is all about trust, buddy.
TRUST
@myapex01 Di seluruh dunia bank sentral itu keputusannya independen karena mereka lembaga terpisah. Kalau misalkan BI bisa disetir, maka ada kemungkinan bisa digunakan untuk kepentingan politik pemerintah, atau memenuhi ambisi politik
@MurtadhaOne1 Mau Menkeu nya orang terpinter di dunia, paling ahli ekonomi pun, gak bakal ada yg bisa mulihin rupiah ama IHSG. Kalo program2 ngasal penjebol anggaran lanjut. Good luck dah sampe dapet.
Dan si Purgimmick kalo mau ke BI akan tambah ampas, kebiasaan sok pinter dah terbukti gagal.